Lihat lebih banyak

Lanjutkan Restrukturisasi, Dapper Labs Kembali Pangkas 20% Karyawan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Dapper Labs berniat melakukan putaran PHK keduanya, yang akan memangkas 20% dari total pegawainya saat ini.
  • Hal tersebut adalah salah satu strategi untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar dan meningkatkan efisiensi.
  • Meski begitu, pimpinan Dapper Labs menegaskan bahwa posisi kas dan kondisi keuangan perusahaan tidak terguncang atas kondisi pasar kripto di tahun lalu.
  • promo

Pengembang non-fungible token (NFT) Dapper Labs mengumumkan langkah restrukturisasi di awal tahun ini. Perusahaan berniat untuk melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap 20% dari total jumlah karyawannya saat ini. Dapper Labs mengakui bahwa hal tersebut adalah salah satu strategi untuk memperkuat posisi perusahaan di pasar dan meningkatkan efisiensi.

Dalam laman perusahaan, founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Dapper Labs, Roham Gharegozlou, mengatakan keputusan tersebut bukanlah hal mudah. Namun, Dapper Labs tetap harus melakukannya untuk menggenjot fokus mereka sendiri.

Meski begitu, dana kompensasi beserta hak pegawai yang terdampak gelombang PHK; seperti tunjangan kesehatan, pembinaan karir, opsi saham, dan beberapa manfaat lainnya, tetap dipenuhi oleh perusahaan.

“Perusahaan juga membantu para pegawai untuk mendapatkan peran baru lewat web Direktori Bakat,” jelasnya.

Ini bukanlah kali pertama Dapper Labs merampingkan struktur pegawainya. Sebelumnya, pada November tahun lalu, perusahaan yang ada di balik koleksi NFT NBA Top Shot itu juga sudah mengumumkan rencana pengurangan karyawannya sebanyak 22%. Dinginnya crypto winter memaksa Gharegozlou untuk menempuh kebijakan yang tidak populer tersebut.

“Web3 dan kripto memiliki potensi 1000x dalam hak adopsi dari posisi saat ini. Namun, kondisi makro membuat perusahaan tidak bisa berbuat maksimal untuk mengendalikannya,” ungkap Gharegozlou.

Sebagai informasi, sebelum PHK putaran pertama dilakukan, jumlah pegawai Dapper Labs mencapai 600 karyawan.

Dapper Labs Klaim Posisi Kas Masih Kuat

Demi meyakinkan bahwa keputusan tersebut bukanlah disandarkan pada kondisi arus kas, Gharegozlou menuturkan bahwa posisi kas perusahaan masih kuat dan Dapper Labs tidak memiliki utang. Pernyataan itu sekaligus menekankan bahwa keuangan perusahaan tidak mengalami gangguan atas kejatuhan pasar yang terjadi di tahun lalu.

Akan tetapi, memang harus diakui bahwa penjualan perusahaan pada tahun lalu susut ke level US$135 juta dari posisi sebelumnya di 2021 yang mencapai US$167 juta.

Meski begitu, Dapper Labs tetap optimistis bahwa Web3 akan mengubah kehidupan digital menjadi lebih baik bagi miliaran orang. Untuk itu, Dapper Labs mengklaim bakal merilis 2 intellectual property (IP) global utama, serta meluncurkan kembali NBA Top Shot dan NFL All Day sebagai platform seluler pertama. Kemudian, mereka pun akan melakukan peningkatan dalam hal gamification.

“Peluncuran itu difokuskan pada kualitas produk dan keseimbangan yang tepat antara kelangkaan, kolektibilitas dan utilitas,” tambah Gharegozlou.

Banyak Misinformasi terkait Keputusan Pengadilan

Menariknya, pengumuman PHK ini bukanlah satu-satunya masalah yang sedang dihadapi oleh Dapper Labs. Belum lama ini, pihak Dapper Labs dilaporkan sedang mengalami masalah hukum di Amerika Serikat (AS). Putusan hakim Pengadilan Distrik AS yang menolak mosi perusahaan untuk membatalkan gugatan dari kelompok Friel atas NFT NBA Top Shot sebagai sekuritas.

Terkait kasus, pimpinan Dapper Labs mengatakan bahwa ada banyak informasi yang tidak tepat dalam putusan pengadilan. Pasalnya, putusan ini membuat kasus tersebut akan terungkap tanpa keputusan substantif yang menyebutkan apakah NBA Top Shot digolongkan sebagai sekuritas.

Sepak Terjang Bisnis Dapper Labs

Ilustrasi NFT | BeInCrypto

Untuk dipahami, Dapper Labs pertama kali muncul pada tahun 2018 dan langsung melejit berkat NBA Top Shot. Platform tersebut memungkinkan para penggunaan untuk membeli atau menjual highlight bola basket dalam bentuk NFT, yang mana dari masing-masing aset digital mendapatkan lisensi dari NBA dan mendapatkan royalti dari setiap transaksi.

Pada awal tahun 2021, kiprah platform tersebut melejit dengan mencatatkan penjualan lebih dari US$224 juta lewat 1,3 juta transaksi di Maret. Melihat hal itu, investor global mulai menaruh hati dan akhirnya memberikan pendanaan sebesar US$250 juta untuk Dapper Labs. Pendanaan yang dipimpin oleh Coatue itu langsung mendongkrak valuasi perusahaan ke level US$7,6 miliar. Secara total, perusahaan telah meraup pendanaan sebesar US$650 juta.

Selanjutnya, guna melebarkan sayap bisnis perusahaan, Dapper Labs juga mengeluarkan platform NFT untuk sepak bola, yang dinamakan NFL All Day.

Meskipun sempat tampil memukau, penjualan NBA Top Shot anjlok di Oktober, yakni menjadi hanya US$2,4 juta. Angka tersebut jauh lebih rendah dari penjualan di tahun sebelumnya yang mencapai US$40,9 juta.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori