Apakah MicroStrategy dan Saylor Benar untuk Menjual Sebagian Bitcoin? Perdebatan Mengenai Maksimalisme

  • Strategy menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta antara 26 hingga 31 Mei, menandai penjualan Bitcoin pertamanya sejak siklus pasar 2022.
  • Analis bullish melihat langkah ini sebagai strategi, memuaskan lembaga pemeringkat kredit dan memungkinkan pembelian kembali Bitcoin yang lebih besar.
  • Suara-suara bearish berpendapat bahwa penjualan ini merusak citra diamond hands milik Strategy dan bisa membuka jalan bagi penjualan yang lebih besar di bawah tekanan keuangan di masa depan.
Promo

Strategy (dulu MicroStrategy), perusahaan pemilik Bitcoin terbesar di dunia, telah menjual 32 BTC senilai sekitar US$2,5 juta antara 26 hingga 31 Mei. Penjualan ini menjadi penjualan aset kripto pertama mereka sejak 2022. Meski BTC yang dijual hanya mewakili 0,004% dari seluruh cadangan perusahaan, langkah ini punya makna simbolis bagi para Bitcoin maksimalis dan juga para penentang Bitcoin.

Kami mengulas apa yang sebenarnya terjadi, siapa saja yang membela keputusan ini, dan analis yang melihat sinyal peringatan nyata dari aksi ini.

Disponsori
Disponsori

Apa Arti Penjualan Bitcoin oleh MicroStrategy Sebenarnya?

Strategy mengungkapkan transaksi ini lewat laporan Form 8-K, dengan penjelasan bahwa hasil penjualannya digunakan untuk mendanai pembagian saham preferen. Angka-angka berikut memberikan gambaran yang lebih jelas tentang keputusan ini.

Walau melakukan penjualan tersebut, Strategy masih memegang 843.706 BTC dengan nilai lebih dari US$60 miliar, dengan biaya rata-rata akuisisi sebesar US$75.699 per koin.

Penjualan 32 BTC ini mewakili kurang dari 0,004% dari seluruh cadangan. Tapi beban simboliknya sangat kuat, sebab Michael Saylor telah membangun citra perusahaan dengan strategi akumulasi Bitcoin yang agresif, konsisten, dan sikap publik “tidak akan pernah menjual”.

Ikuti kami di X untuk update berita terbaru secara real time

Transaksi ini memberikan nuansa baru pada narasi yang selama bertahun-tahun tidak berubah. Pasar kini dihadapkan pada pilihan: Apakah Strategy tetap dianggap sebagai proksi murni Bitcoin, atau seperti perusahaan publik pada umumnya yang harus menyeimbangkan banyak kewajiban keuangan nyata?

Pertanyaan ini memicu perdebatan di komunitas kripto. Penjualan yang jumlahnya kecil ini dianggap oleh sebagian analis sebagai langkah strategis yang cerdas, sedangkan bagi yang lain justru sebagai retakan pertama pada posisi maksimalis yang sebelumnya sangat kuat di perusahaan tersebut.

Mengapa Sejumlah Pakar Melihat Penjualan Ini Sebagai Sinyal Bullish

Beberapa analis ternama menganggap langkah ini tidak begitu berpengaruh, bahkan justru positif secara diam-diam untuk Bitcoin dan saham Strategy menjelang fase siklus berikutnya.

Disponsori
Disponsori

Zynx meremehkan berita inimenyanggah FUD yang beredar sejak awal dan menyatakan bahwa ia tetap bullish pada MSTR meski ada gelombang informasi salah setelah pengumuman tersebut.

“Aku sudah bisa melihat misinformasi dan FUD tentang Saylor yang disebut ‘terpaksa jual’. Aku tetap bullish pada $MSTR,” komentar Zynx.

Michaël van de Poppe menggambarkan penjualan ini sebagai penyelesaian ketidakpastian yang selama ini membayangi pasar. Dia berpendapat, FUD terkait penjualan Bitcoin oleh Saylor kini telah usai, yang menurutnya adalah sinyal bullish secara struktur.

Sementara itu, Against Wall Street memberikan analisis strategi yang lebih dalam. Mengacu pada komentar Saylor sebelumnya, analis ini menyebut penjualan 32 BTC bersifat simbolis, yang tujuannya untuk memuaskan lembaga pemeringkat kredit, dan nantinya akan membuka peluang pembelian kembali Bitcoin dalam jumlah besar pada waktu mendatang.

“Kalau ini soal ambil untung, mereka pasti jual lebih banyak, apalagi posisi mereka sudah jauh untung. Ini bukan aksi ambil untung. Ini simbolis. Langkah terukur untuk membuat lembaga pemeringkat kredit senang sambil tetap all-in ke Bitcoin. Ini catur, bukan dam-daman,” papar Against Wall Street.

