Lihat lebih banyak

Nama Binance Terseret dalam Kasus yang Menimpa Bitzlato

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Menurut FinCEN, Binance terseret masuk dalam daftar salah satu mitra penerima dan pengirim yang terkait dengan Bitzlato.
  • Menanggapi hal tersebut, pihak Binance mengklaim bersedia untuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam proses penyelidikan.
  • Baru-baru ini, crypto exchange Bitzlato ramai menjadi bahan perbincangan karena dituduh oleh otoritas Amerika Serikat telah memproses uang haram lebih dari US$700 juta.
  • promo

Binance, crypto exchange terbesar di dunia, ikut disebut sebagai ‘rekanan’ Bitzlato. Crypto exchange yang terdaftar di Hong Kong dan kurang dikenal itu saat ini sedang ramai diperbincangkan karena dituduh oleh otoritas Amerika Serikat (AS) memproses uang haram lebih dari US$700 juta.

Menurut Jaringan Penegakan Kejahatan Keuangan dari Departemen Keuangan AS (FinCEN), Binance terseret karena masuk dalam daftar salah satu mitra penerima dan pengirim yang terkait dengan Bitzlato.

Kira-kira dua pertiga dari rekanan penerima dan pengirim teratas Bitzlato dikaitkan dengan marketplace darknet atau penipuan. Misalnya, rekanan penerima teratas Bitzlato, dengan jumlah total Bitcoin yang diterima antara Mei 2018 dan September 2022 adalah Binance, marketplace darknet Hydra yang terhubung dengan pihak Rusia, dan dugaan skema ponzi yang berbasis di Rusia yang disebut TheFiniko.

Selama periode yang sama, 3 mitra mengirim teratas Bitzlato adalah Hydra, Local Bitcoins, dan TheFinko.

Merespon hal ini, pihak Binance mengatakan, “Kami dengan senang hati telah memberikan bantuan substansial kepada mitra penegak hukum internasional untuk mendukung penyelidikan ini. Hal ini menunjukkan komitmen Binance untuk bekerja sama dengan mitra penegak hukum di seluruh dunia.”

Makin Ekspansif, Binance Kantongi Izin Operasional di Abu Dhabi

Bitzlato Berperan dalam Praktik Pencucian Uang

FinCEN pada hari Rabu (18/1) secara resmi menyebut Bitzlato sebagai ‘masalah pencucian uang utama’, karena terlibat atau memfasilitasi kegiatan terlarang dan memutus mereka dari sistem keuangan internasional.

Lembaga AS ini ‘memberikan perintah’ untuk berusaha melarang pengiriman dana yang melibatkan Bitzlato oleh lembaga keuangan domestik mana pun atau semua lembaga keuangan, karena Bitzlato memiliki peran kunci dalam menangani transaksi terlarang untuk pelaku ransomware di Rusia.

Perintah itu berlaku mulai 1 Februari 2023. Hal ini dilakukan demi memastikan implementasi yang tertib dan cara untuk mengatasi ancaman yang ditimbulkan Bitzlato secara memadai.

“Selain menerima hasil ransomware, aktivitas transaksional penerimaan dan pengiriman Bitzlato menunjukkan ‘hubungan yang signifikan’ dengan rekanan terkait, bersama dugaan aktivitas terlarang lainnya, seperti marketplace darknet dan penipuan yang terkait dan beroperasi di Rusia,” jelas pihak FinCEN.

Ancaman bagi Mereka yang Terlibat dalam Praktik Terlarang

Bitzlato Pencucian Uang Money Laundering AML Kripto

Adapun Anatoly Legkodymov, yang merupakan warga Rusia dan eksekutif senior Bitzlato, ditangkap di Miami, AS, pada hari Selasa (17/1) kemarin.

Bitzlato dinilai melakukan bisnis pengiriman uang yang mengangkut dan mengirimkan dana ilegal serta gagal memenuhi perlindungan peraturan AS, termasuk persyaratan anti-pencucian uang (AML).

Jaksa Penuntut AS, Breon Peace, mengatakan bahwa lembaga yang memperdagangkan kripto seperti Bitzlato tidak kebal hukum dan pemiliknya tidak berada di luar jangkauan mereka.

“Seperti yang diduga, Bitzlato menjual dirinya kepada penjahat sebagai crypto exchange yang meraup simpanan senilai ratusan juta dolar AS (USD),” kata Peace.

Bitzlato digambarkan oleh penegak hukum AS sebagai mesin pencuci uang yang berbasis di Cina yang memicu poros kejahatan kripto berteknologi tinggi.

Tindakan dari penegak hukum AS ini mengirimkan pesan jelas, “Apakah Anda melanggar hukum kami dari Cina atau Eropa, atau menyalahgunakan sistem keuangan kami dari pulau tropis, Anda akan menjawab kejahatan Anda di dalam ruang sidang AS.”

Sementara itu, pihak FBI yang berpartisi dalam hal ini menegaskan bahwa mereka akan terus mengejar aktor yang berusaha menutupi aktivitas kriminal di balik keyboard hingga menggunakan sarana seperti kripto untuk menghindari penegak hukum.

“Kami bersama mitra dalam negeri dan internasional kami akan bekerja tanpa henti untuk mengganggu dan membongkar perusahaan kriminal semacam ini. Penangkapan ini seharusnya menjadi pengingat bahwa FBI akan membebankan risiko dan konsekuensi pada mereka yang terlibat dalam aktivitas ini,” tegas Asisten Wakil Direktur FBI, Brian C. Turner.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori