Bitcoin btc
$ usd

Harga Kripto Masih Liar, El Salvador Kembali Tunda Penerbitan Obligasi Bitcoin

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • El Salvador kembali menunda rencananya untuk menerbitkan obligasi Bitcoin, karena melihat kondisi pasar kripto yang masih belum kondusif.
  • Dengan begitu, artinya rencana El Salvador membangun kota Bitcoin pun terpaksa harus tertunda juga.
  • Meski kondisi pasar kripto masih cukup liar beberapa waktu terakhir, El Salvador justru baru menambah simpanan Bitcoin mereka di awal Mei kemarin.

El Salvador, negara pertama di dunia yang mengadopsi aset kripto sebagai legal tender, kembali menunda rencana penerbitan obligasi Bitcoin. Volatilitas harga Bitcoin yang masih belum menentu menjadi alasan bagi negeri tersebut untuk menahan ambisinya.

Jika jadi dirilis, instrumen keuangan tersebut akan menjadi obligasi Bitcoin pertama di dunia yang dijual. Menteri Keuangan El Salvador Alejandro Zelaya mengatakan selain karena pergerakan harga BTC yang masih belum jelas, kondisi makro ekonomi yang bergejolak imbas dari pecah perang antara Rusia dan Ukraina juga menjadi alasannya.

“Harga Bitcoin terus terganggu oleh perang di Ukraina. Dalam jangka pendek variasi harganya kontan, namun dalam jangka panjang harganya akan kembali naik,” katanya.

Artinya, rencana pembangunan kota Bitcoin pertama di dunia juga mundur. Padahal niatan untuk mendapatkan dana segar dari penjualan obligasi bitcoin sudah direncanakan sejak November tahun lalu.

Penundaan ini juga bukanlah kali pertama yang terjadi. Sebelumnya, obligasi tersebut ditargetkan meluncur pada pertengahan Maret kemarin. Namun, kemudian batasan targetnya diperpanjang mulai dari Juni hingga September.

Harga Bitcoin (BTC) sendiri, berdasarkan Coinmarketcap, pada hari ini berada di level US$29.790 per keping. Setahun yang lalu, harga BTC masih bertengger di angka US$39.209. Artinya harga jawara aset kripto tersebut sudah merosot sekitar 24,02%. Sementara, jika dibandingkan dengan harga BTC di 1 Juni kemarin, penurunannya mencapai 6,61% dari US$31.792,55.

Moody’s Turunkan Peringkat Kredit El Salvador

Aksi El Salvador yang bersikukuh untuk tetap menerbitkan obligasi Bitcoin dipandang membahayakan kondisi keuangan negaranya. Pasalnya, negara yang dipimpin oleh Presiden Nayib Bukele itu tengah menghadapi utang jatuh tempo sebesar US$800 juta yang harus dibayarkan pada Januari tahun depan.

Lembaga pemeringkat kredit Moody’s, pada 4 Mei lalu, menurunkan rating kredit El Salvador menjadi Caa3, dari sebelumnya Caa1. Kemampuan bayar El Salvador diragukan lantaran negeri tersebut memiliki utang luar negeri dalam jumlah besar dan ketergantungan pada utang domestik dalam jangka pendek.

Moody’s memperkirakan El Salvador bakal mengalami kesenjangan pendanaan sekitar 1% dari produk domestik bruto (PDB). Hal itu terjadi karena pemerintah bersikap untuk menutupi kebutuhan pembiayaan yang setara dengan 16,2% dari PDB.

Di tengah tumpukan utangnya, El Salvador masih terus mengoleksi Bitcoin untuk memperkuat pendanaan. Bukele mengumumkan bahwa negeri tersebut membeli 500 BTC di 9 Mei silam. Mengacu pada Coinmarketcap, harga BTC di periode tersebut berada di level US$39.695,75. Jika dibandingkan dengan harga BTC pada saat penulisan di level US$29.686, maka artinya potensi kerugian dari penyusutan harga BTC yang harus dialami El Salvador mencapai 25,21%.

Merujuk pada data di atas, dapat disimpulkan bahwa saat pembelian di 9 Mei El Salvador harus merogoh kocek sebesar US$19.847.875 untuk mendapatkan 500 BTC. Kini, untuk 500 BTC dihargai di kisaran US$14.843.000.

Sampai saat ini, diperkirakan El Salvador telah menghabiskan dana lebih dari US$100 juta untuk membeli bitcoin.

Ini Alasan El Salvador Ngotot Adopsi Bitcoin

Ternyata, ada alasan kuat mengapa Presiden Nayib Bukele giat mengadopsi Bitcoin. Salah satunya dipicu oleh sulitnya masyarakat untuk mendapatkan akses perbankan.

Menteri Kebudayaan dan juga Kepala Kongres Nasional El Salvador, Suecy Callejas, mengatakan bahwa 70% masyarakat di El Salvador tidak memiliki akses ke sistem perbankan. Namun, lebih dari setengah populasi memiliki ponsel pintar.

Sehingga, adopsi Bitcoin harus terus dilakukan untuk bisa meningkatkan inklusi keuangan. Selain itu, penggunaan teknologi Bitcoin juga terus dilakukan, karena mahalnya biaya transfer uang. Dengan Bitcoin, proses pengiriman uang menjadi jauh lebih cepat dan efisien.

“Ekonomi El Salvador bergantung pada pengiriman uang oleh para pekerja dari luar negeri, nilainya mencapai seperempat dari PDB. Sementara masyarakat kehilangan hampir 20% dari uangnya untuk memenuhi biaya transfer,” pungkasnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori