Krisis Obligasi Jepang Diam-Diam Menjerat Reli Bitcoin

  • Imbal hasil obligasi Jepang mencapai level tertinggi dalam 25 tahun, memaksa institusi untuk menjual aset berisiko secara global.
  • Pasokan stablecoin mencapai level rekor, tapi modal tetap menganggur alih-alih masuk ke Bitcoin.
  • Kenaikan suku bunga menekan leverage, melemahkan permintaan, dan menguras likuiditas dari pasar aset kripto.
Promo

Kenaikan imbal hasil obligasi Jepang secara diam-diam menyedot likuiditas global, dan Bitcoin ikut terkena dampaknya.

Itulah inti dari analisis terbaru XWIN Research, yang menghubungkan lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang dengan pergerakan harga Bitcoin yang lesu.

Disponsori
Disponsori

Bagaimana Pasar Obligasi Jepang Mempengaruhi Bitcoin

Imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang baru-baru ini mencapai 2,39%, yaitu level tertinggi sejak 1999. Dengan kepemilikan obligasi pemerintah sekitar ¥390 triliun, kenaikan imbal hasil 1% saja bisa memicu kerugian belum terealisasi puluhan triliun yen untuk bank, perusahaan asuransi, dan dana pensiun.

Institusi-institusi tersebut akhirnya harus memperkuat neraca keuangan mereka. Artinya, mereka menjual aset berisiko dan menarik dana kembali ke dalam negeri. Karena Jepang adalah kreditor asing terbesar di dunia, repatriasi dana ini membuat likuiditas global menyusut di berbagai negara.

Bitcoin sebagai aset berisiko sangat bergantung pada likuiditas global. Sejarah menunjukkan harganya naik di masa uang mudah dan melambat ketika suku bunga naik. Situasi sekarang pun mencerminkan pola tersebut.

Data stablecoin memberikan gambaran tambahan. Pasokan stablecoin ERC-20 telah kembali ke level tertinggi sepanjang masa, menandakan masih banyak modal yang diam menunggu. Tapi, dana tersebut belum mengalir ke Bitcoin. Di awal 2026 sekitar US$9,6 miliar keluar dari BTC, dananya malah berputar ke stablecoin.

Grafik arus dana stablecoin terkait Bitcoin
Sumber: CryptoQuant

Mengapa Ini Penting Saat Ini

Kenaikan suku bunga tidak hanya menciptakan tekanan jual. Suku bunga yang lebih tinggi menaikkan biaya pinjaman, mengurangi leverage, dan membuat modal baru enggan masuk ke pasar aset berisiko. Nilai yen yang relatif kuat juga menarik dana keluar dari aset berdenominasi dolar, termasuk aset kripto.

XWIN Research menilai bahwa untuk memahami Bitcoin saat ini, kita perlu melihat lebih dari sekadar metrik on-chain. Suku bunga, pergerakan mata uang, dan arus modal menjadi penanda cerita yang lebih mendalam.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori