Lihat lebih banyak

Kim Kardashian Lolos dari Gugatan terkait EthereumMax, Mengapa Demikian?

3 mins
Oleh Nicholas Pongratz
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Hakim federal AS, Michael Fitzgerald, akhirnya menolak gugatan investor kripto yang ditujukan kepada Kim Kardashian dan kalangan selebriti lainnya karena telah mempromosikan EthereumMax (EMAX).
  • Hakim mengatakan bahwa kasus tersebut tidak memenuhi standar tinggi yang diperlukan untuk kasus penipuan. Namun, mereka mengatakan bahwa penggugat dapat mengajukan kembali kasus tersebut dengan cara mengubah klaimnya.
  • Sementara itu, promotor kripto lainnya saat ini juga tengah menghadapi tekanan dari pengadilan dan regulator akibat promosi kripto mereka.
  • promo

Seorang hakim federal telah menolak gugatan class action dari para investor yang dilayangkan kepada beberapa selebriti, termasuk Kim Kardashian karena sudah mempromosikan aset kripto EthereumMax.

Awal tahun ini, sejumlah investor mengajukan gugatan terhadap pendiri kripto serta selebriti yang mempromosikan EthereumMax. Selain Kardashian, ada juga beberapa nama selebriti yang terlibat. Termasuk petinju Floyd Mayweather dan mantan bintang Boston Celtics, Paul Pierce.

Di dalam gugatan itu, penggugat mengklaim bahwa promosi dari para selebriti ini telah membodohi investor untuk membeli kripto dengan harga yang lebih tinggi dari nilai yang sewajarnya. Selain itu, gugatan tersebut juga menuding bahwa para terdakwa telah terlibat dalam konspirasi untuk meningkatkan nilai aset kripto tersebut secara artifisial.

Hakim Membatalkan Perkara Tersebut

Setelah melakukan beberapa pertimbangan sebelumnya, Hakim Michael Fitzgerald dari Central District of California pun akhirnya memutuskan untuk membatalkan perkara tersebut. Dia menjelaskan bahwa karena standar yang lebih tinggi untuk klaim penipuan, tuduhan yang penggugat lontarkan belum bisa memenuhi kriteria bukti yang cukup untuk mendukung gugatan mereka. 

Fitzgerald mengakui bahwa masalah yang sebenarnya investor ajukan dalam gugatan tersebut adalah tentang pengaruh yang tidak semestinya dari promosi selebriti dalam skema keuangan yang meragukan. Hal ini terutama berlaku untuk kripto, yang dia katakan “siapa pun dengan keterampilan teknikal” dapat membuat dan “memasarkannya dalam semalam.” Tetapi, meskipun undang-undang membatasi jenis tindakan ini, Fitzgerald berpendapat bahwa investor juga memikul tanggung jawab tertentu untuk diri mereka sendiri.

Hakim federal mengungkapkan bahwa para pengacara penggugat dapat mengajukan kembali gugatan tersebut. Tapi dengan syarat perlu mengubah beberapa klaim mereka terlebih dulu. Ada salah satu pihak yang telah meminta izin untuk mengubah klaim pemerasan dalam gugatan tersebut. Tujuannya yaitu untuk menunjukkan secara jelas bagaimana promosi terdakwa telah merugikan klien mereka.

Kasus terkait Promosi EMAX oleh Kim Kardashian

Kalangan penggugat mengajukan gugatan mereka pada bulan Januari lalu, tepatnya ketika harga aset kripto tersebut anjlok dari titik puncaknya di tahun lalu dan EMAX kehilangan sebesar 97% nilainya. Sebelumnya, yaitu pada bulan Juni 2021, Kardashian telah mengunggah promosi token EMAX di halaman Instagram miliknya. Dalam unggahan tersebut, dia menanyakan apakah pengikutnya menyukai kripto, dan dia menceritakan bahwa teman-temannya telah memberitahunya tentang aset kripto EMAX.

Terkait hal ini, meskipun dia menyertakan tagar “#ad” di unggahan tersebut untuk menunjukkan bahwa itu adalah promosi berbayar, nyatanya dia telah lalai untuk mengungkapkan bahwa dia menerima bayaran sebesar US$250.000 sebagai kompensasi atas promosi tersebut. Pada bulan Oktober, Komisi Bursa dan Sekuritas (SEC) mendenda Kardashian sebesar US$1,26 juta karena kegagalannya untuk mengungkapkan pembayaran yang dia terima itu.

Selanjutnya, menurut regulator federal, Kardashian akhirnya berhasil menyelesaikan tuntutan tersebut dengan menyetujui untuk membayar denda sebesar $1,26 juta secara total. Jumlah itu mencakup uang senilai US$250.000 yang dia terima untuk promosi tersebut, bunga sebesar US$100.000, dan penalti US$1 juta.

Masalah yang Promotor Kripto Hadapi Makin Menumpuk

Penolakan gugatan class action ini terjadi hanya beberapa minggu setelah kasus berprofil tinggi lainnya yang melibatkan penipuan kripto. Sebelumnya, terdapat beberapa investor yang mengajukan gugatan class action terhadap pendiri FTX, Sam Bankman-Fried, dan kalangan selebriti yang mempromosikan bursa kripto tersebut. Beberapa di antaranya termasuk atlet bintang Tom Brady, istrinya Gisele Bündchen, Stephen Curry, dan Naomi Osaka. Gugatan tersebut mengklaim bahwa pihak-pihak tersebut telah terlibat dalam aksi promosi sekuritas yang tidak terdaftar melalui upaya promosi mereka.

Selain itu, regulator negara bagian di Texas juga telah meluncurkan penyelidikan serupa. Mereka menyelidiki apakah promosi ini melanggar undang-undang sekuritas setempat. Sehubungan dengan hal itu, pihak berwenang di Texas mengakui bahwa mereka sudah mulai menjalin kerja sama dengan regulator sekuritas negara bagian lainnya untuk menangani masalah promosi selebriti ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang gugatan yang melibatkan Kim Kardashian dan promotor kripto lainnya? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan Web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori