Bitcoin btc
$ usd

Merosotnya Harga Bitcoin Tidak Memengaruhi Kondisi Fiskal El Salvador

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • El Salvador mengaku tidak mengalami masalah fiskal terkait volatilitas aset kripto yang terjadi belakangan ini.
  • Padahal negara yang dipimpin oleh Presiden Nayib Bukele itu setidaknya sudah memiliki potensi kerugian sekitar US$40 juta.
  • Menteri Keuangan El Salvador mengatakan bahwa US$40 juta tidak mewakili 0,5% dari anggaran umum nasional El Salvador.

Sebagai salah satu negara yang sudah secara resmi menggunakan Bitcoin (BTC) sebagai alat pembayaran sah di negeranya, El Salvador mengaku tidak mengalami masalah fiskal terkait volatilitas aset kripto yang terjadi belakangan ini. Padahal negara yang dipimpin oleh Presiden Nayib Bukele itu setidaknya sudah memiliki potensi kerugian sekitar US$40 juta.

Jumlah itu lebih besar dari utang obligasi El Salvador yang jatuh tempo di bulan Juni ini. Menteri Keuangan El Salvador, Alejandro Zelaya, menuturkan penurunan tajam nilai Bitcoin tidak akan merusak kesehatan fiskal El Salvador. Ditambah lagi, sampai saat ini negara tersebut belum melakukan penjualan atas aset Bitcoin yang sudah dibelinya. Maka dari itu, kerugian yang diinformasikan, menurut Zelaya, tidak terjadi.

“US$40 juta bahkan tidak mewakili 0,5% dari anggaran umum nasional El Salvador,” katanya.

Saat pertama kali mengumumkan bahwa El Salvador akan melegalkan Bitcoin sebagai salah satu legal tender untuk pembayaran dalam negeri, negara tersebut sudah memborong terlebih dulu 200 BTC pertamanya.

Merujuk pada Coinmarketcap, harga BTC di 7 September tahun lalu masih berada di level US$46.811,13 per koin. Namun, jika menilik harga pasar hari ini (14/6), harga Bitcoin sudah merosot ke level US$22.635,65. Artinya, sudah terdapat potensi kerugian akibat amblasnya harga Bitcoin sebesar 51,64%, meskipun bukanlah kerugian yang terealisasi. Sampai saat ini, El Salvador sudah memiliki 2.301 BTC, dengan total nilai pembelian sebesar US$105,6 juta.

El Salvador Tunda Penerbitan Obligasi Bitcoin

Kendati demikian, El Salvador mengakui bahwa volatilitas harga Bitcoin memengaruhi rencana penerbitan surat utang Bitcoin pertamanya yang bernilai US$1 miliar. Zelaya juga menjelaskan bahwa obligasi tersebut tidak jadi diterbitkan di bulan Maret kemarin.

Adapun target baru untuk merilis obligasi Bitcoin itu adalah antara bulan Juni hingga September tahun ini. Zelaya menambahkan, selain karena pergerakan harga BTC yang masih belum jelas, kondisi makro ekonomi yang bergejolak imbas pecah perang antara Rusia dan Ukraina juga menjadi alasannya.

Afrika Tengah dan Proyeksi Bitcoin yang Melambung ke US$100.000 di Akhir Tahun

Meskipun banyak pihak yang meragukan kemampuan keuangan El Salvador lantaran negeri tersebut sudah memasukkan aset digital berisiko tinggi dalam sistem keuangan, nyatanya hal itu tidak membuat negara lain ragu untuk mengadopsi Bitcoin sebagai mata uang sah di negaranya.

Adalah Republik Afrika Tengah yang sudah mengumumkan secara resmi bahwa wilayahnya menggunakan Bitcoin sebagai alat pembayaran yang sah di dalam negeri. Presiden Republik Afrika Tengah, Faustin-Archange Touadera, meresmikannya dengan memberlakukan Undang-Undang yang menjadikan Bitcoin sebagai mata uang resmi bersama Franc CFA.

Meski begitu, aksi yang dilakukan oleh Republik Afrika Tengah itu dikatakan memiliki unsur politis yang kuat, yakni untuk memutus ketergantungan dengan Prancis.

Setelah resmi menggunakan Bitcoin, Republik Afrika Tengah juga berniat menjadikan wilayahnya sebagai hub bagi aset kripto yang diakui secara hukum. Selain itu, mirip dengan El Salvador, Republik Afrika Tengah juga berniat membangun pulau kripto yang juga akan menjadi pulau pertama di metaverse yang didukung oleh pulau asli di dunia nyata. Pulau tersebut rencananya akan dinamakan Sango.

Untuk mendukung percepatan adopsi kripto di Afrika Tengah, Anggota Parlemen Republik Afrika Tengah, Jean Galvanis Ngassiyombom, mengatakan, negaranya telah menandatangani kesepakatan dengan Kamerun untuk berbagi jaringan serat optik di tahun 2023.

Meskipun sampai sekarang infrastruktur teknologi belum siap, Ngassiyombom optimistis bahwa Afrika Tengah akan langsung siap ketika teknologi itu tersedia.

“Undang-Undang Bitcoin adalah bentuk dari antisipasi pengaplikasian teknologi tersebut,” jelasnya

Terlepas dari ketidak percayaan pasar terhadap pergerakan Bitcoin, PricewaterhouseCooper (PwC) dalam riset 4th Annual Global Crypto Hedge Fund Report 2022 menyebutkan bahwa mayoritas hedge fund atau sekitar 42% percaya bahwa Bitcoin akan melesat ke level US$75.000 hingga US$100.000 di akhir tahun ini. Sementara, 35% lainnya memprediksi bahwa Bitcoin akan berada di rentang harga US$50.000 sampai US$75.000 per koin.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori