Maple Gandeng Icebreaker Sediakan Fasilitas Pinjaman US$300 Juta bagi Penambang Kripto

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Maple Finance menjalin kerja sama dengan Icebreaker Finance untuk dorong kinerja penambang kripto lebih baik.
  • Hal itu dilakukan dengan menyiapkan total dana pinjaman mencapai US$300 juta atau lebih dari Rp4 triliun.
  • Untuk memitigasi risiko, mereka hanya akan berfokus pada perusahaan penambang Bitcoin blue-chip.

Maple Finance, platform pinjaman berbasis kripto yang dibangun di atas jaringan Ethereum, menjalin kerja sama dengan Icebreaker Finance untuk mendorong kinerja penambang kripto menjadi lebih baik.

Icebreaker diketahui tengah melakukan penggalangan dana yang akan ditempatkan dalam sistem Maple untuk nantinya disalurkan pada para penambang. Adapun total dana pinjaman yang dipersiapkan mencapai US$300 juta atau lebih dari Rp4 triliun.

Untuk memitigasi risiko, mereka hanya akan berfokus pada perusahaan penambang Bitcoin blue-chip. Selain itu, pendanaan tersebut juga menyasar perusahaan infrastruktur aset digital yang berada di wilayah Amerika Utara, Kanada, dan Australia.

Co-founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Maple, Sid Powell, mengatakan lesunya kondisi pasar membuat banyak pemberi pinjaman mundur. Sementara itu, pembiayaan dari sektor keuangan tradisional juga tidak bisa bergerak cepat untuk masuk ke sektor kripto.

“Icebreaker sudah memiliki pengalaman mumpuni di bidang keuangan dan pasar modal. Sehingga, penyaluran pinjaman untuk sektor infrastruktur keuangan bisa dilakukan dengan percaya diri,” jelas Sid Powell.

Lebih lanjut, dia mengatakan komite investasi akan melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap posisi keuangan dan operasional calon debitur. Hal itu dilakukan untuk bisa memastikan kondisi finansial mereka.

Sid Powell juga mengungkapkan bahwa pinjaman ini sepenuhnya aman karena semua fasilitas dijamin dengan aset yang ada di dunia nyata; yang di dalamnya termasuk rig penambangan, transformator daya, aset infrastruktur lainnya, serta aset digital. Produk yang akan diluncurkan ini juga akan memiliki hak akses kepada debiturnya kelak.

Menyambut kolaborasi ini, CEO Icebreaker, Glyn Jones, menambahkan bahwa diperlukan paket keamanan yang lebih beragam dalam kondisi sekarang, mengingat volatilitas nilai perangkat penambang kripto ASIC.

“Sekarang, pasar sudah semakin matang untuk menghargai bahwa pembiayaan non-sumber daya yang didukung SPV ASIC berpotensi tidak tepat,” ungkap Glyn Jones.

Maple & Icebreaker Bakal Beri Fasilitas Pinjaman dengan Suku Bunga 15% – 20%

Penyaluran fasilitas pinjaman ini akan mematok suku bunga sebesar 15% hingga 20% dengan jangka waktu selama 18 bulan sampai 20 bulan dengan profil risiko rendah. Untuk itu, perusahaan berusaha menggalang dana dengan kriteria investor yang memang sudah terakreditasi dengan imbal hasil yang diharapkan dapat mencapai lebih dari 13%.

Imbal hasil yang bisa didapatkan oleh investor akan berasal dari pembayaran bunga pinjaman dari para debitur. Maple mengakui bahwa ini merupakan kali pertama aset yang ada di dunia nyata dijadikan jaminan untuk penyaluran pinjaman.

Jones menuturkan bahwa Icebreaker dibentuk dengan tujuan meningkatkan efisiensi pasar modal memanfaatkan teknologi berbasis blockchain. Sehingga dalam praktiknya nanti, fasilitas tersebut akan menggunakan on-chain Maple untuk memungkinkan perusahaan menyelaraskan insentif kreditur dan debitur agar dapat mengeksekusi pinjaman secara on-chain.

Keruntuhan Harga Bitcoin Jadi Tantangan

Harus diakui bahwa langkah yang dilakukan oleh Maple dan Icebreaker dalam rencananya untuk menyalurkan pinjaman ke para penambang cukup berani. Pasalnya, di tengah kondisi pasar yang masih bearish seperti sekarang, banyak penambang yang memanfaatkan fasilitas pinjaman untuk mendanai ekspansinya secara agresif guna menghadapi tekanan secara sementara.

Harga Bitcoin sendiri sudah ambruk lebih dari 50% sejak awal tahun ini. Para penambang mengejar jumlah produksi lebih tinggi dengan harapan dapat menjualnya kembali pada harga yang baik saat pasar bullish.

Hal ini menyebabkan tekanan yang luar biasa terhadap kinerja keuangan para penambang. Salah satu lembaga riset, Luxor Technologies, bahkan memperkirakan saat ini terdapat pinjaman yang belum dibayar oleh para penambang sebesar US$3 – US$4 miliar.

Atas demikian, likuidasi aset menjadi hal yang lumrah untuk dilakukan demi membayar kewajiban utang ataupun kontrak lainnya. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga bisa menjadi celah bagi perusahaan penyedia pinjaman untuk masuk dan memberikan pendanaan dengan keterampilan mereka tersendiri tentunya.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.