Pengembang Core Lightning telah mengonfirmasi bahwa beberapa kerentanan di software Bitcoin Lightning Network memang nyata. Tim akan merilis update software yang sudah diperbaiki dalam beberapa hari, tapi detail teknis akan tetap dirahasiakan selama dua minggu.
Lightning memindahkan pembayaran Bitcoin dalam jumlah kecil dari blockchain utama melalui saluran antar node. Sampai para operator memasang perbaikan, dana yang tersimpan di saluran itu berada di balik kode yang timnya sudah tahu punya kelemahan.
Kerentanan Bitcoin Lightning Network Muncul dari Derasnya Laporan AI
Core Lightning (CLN) adalah salah satu implementasi utama dari Lightning Network, yaitu layer pembayaran Bitcoin. Blockstream mendukung proyek ini, dan softwarenya sudah berjalan di jaringan utama Bitcoin sejak 2018.
Pada 13 Agustus, tim mengatakan telah menerima banyak laporan kerentanan yang dibuat oleh AI dari berbagai sumber selama 10 hari sebelumnya. Sekelompok kecil pengembang dan relawan lalu memilah bug yang nyata dari yang hanya gangguan saja.
Beberapa laporan ternyata memang valid. Hasil itu mengubah proses pembersihan rutin menjadi peluncuran keamanan terkoordinasi, sehingga tim membatalkan rencana awal mereka untuk update patch cepat.
Infrastruktur Bitcoin sudah beberapa kali terkena masalah tahun ini. Pada bulan Agustus, BTCPay Server memperingatkan operator untuk melakukan update setelah penyerang menguras dana pengguna melalui celah kredensial. Eksploitasi wallet Coldcard juga muncul beberapa hari sebelumnya.
Apa Arti Embargo Dua Minggu Bagi Pengguna Bitcoin
Menyembunyikan detail memang tujuannya. Jika penyerang membaca laporan bug secara terbuka, mereka sering kali bisa membangun eksploitasi yang efektif hanya dalam beberapa jam. Karena itu, tim lebih dulu merilis software yang sudah diperbaiki dan akan mengumumkan detail penuh pada awal September.
Update yang dirilis memiliki tanda tangan pengembang untuk menjamin prosesnya bisa direplikasi, sehingga pihak luar dapat memeriksa apakah rilis itu sama dengan kode sumbernya. Perbaikan ini meliputi banyak celah yang dilaporkan, meski tidak semuanya.
Pengguna Lightning biasa tidak punya kendali di sini. Pembayaran mereka melewati node yang dijalankan oleh orang lain, sehingga kecepatan update tergantung pada para operator node tersebut.
Operator yang tidak segera upgrade masih punya opsi cadangan. Jika sebuah node dimatikan, koneksinya ke node lain terputus tapi daemon-nya tetap hidup. Daemon adalah program di balik layar di sebuah node yang memantau blockchain dan bereaksi saat channel pembayaran ditutup.
Risikonya makin tinggi seiring Lightning digunakan lebih banyak orang. Produk-produk terbaru sudah menghadirkan teknologi ini ke wallet self-custodial di mobile dan alat pembayaran di aplikasi chat, sehingga makin banyak orang yang bisa terdampak jika terjadi kegagalan routing.
CEO Blockstream Adam Back selama 2026 banyak terlibat debat publik tentang arah pengembangan skala Bitcoin. Namun, pekerjaan pemeliharaan yang tenang seperti ini jarang mendapat sorotan yang sama.
Node yang dibiarkan online tanpa patch tetap membawa risiko yang oleh pengembang disebut sudah diketahui, tapi belum bisa dijelaskan rinci. Embargo akan dicabut pada awal September, jadi para operator punya waktu jelas untuk melakukan update tanpa detail masalah tersebar.









