Lihat lebih banyak

Lakukan Penipuan Berbasis Kripto, Founder Token DROP Diganjar Hukuman Penjara 3 Tahun

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Jeremy David McAlpine dan Zachary Michael Matar, founder Dropil, Inc., masing-masing dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan 2,5 tahun penjara atas aktivitas penipuan berbasis kripto yang mereka lakukan.
  • Dropil, Inc. sendiri adalah pemilik dan pengelola token DROP. Adapun kedua terdakwa sudah mengakui kegiatan penipuannya selama ini.
  • Secara total, keduanya mengantongi sekitar US$1.896.657 dari 2.472 investor melalui penjualan 629 juta DROP. Dana tersebut mereka gunakan untuk membayar pengeluaran pribadi.
  • promo

Jeremy David McAlpine dan Zachary Michael Matar, founder Dropil, Inc., masing-masing dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan 2,5 tahun penjara atas aktivitas penipuan berbasis kripto yang mereka lakukan. Dropil, Inc. sendiri adalah pemilik dan pengelola token DROP. Adapun kedua terdakwa sudah mengakui kegiatan penipuannya selama ini.

Peristiwa ini menambah panjang deretan kasus yang menyeret para founder perusahaan kripto ke dalam jurang kejahatan keuangan. Rendahnya literasi terkait kripto itu sendiri menjadi ceruk yang bisa para oknum jahat manfaatkan di dunia kripto.

Berdasarkan data Cryptoliteracy, 9 dari 10 responden tidak tahu bahwa Bitcoin (BTC) memiliki persediaan yang terbatas. Padahal hal itu merupakan informasi umum yang bisa mereka dapatkan dari mana saja.

Dari situ, bisa terlihat betapa rendahnya tingkat literasi pengguna kripto. Bahkan, dari seluruh responden yang mengikuti kuis untuk melihat pemahamannya terkait kripto, 98% di antaranya gagal dalam menjawab pertanyaan yang ada.

Duo founder token DROP ini sepertinya memanfaatkan hal tersebut untuk mengeruk keuntungan. Kejadian bermula di akhir tahun 2017 silam, ketika McAlpine dan Matar mendirikan Dropil, Inc. sebagai perusahaan yang menyediakan dan mengelola investasi dalam aset digital, termasuk token kripto DROP.

Keduanya juga bertanggung jawab terhadap pengembangan program perdagangan aset digital, serta bot perdagangan otomatis bernama Dex. Namun, dari sinilah semua bermula, McApline dan Matar membuat klaim palsu atas aset kripto yang mereka luncurkan.

Dalam keterangan Kantor Kejaksaan Amerika Serikat (AS) disebutkan bahwa kedua founder token DROP ini memberikan informasi palsu terkait fungsionalitas dan profitabilitas Dex. Selain itu, jumlah investor dan juga volume investasi DROP juga sengaja “ditingkatkan” untuk membangun kepercayaan.

“Token DROP disebut mampu ‘memastikan privasi sembari menawarkan nilai tambah dan eksklusivitas.’ Dropil juga berjanji bahwa perdagangan Dex akan menghasilkan keuntungan yang akan didistribusikan sebagai token DROP tambahan setiap 15 hari,” bunyi keterangan tersebut.

Mengklaim bahwa Dropil Sudah Terdaftar di SEC

McAlpine dan Matar juga berbohong dengan mengklaim bahwa Dropil sudah terdaftar di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) sebagai perantara atau dealer. Hal itu mereka lakukan demi bisa melakukan initial coin offering (ICO) token DROP, serta memulai penawaran dan penjualan token.

Kedua founder juga diketahui memanipulasi whitepaper untuk mempromosikan keberhasilan token DROP. Salah satu pernyataan palsu yang mereka paparkan adalah perdagangan dengan Dex mampu menghasilkan pengembalian tahunan rata-rata antara 24% dan 63%, tergantung pada profil risiko yang investor pilih.

“Para terdakwa membuat laporan profitabilitas Dex palsu, memberikan kesan palsu bahwa Dex beroperasi dan menguntungkan. Tergugat juga membuat spreadsheet investor untuk SEC yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa Dropil telah berhasil mengumpulkan US$54 juta dari 34.000 investor baik asing maupun domestik. Faktanya, ICO mengumpulkan di bawah US$2 juta dari kurang sekitar 2.500 investor,” tambahnya.

McAlpine juga memberikan kesaksian palsu kepada SEC terkait jumlah uang yang mereka kumpulkan dari ICO. Secara total, keduanya mengantongi sekitar US$1.896.657 dari 2.472 investor melalui penjualan 629 juta DROP. Dana tersebut mereka gunakan untuk membayar pengeluaran pribadi.

Di India Ada GainBitcoin

Tragedi yang terjadi pada DROP mengingatkan pada aktivitas penipuan yang melibatkan GainBitcoin di India. Bahkan, platform yang dipimpin oleh Amit Bhardwaj digadang-gadang menjadi skema penipuan berbasis kripto terbesar di India. Taksiran total kerugian yang para korbannya alami mencapai lebih dari Rs1 lakh Crore atau 1 triliun rupee.

Modus yang GainBitcoin jalankan adalah dengan memberikan janji manis atas pemberian keuntungan dalam jumlah tertentu. GainBitcoin memberikan iming-iming keuntungan sebesar 10% dalam setoran bitcoin-on-bitcoin.

Directorate of Enforcement (ED) India menyebutkan bahwa regulator menemukan 80.000 BTC sebagai hasil kejahatan.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori