Lululemon Athletica (LULU) menutup perdagangan hari Jumat di US$100,61, turun 17,38% dalam satu sesi. Angka ini sekitar 80% lebih rendah dibandingkan puncak US$511,29 yang dicapai pada Desember 2023. Pendiri perusahaan ini kini sedang menjalani proses perceraian.
Retailer pakaian olahraga yang terdaftar di Nasdaq ini sudah tiga kali memangkas proyeksi penjualannya tahun ini. Beberapa hari setelah pemangkasan terbaru, laporan mengonfirmasi bahwa pendiri Chip Wilson sedang bercerai tanpa perjanjian pranikah.
Pemangkasan Proyeksi Ketiga Membawa Lululemon ke Level Terendah dalam 8 Tahun
Proyeksi adalah perkiraan penjualan perusahaan itu sendiri. Lululemon telah memangkas proyeksi tahun 2026 mereka dari US$11,35 miliar pada Maret menjadi US$10,35 miliar saat ini.
Pendapatan kuartal kedua turun 4% menjadi US$2,4 miliar. Penjualan sejenis, yaitu penjualan dari toko yang minimal sudah buka satu tahun, turun 9%.
Laba tampak lebih sehat dibanding bisnisnya. Pendapatan sebesar US$2,92 per saham ini juga termasuk pengembalian biaya bea masuk sekali waktu sebesar US$134,5 juta.
BeInCrypto melaporkan penurunan saham hingga level terendah dalam delapan tahun pada 4 September. Saham belum pulih, dan perusahaan memperkirakan penjualan kuartal ketiga akan turun lagi sebesar 10% hingga 11%.
Mengapa Perceraian Pendiri Penting bagi Pemegang Saham
Wilson dan istrinya, Shannon “Summer” Wilson, membuka perkara keluarga di Supreme Court of British Columbia pada April. Tidak ada perjanjian pranikah di antara mereka.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secepatnya
Wilson dan entitas terkait memegang 9,9 juta saham, atau 8,7% dari perusahaan, menurut dokumen sekuritas Mei lalu. Blok saham itu bernilai sedikit di bawah US$1 miliar pada penutupan Jumat. Sekitar 1,1 juta saham di antaranya sudah terkait atas nama Summer Wilson.
Hukum di British Columbia melindungi apa yang sudah dimiliki masing-masing sebelum menikah. Tapi, kenaikan nilai aset selama masa pernikahan akan dibagi rata secara default. Lululemon IPO pada tahun 2007, lima tahun setelah pernikahan mereka.
Pada bulan Mei, Wilson menghentikan upayanya untuk mengganti pengurus direksi dan menerima dua kursi dewan beserta gencatan senjata selama 18 bulan dengan dewan.
CEO baru, Heidi O’Neill, mulai bekerja pekan ini. Ia menghadapi penjualan yang menurun dan bisnis di Amerika Utara yang makin kecil. Blok saham milik pendiri kini sedang diproses dalam ruang sidang yang tertutup.









