Kenalkan Game Web3 Non-P2E, Mythic Protocol: Retainer Academy Mulai Lakukan Uji Coba Publik

Diperbarui oleh Lynn Wang
Ringkasan
  • Mythic Protocol, pengembang game web3 Indonesia, memulai tahap uji coba publik untuk game terbarunya.
  • Uji coba publik tersebut tersedia melalui platform Mythic Protocol: Retainer Academy.
  • Uniknya, mereka perkenalkan konsep game web3 non-P2E yang mengutamakan pengalaman gamer dalam bermain.

Mythic Protocol, proyek game berbasis web3 asal Indonesia, baru saja memulai tahap uji coba publik untuk game terbarunya, yaitu Mythic Protocol: Retainer Academy.

Bila pada umumnya game web3 mengandalkan konsep play-to-earn (P2E), lain halnya dengan aksi Mythic Protocol yang kali ini justru mengesampingkan hal tersebut dan mengedepankan pengalaman para gamer dalam permainan.

Langkah yang tergolong langka dalam industri game berbasis blockchain ini sengaja dilakukan agar bisa membangun hubungan yang lebih mendalam kepada para gamer. Alih-alih memberikan layanan yang membuat penggunanya bisa mendapatkan ‘keuntungan’ melalui non-fungible token (NFT), Mythic Protocol memilih untuk mengembangkan bisnis lisensi game besutannya tanpa melakukan penjualan NFT terlebih dahulu.

“Kami ingin memanfaatkan aspek ownership dari teknologi web3, yang mana pemain dapat menggunakan karakter milik mereka di seluruh game kami nantinya,” terang Dave Fabrian, Marketing Director Mythic Protocol, saat dijumpai oleh redaksi BeInCrypto di sela-sela perhelatan Coinfest Asia 2022.

Mengutamakan Kualitas Game dan Kenyamanan Pemain

Dalam Mythic Protocol: Retainer Academy, platform tersebut mengedepankan protokol proof of concept, ketika uji coba dilakukan para penonton dan gamer bisa masuk ke dalam posisi followers Mythic Protocol yang sampai saat ini masih bersifat rahasia.

Game Product Manager Mythic Protocol, Kristian Utomo, mengatakan bahwa uji coba akses publik Mythic Protocol: Retainer Academy merupakan bagian dari rangkaian latihan validasi produk yang akan dilakukan oleh tim.

“Untuk meningkatkan aspek replay-ability dalam playtest, Mythic Protocol juga menambahkan fitur co-op untuk multiplayer yang bisa digunakan oleh para gamer,” jelas Kristian Utomo dalam keterangan tertulis.

Preview Mythic Protocol: Retainer Academy
Preview Mythic Protocol: Retainer Academy | Sumber: Dokumentasi Mythic Protocol

Kemudian, Kristian juga menambahkan bahwa melalui proyek ini, Mythic Protocol ingin menghadirkan sensasi dan pengalaman yang memuaskan bagi pengguna dari sisi visual maupun audio.

“Tanda visual dan audio yang memuaskan dari tembakan benar-benar bertenaga, atau ‘kekacauan’ memuaskan yang dihasilkan dari kombinasi upgrade yang tepat, itulah inti dari Mythic Protocol Rogue-lite shooter yang ingin kami tunjukkan di sini,” imbuhnya.

Senada dengan Kristian, Dave juga mengatakan bahwa saat ini Mythic Protocol benar-benar berfokus dengan kualitas permainan yang mereka sajikan.

“Kami mengutamakan kenyamanan pemain dan kualitas game. Apakah game kami mudah dimainkan atau tidak, sudah bagus atau tidak, dan hal lainnya yang berkaitan dengan user experience,” tuturnya.

Mythic Protocol Tetap Akan Gunakan NFT

Meskipun game dengan genre Role Playing Game (RPG) besutan Mythic Protocol ini akan menawarkan konsep game yang berbeda dengan P2E, bukan berarti mereka tidak akan menyentuh NFT sebagai pengembangan bisnisnya. Sebab, bagaimanapun membicarakan web3 tidak bisa dilepaskan dari pemanfaatan aset digital.

Kepada BeInCrypto, Kenichi Edbert Yauwanta, Head of Community & Partnership Mythic Protocol, menjabarkan, “Aset yang sudah pasti akan bisa dijual dan digunakan sebagai aset NFT di dalam game nantinya adalah ‘Agent’, [yaitu] karakter yang dikontrol di dalam game-nya. Ini adalah aset NFT yang sudah pasti bisa dipakai, serta buy, sell, and trade.”

Nantinya, setiap pemain bisa menjual NFT yang mereka miliki dengan para gamer lain untuk mendapatkan pengalaman berbeda. Selain itu, setiap transaksi akan berjalan dengan aman karena divalidasi menggunakan blockchain.

“Melalui keberadaan aset kripto dan blockchain dalam lingkup web3, setiap pemain dapat menikmati gameplay terdesentralisasi tanpa bergantung pada platform apa pun. Game web3 dirancang dengan sistem ekonomi terdepan,” ungkap tim Mythic Protocol.

Kendati demikian, pihak Mythic Protocol mengaku bahwa aspek earning bukanlah menjadi fokus utama mereka sekarang ini. Mereka ingin memastikan kualitas permainannya terlebih dahulu, sebelum merumuskan sistem ekonomi game Mythic Protocol lebih lanjut.

Game Web3 Tidak Selalu Soal Uang

Visi yang diusung oleh Mythic Protocol ini nampaknya selaras dengan penelitian dari Chainplay. Data yang dirilis oleh Chainplay menyebutkan bahwa dalam beberapa masa yang akan datang, para gamer tidak lagi memikirkan tentang apa yang akan mereka dapatkan dalam permainan. Entah apakah itu NFT ataupun token kripto lain yang kemudian bisa dijual di pasaran.

Namun, lebih dari itu, para gamer akan kembali ke akarnya, yaitu bermain game untuk mendapatkan hiburan yang menyenangkan. Dari data tersebut terungkap bahwa pengembang game sudah harus bisa menyajikan game yang mampu memikat penggunanya secara utuh.

“Sebanyak 81% investor GameFi memprioritaskan faktor kesenangan daripada pendapatan dalam hal proyek GameFi di masa depan,” tulis riset tersebut.

Pasalnya, inti dari video game, baik itu GameFi maupun game konvensional, adalah untuk menciptakan pengalaman positif. Penghasilan seharusnya menjadi tujuan sekunder, bukan tujuan utama.

Namun, harus diakui, untuk saat ini mayoritas gamer menjadikan penghasilan sebagai tujuan utama. Data menyebutkan, sekitar 51% responden mengatakan alasan utama untuk menjajal GameFi adalah demi mendapatkan keuntungan.

Sementara itu, 19% dan 18% responden lainnya masing-masing menjawab karena rasa penasaran dan memang memiliki minat terhadap jenis game yang ditawarkan.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.