Lihat lebih banyak

LayerZero Akan Rilis Native Token pada Tahun 2024

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Protokol LayerZero akhirnya mengklarifikasi kemungkinan akan meluncurkan native token miliknya, ZRO, di paruh pertama 2024.
  • Mereka menyiratkan bahwa token ZRO akan dibagikan dalam bentuk airdrop.
  • Namun, LayerZero belum secara langsung menyebutkan bagaimana mereka bermaksud memberikan penghargaan kepada pengguna yang menggunakan protokol ini.
  • promo

LayerZero, protokol yang memungkinkan pengguna mengirim aset kripto ke berbagai blockchain, akhirnya mengklarifikasi kapan mereka akan meluncurkan native token miliknya yang bernama ZRO.

LayerZero Labs pada hari Jumat (8/12) mengatakan bahwa mereka telah mendengar diskusi komunitas selama beberapa bulan terakhir dan kurangnya komunikasi yang jelas seputar peluncuran token proyek ini.

“Kami sekarang akan menyatakan dengan tegas bahwa akan ada token LayerZero. Pendistribusiannya adalah komitmen kami untuk melakukan distribusi dengan benar dan diperkirakan akan terjadi pada paruh pertama tahun 2024,” jelas pihak LayerZero Labs.

Mereka menyiratkan bahwa token ZRO akan dibagikan dalam bentuk airdrop. LayerZero belum secara langsung menyebutkan bagaimana mereka bermaksud memberikan penghargaan kepada pengguna yang menggunakan protokol ini.

Valuasi LayerZero Mencapai US$3 Miliar

Perlu diketahui, LayerZero pada bulan April tahun ini mengumumkan bahwa mereka telah menutup putaran pendanaan Seri B senilai US$120 juta (Rp1,7 triliun) dengan valuasi perusahaan mencapai US$3 miliar (Rp44,7 triliun).

Para investor yang berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini termasuk Andreessen Horowitz (a16z) Crypto, Sequoia Capital, Circle Ventures, Samsung Next, OpenSea, OKG, Maple, Lightspeed, rumah lelang Christie’s, dan lain sebagainya.

LayerZero, yang terkenal dengan protokol perpesanan cross-chain mereka, memulai putaran pendanaan pada akhir tahun 2022 karena kondisi market pada pertengahan tahun lalu yang menantang.

Co-founder dan CEO LayerZero Labs, Bryan Pellegrino, mengatakan sebanyak 33 investor berpartisipasi dalam putaran pendanaan Seri B, tetapi tidak ada investor utama. Pellegrino mengeklaim pendanaan terbaru ini untuk memenuhi rencana pertumbuhan LayerZero.

“Salah satu tujuan besar tahun ini adalah mendorong secara signifikan ke kawasan Asia Pasifik dan sektor game,” kata Bryan Pellegrino.

Sebelumnya, dalam putaran pendanaan Seri A pada Maret 2022, LayarZero Labs mengantongi US$135 juta yang dipimpin bersama oleh a16z Crypto, Sequoia Capital, dan FTX Ventures, dengan taksiran valuasi perusahaan mencapai US$1 miliar.

Bila ditotal, LayerZero Labs telah mengantongi dana dari investor lebih dari US$255 juta. Semua putaran pendanaan mereka memiliki struktur ekuitas saham ditambah token waran yang sama.

Mempermudah Pengiriman Aset ke Berbagai Blockchain

Sebagai informasi, LayerZero adalah protokol interoperabilitas blockchain yang memungkinkan pengguna mengirim aset kripto dalam satu transaksi di berbagai blockchain. Ini adalah alternatif untuk bridge pada blockchain yang memerlukan beberapa transaksi sebelum menyelesaikan transfer suatu token kripto.

LayerZero mengklaim menghubungkan lebih dari 30 mainnet blockchain, termasuk 2 non-Ethereum Virtual Machines (EVM) yaitu Aptos dan Solana.

Sejak diluncurkan pada tahun lalu, LayerZero telah mengalami adopsi besar-besaran. Nila total value locked (TVL) di protokol itu melewati US$7 miliar dan volume transaksi telah mencapai lebih dari US$6 miliar.

Mereka mengklaim dibutuhkan sekitar 7,5 bulan untuk mencapai 1 juta pesan, dan kemudian butuh 2,5 bulan untuk mencapai jutaan pesan berikutnya. Selain itu, sudah ada ratusan ribu pengguna unik yang telah menggunakan protokol LayerZero. Saat ini, sudah ada lebih dari 86 juta pesan di LayerZero

Adapun sejumlah proyek decentralized finance (DeFi) teratas; seperti Uniswap, SushiSwap, dan PancakeSwap, telah mengintegrasikan LayerZero untuk transaksi cross-chain mereka.

Selain itu, LayerZero juga mendukung transfer non-fungible token (NFT) melalui standar Omnichain NFT (ONFT). Awal tahun ini, koleksi NFT Pudgy Penguins yang berbasis di jaringan Ethereum bermitra dengan LayerZero untuk mengaktifkan transaksi cross-chain. Tidak hanya itu, game play-to-earn (P2E) DeFi Kingdoms turut mengintegrasikan LayerZero.

“Kami ingin memiliki kehadiran yang sama dengan yang kami miliki di DeFi dalam bermain game. Kami ingin bekerja secara langsung dengan studio game,” ungkap CEO LayerZero kala itu.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori