Usai Binance Mundur, Justin Sun Sedang Menyusun Solusi Bersama dengan FTX

10 November 2022, 12:24 WIB
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
10 November 2022, 12:39 WIB
Ringkasan
  • Justin Sun mengatakan dia dan timnya sedang ‘menyusun solusi’ dengan FTX yang tengah mengalami krisis parah.
  • Tokoh utama di balik blockchain TRON ini mengatakan krisis likuiditas berbahaya bagi perkembangan industri dan investor.
  • Dia yakin bahwa situasi yang ada saat ini dapat dikelola dengan mengikuti pendekatan holistik bersama dengan para mitranya.

Justin Sun, tokoh utama di balik blockchain layer-1 (L1) TRON serta terafiliasi dengan crypto exchange Poloniex dan Huobi, membuat pernyataan pada hari Kamis (10/11) pukul 10:00 WIB bahwa dia dan timnya sedang ‘menyusun solusi’ dengan FTX yang tengah mengalami krisis parah.

“Lebih lanjut [akan ada] pengumuman saya untuk berdiri di belakang semua pemegang token [afiliasi] TRON (TRX, BitTorrent atau BTT, JUST atau JST, Sun Token atau SUN, dan Huobi atau HT) di FTX. Kami menyusun solusi bersama dengan FTX untuk memulai jalur ke depan,” ungkap Justin Sun.

Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa krisis likuiditas yang terus berlangsung, meskipun bersifat jangka pendek, berbahaya bagi perkembangan industri dan investor.

“Tim saya telah bekerja sepanjang waktu untuk mencegah kerusakan lebih lanjut. Saya memiliki keyakinan bahwa situasinya dapat dikelola dengan mengikuti pendekatan holistik bersama dengan para mitra kami. Pantau terus TRON dan FTX!” jelas Justin Sun.

Pernyataan dari Justin Sun datang setelah Binance pada pukul 04:00 WIB mengumumkan bahwa mereka memutuskan untuk tidak akan mengejar potensi akuisisi FTX.com. Terkait keputusan itu, Changpeng ‘CZ’ Zhao, selaku founder & CEO Binance, menyatakan bahwa hal ini adalah hari yang menyedihkan.

Kemudian, Justin Sun ikut berkomentar dengan mengatakan, “Terima kasih telah mencoba. Dibutuhkan banyak keberanian.”

Pernyataan Justin Sun Mendapat Retweet dari SBF

Terkait perkembangan terbaru siapa pihak yang akan menyelamatkan FTX, Justin Sun tidak memberikan rincian lebih lanjut. Dia hanya mengatakan bahwa timnya telah bekerja sepanjang waktu untuk menghindari kerusakan lebih lanjut.

Menariknya, pernyataan dari Justin Sun di Twitter tersebut mendapat retweet dari Sam Bankman-Fried (SBF) yang merupakan founder & CEO FTX FTX.

Cuitan terbaru dari Justin Sun tidak menjelaskan apakah solusi itu akan menyelamatkan FTX sebagai entitas atau hanya mendukung token kripto yang terafiliasi dengan ekosistem TRON yang disimpan di FTX.

Sebelumnya pada hari Rabu (9/11) pukul 13:13 WIB, Justin Sun telah mengatakan bahwa Huobi dan TRON DAO memutuskan secara permanen mendukung para pengguna untuk menebus para afiliasi token TRON mereka seperti TRX, BTT, JST, SUN, dan HT yang disimpan di FTX.

Berselang beberapa menit kemudian, dia menulis, “Krisis likuiditas FTX telah menyebabkan kekhawatiran besar di industri kita. Saya dan tim sangat berat hati untuk melihat bagaimana krisis ini berkembang. Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk melindungi pengguna kami, termasuk menukar semua TRX, BTT, JST, SUN, dan HT di platform FTX dengan rasio 1:1.”

Harga Token Kripto di Ekosistem TRON Alami Penurunan

Mengutip data dari CoinGecko hingga hari Kamis (10/11) pukul 12:17 WIB, berikut ini pergerakan harga para token kripto di ekosistem TRON dalam 24 jam terakhir.

TRX turun 4,7%, BTT turun 1,6%, JST turun 9,9%, SUN turun 5,3%, dan HT turun 7,8%. Sementara itu, algorithmic stablecoin yang digagas oleh Justin Sun yaitu Decentralized USD (USDD) terpantau kehilangan patokannya pada dolar Amerika Serikat (USD) dengan turun ke level US$0,97.

Bila Tak Terima Suntikan Uang Tunai, FTX Perlu Ajukan Kebangkrutan

Sebelumnya dalam kesempatan berbeda, SBF mengatakan kepada investor perusahaan FTX.com pada hari Rabu (9/11) bahwa tanpa suntikan uang tunai, perusahaan itu perlu mengajukan kebangkrutan.

Berdasarkan laporan Bloomberg yang mengutip seseorang yang mengetahui langsung persoalan ini, setelah Binance mundur dari niatnya untuk mengakuisisi FTX.com, SBF memberi tahu para investornya tentang kondisi yang mengejutkan ini.

FTX disebut menghadapi kekurangan dana hingga US$8 miliar dan membutuhkan sekitar US$3 miliar hingga US$4 miliar untuk tetap solvent atau memiliki aset yang melebihi jumlah liabilitas.

Salah satu crypto exchange terbesar di dunia itu konon sedang berusaha untuk mendapatkan pendanaan penyelamatan (rescue financing) dalam bentuk utang, ekuitas saham, atau kombinasi dari keduanya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.