Pernyataan tersebut merangkum pandangan para bull: “Catur, bukan dam-daman.” Menurut kelompok ini, Strategy sedang menjalankan strategi jangka panjang di mana aksi jual taktis kecil justru melindungi mesin akumulasi besar perusahaan.

Telcier meminta pasar untuk tetap berpikir jernih, menyebut 0,0037% dari posisi itu pada dasarnya tidak berarti apa-apa. Sementara itu, ImCryptOpus menganggap penurunan harga yang muncul sebagai peluang akumulasi yang cerdas baik bagi trader ritel maupun institusi.

Jack pun menyuarakan pandangan bullish jangka panjang. Ia menjelaskan, penjualan selektif guna mendanai dividen dapat memperkuat kepercayaan pada instrumen keuangan Strategy, dan pada akhirnya membantu menambah jumlah akumulasi Bitcoin bersih pada setiap siklusnya.

Bersama-sama, para analis ini berpendapat bahwa penjualan ini sejalan dengan strategi treasury yang sudah dikomunikasikan sebelumnya. Menurut mereka, langkah ini menunjukkan kecanggihan keuangan, bukan kehilangan keyakinan terhadap Bitcoin sebagai aset penyimpan nilai jangka panjang.

Mengapa Analis Lain Melihat Sinyal Peringatan

Kelompok yang bearish tidak menyoroti besar penjualannya, melainkan makna di balik perubahan disiplin Strategy. Bagi para analis seperti Peter Schiff, penentang Bitcoin dan “Gold Bug”, preseden yang tercipta jauh lebih penting dibanding jumlah dolarnya.

“Pekan lalu $MSTR menjual 32 Bitcoin senilai sekitar US$2,5 juta di harga rata-rata US$77.135. Karena pembeli Bitcoin terbesar kini jadi penjual, dari mana datangnya permintaan baru untuk menjaga keberlanjutan piramidanya? Bitcoin sudah di bawah US$72K, turun sekitar 7% dari harga jual @Saylor,” ucap Schiff.

0xNobler bereaksi dengan lugas, memperingatkan bahwa perusahaan telah mulai melikuidasi Bitcoin dan langkah ini “tidak terlihat baik untuk kripto.” Pernyataannya mencerminkan kekhawatiran besar yang dirasakan banyak maximalist saat pengumuman tersebut.

Sementara itu, DeFiTracer mengungkapkan nada serupa, menyebut penjualan bersejarah pertama Strategy sangat buruk bagi pasar. Argumennya lebih berfokus pada risiko sentimen, bukan pada tekanan jual yang sebenarnya dihasilkan dari transaksi itu sendiri.

Crypto McKenna sudah menyoroti risiko ini sebelumnya. Ia menjelaskan bahwa Strategy telah beralih dari tidak pernah menjual Bitcoin menjadi menjual sebagian BTC untuk memastikan kewajiban dividen selalu terpenuhi di setiap siklus modal ke depan.

“MSTR telah beralih dari tidak pernah menjual Bitcoin menjadi menjual sebagian Bitcoin agar kewajiban dividen untuk STRC selalu terpenuhi. Saylor pada dasarnya membuka posisi perp dengan leverage rendah pada BTC dan membayar funding agar posisi tersebut tetap berjalan. STRC hanya akan jadi ponzi jika modal yang didapat dari penerbitan STRC digunakan kembali untuk menutupi kewajibannya sehingga MSTR bisa saja menjual lebih dari US$1 miliar BTC agar punya saldo kas yang cukup untuk membayar dividen”, ungkap Crypto McKenna .

Masalah utamanya adalah persepsi. Cara pasar menafsirkan perubahan ini bisa jauh lebih buruk dari dampak sebenarnya, terutama jika kewajiban preferred stock mengharuskan penjualan tambahan di beberapa kuartal mendatang.

Tradinglord juga menyuarakan kekhawatiran bearish tentang preseden tersebut. Begitu sebuah perusahaan publik mulai melakukan penjualan untuk memenuhi komitmen keuangan, pintu terbuka lebar ke arah potensi penjualan yang lebih besar jika kondisi memburuk.

Pihak yang mengkritik berpendapat bahwa meskipun penjualannya sangat kecil, hal itu tetap mengikis etos diamond hands yang jadi ciri khas Strategy dan menginspirasi ribuan investor ritel selama berbagai siklus sebelumnya. Pergeseran budaya ini membawa dampak nyata.

Perbedaan ini mencerminkan ketegangan yang lebih dalam. Analis bullish menganggap Bitcoin sebagai aset treasury yang dikelola secara aktif. Sedangkan pihak bearish melihatnya sebagai penyimpan nilai absolut yang tidak boleh disentuh sama sekali, meski ada kewajiban dividen.

Dengan 843.706 BTC yang masih tercatat di neraca, posisi Bitcoin Strategy tetap sangat kuat. Namun, bagaimana perusahaan mengelola kewajiban ke depan sepertinya akan mempengaruhi cara pasar memandang setiap strategi Bitcoin korporasi ke depannya.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori