Bank Sentral Eropa (ECB) nampaknya akan mempertahankan suku bunga tetap pada pekan depan, menurut survei Bloomberg kepada para ekonom.
Namun, sebagian besar memperkirakan kenaikan seperempat poin pada bulan September, saat para pembuat kebijakan menerima proyeksi kuartalan terbaru. Kenaikan itu akan membawa suku bunga deposit menjadi 2,5%.
Kenaikan Suku Bunga ECB Dijadwalkan September Saat Pengetatan Global Meluas
Harga minyak melonjak setelah perang Iran, mendorong inflasi zona euro ke 3,2% pada Mei, tertinggi sejak 2023. ECB merespons dengan kenaikan di bulan Juni.
Langkah itu menjadikan ECB sebagai bank sentral negara G7 pertama yang menaikkan suku bunga sebagai respons terhadap perang. Kenaikan di bulan September bisa memperkuat status ECB sebagai anggota paling hawkish dalam kelompok tersebut.
Seluruh ekonom yang disurvei memperkirakan tidak ada perubahan pekan depan, menurut polling Bloomberg. Meski begitu, tidak ada analis yang memberikan kepastian karena situasi di Timur Tengah yang masih dinamis.
“Pertanyaan kunci sekarang adalah apakah ketegangan AS-Iran yang baru ini bersifat sementara,” ujar Dennis Shen, dosen di TU Berlin’s International School of Management, .
Shen juga menuturkan jika ketegangan tetap terkendali, kemungkinan besar memperkuat ekspektasi suku bunga akan tetap bertahan. Namun, jika terjadi gangguan lebih lama, hal itu dapat memicu efek inflasi putaran kedua dan kembali memberikan tekanan pada ekspektasi inflasi.
Meskipun begitu, tidak semua peramal memperkirakan ECB akan benar-benar menaikkan suku bunga.
“Kami tidak berpikir kenaikan suku bunga di bulan September sudah pasti terjadi… Jika terjadi kemajuan menuju perdamaian dan pasokan energi membaik kembali, kami pikir ECB pada akhirnya bisa menghindari kenaikan suku bunga,” papar Chris Hare, ekonom di HSBC, .
Para ekonom juga melihat adanya risiko penurunan terhadap proyeksi pertumbuhan dan inflasi baseline ECB untuk tahun ini. Namun, mereka memperkirakan prospek tetap seimbang secara umum dalam jangka menengah.
Perkiraan median survei menunjukkan pemotongan suku bunga pertama terjadi pada bulan September 2027. Tapi, empat ekonom termasuk dari Bloomberg, memperkirakan pelonggaran dapat dimulai lebih cepat, yaitu pada Maret 2027.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Perang Iran Membentuk Ulang Lanskap Suku Bunga Global
ECB bukan satu-satunya. Bank of Korea menaikkan suku bunga acuannya menjadi 2,75% pekan ini, kenaikan pertama dalam lebih dari tiga tahun. Bank of Japan meningkatkan biaya pinjaman menjadi 1% di bulan Juni, level tertinggi dalam hampir 31 tahun.
Bagi pasar, The Fed masih menjadi penggerak utama. Data inflasi AS yang lebih dingin pekan ini membuat peluang kenaikan dalam waktu dekat turun tajam.
Peluang kenaikan di bulan Juli turun dari 34,2% sepekan sebelumnya menjadi sekitar 10,2%, menurut CME FedWatch. Namun, rapat-rapat lanjutan memberikan gambaran berbeda. Peluang kenaikan naik menjadi 50,6% pada bulan September dan 60,5% di Oktober. Pada Desember, peluangnya mencapai 72,8%.
Pengetatan berkelanjutan di negara-negara besar menguras likuiditas pasar, sehingga menjadi hambatan untuk aset berisiko seperti Bitcoin (BTC).
Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara dan analisis para pemimpin dan jurnalis ahli









