Terkait topik iniLaporan Exodus Economy

US$ Cetak Tertinggi 18 Bulan, Analis Memperdebatkan Satu Garis Tren

  • Indeks dolar bertahan dekat level tertinggi 18 bulan. Apakah reli ini bisa bertahan?
  • CPI hadir dua minggu sebelum keputusan The Fed. Apakah ini bisa menyelesaikan perdebatan?
  • Bitcoin cenderung bergerak berlawanan dengan dolar AS. Apa arti breakout untuk aset kripto?
Promo

Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di sekitar 102,2 pada Senin pagi, mendekati level tertinggi 18 bulan yang tercapai pekan lalu. Para investor tetap berhati-hati karena konflik di Timur Tengah yang memanas menjelang rilis data inflasi penting di Amerika Serikat.

Analis masih berbeda pendapat apakah reli ini akan tertahan di garis tren jangka panjang atau justru memperpanjang tren naik multi-tahun.

Grafik Harian Indeks Dolar AS (DXY).
Grafik Harian Indeks Dolar AS (DXY) | Sumber: TradingView
Disponsori
Disponsori

Chart Watcher Terbelah Soal Arah Pergerakan Dolar Berikutnya

Reli ini terjadi setelah September lalu indeks ini naik hampir 2%. Di grafik harian, DXY naik dari sekitar 98,8 pada awal September menjadi di atas 102. Kenaikan ini juga membuat indeks melewati level tertinggi Juli di dekat 101,6.

Meskipun begitu, makro strategis Gert van Lagen memperkirakan kenaikan ini akan tertahan di garis tren yang pernah ditembus indeks pada tahun lalu.

Follow us on X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung

Sweep, co-founder dari GlydeGG, juga menggambarkan pergerakan ini sebagai retest bearish. Ia memperkirakan penolakan setelah ini, yang menurutnya akan membawa sentimen bullish untuk aset kripto dan saham.

Berbeda dengan itu, analis lain berpendapat bahwa DXY masih berada di bull market selama 18 tahun. Menurut hitungannya, tren tersebut dimulai dari level terendah sepanjang masa di 70,698 pada 17 Maret 2008. Ia juga menyatakan reli ini masih akan terus berlanjut karena indeks mendekati golden cross kuartalan.

Disponsori
Disponsori

Trader Alejandro pun memperkirakan dolar akan terus menguat dan hal ini akan berdampak langsung ke aset digital.

“Saya yakin dolar sedang mempersiapkan pergerakan besar berikutnya ke atas. Dolar yang lebih kuat akan memperketat kondisi keuangan dan biasanya memberikan tekanan pada aset berisiko, terutama kripto dan altcoin,” komentar Alejandro dalam pernyataannya.

Data Inflasi Rabu Jadi Penentu Keputusan The Fed Oktober

Selain dari grafik, data inflasi konsumen (CPI) pada hari Rabu kini jadi fokus utama. Data harga produsen dan penjualan ritel akan menyusul pada hari Kamis, sebelum keputusan suku bunga The Fed pada 28 Oktober.

The Fed sudah menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75% hingga 4,00% pada 16 September. Ini merupakan kenaikan pertama sejak Juli 2023.

Sejak itu, para trader mulai mengurangi taruhan bahwa akan ada kenaikan lanjutan. Data CME FedWatch pada saat publikasi menunjukkan peluang suku bunga tetap di bulan ini sebesar 82,8%. Sebulan sebelumnya, probabilitas suku bunga tidak naik ada di angka 51%, sedangkan potensi kenaikan ada di 42,5%.

Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Untuk Oktober
Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed Untuk Oktober | Sumber: CME FedWatch

Sementara itu, data awal Oktober menunjukkan sentimen konsumen kembali menurun. Indeks sentimen konsumen University of Michigan turun ke 46,3 pada pembacaan awal Oktober, menjadi titik terendah dalam lima bulan terakhir. Angka ini turun dari 48,1 di September, mencerminkan beban biaya hidup yang dipicu konflik pada rumah tangga.

Analis Barclays menilai peluang reli dolar akan tertahan, dan ada potensi koreksi dalam jangka pendek. Mereka menyoroti volatilitas pasar obligasi, yang telah memperketat kondisi pinjaman secara global. Para analis memaparkan tekanan ini bisa membuat The Fed menyampaikan pernyataan yang menenangkan sebelum 28 Oktober, apalagi jika data CPI keluar dengan nilai rendah.

Barclays mengaitkan kemungkinan penurunan ini dengan data CPI yang lemah. Itulah sebabnya data hari Rabu menjadi ujian selanjutnya bagi para trader di kedua sisi garis tren.

Arah Dolar Akan Berdampak Besar Bagi Kripto

Bitcoin (BTC) secara historis bergerak berlawanan arah dengan dolar, jadi dolar yang menguat biasanya membebani harga Bitcoin. Pola ini tidak berjalan di bulan September, ketika Bitcoin naik 6,14% bahkan saat indeks dolar menguat hampir 2%.

Oktober sejauh ini terasa berat bagi aset digital. Nilai total pasar kripto turun 1,4% bulan ini, penurunan dipicu oleh yield yang lebih tinggi, lonjakan harga minyak, dan aksi jual dari dana investasi.

Jika dolar menolak di garis tren, maka salah satu tekanan terhadap Bitcoin akan berkurang, sebab keduanya saling berlawanan. Tetapi jika terjadi breakout, pasar akan menguji apakah ketahanan di bulan September bisa terulang walau dolar mencapai level yang lebih tinggi.

Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan pemimpin dan jurnalis berbagi wawasan ahli

Penyangkalan

BeInCrypto berkomitmen pada pelaporan yang tidak bias dan transparan. Artikel berita ini bertujuan untuk menyajikan informasi yang akurat dan tepat waktu. Namun, pembaca disarankan untuk memverifikasi fakta secara independen dan berkonsultasi dengan profesional sebelum mengambil keputusan apa pun berdasarkan konten ini. Harap diperhatikan bahwa Syarat dan Ketentuan, Kebijakan Privasi, dan Disclaimer kami telah diperbarui.

Disponsori
Disponsori