Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Kementerian Keuangan AS menjatuhkan sanksi terhadap 10 target pada hari Rabu. Mereka terkait dengan skema jackpotting ATM yang dijalankan oleh Tren de Aragua (TdA).
Jaringan tersebut diduga mencuci uang hasil curian lewat aset kripto, selain melalui jalur lain. Aksi ini juga mencantumkan 7 alamat kripto milik pemimpin utama “Prometheus,” buronan paling dicari FBI, dan para rekannya.
Mengenal Dugaan Skema Jackpotting ATM Milik Tren de Aragua
TdA berasal dari Venezuela, dan Departemen Luar Negeri AS telah menetapkannya sebagai Organisasi Teroris Asing pada bulan Februari 2025. Menurut Treasury, penipuan ATM sekarang menjadi sumber pendapatan utama bagi kelompok ini.
Serangan jackpotting memanfaatkan malware supaya ATM mengeluarkan uang tunai tanpa mengurangi saldo rekening mana pun. Catatan pengadilan di Nebraska menyebutkan strain malware bernama Ploutus, yang akan menghapus dirinya sendiri setiap selesai digunakan melakukan serangan.
Treasury mengidentifikasi Prometheus sebagai Anibal Alexander Canelon Aguirre, yang diduga menjadi otak dari malware tersebut. Namanya masuk dalam daftar Sepuluh Buronan Paling Dicari oleh FBI dan ia menghadapi tuntutan hukum di pengadilan federal Nebraska.
Treasury menyebutkan kerugian di AS yang dilaporkan akibat dugaan serangan jackpotting telah mencapai US$40,73 juta per Agustus 2025. Jumlah ini berasal dari lebih dari 1.500 kejadian.
OFAC juga secara terpisah memberikan sanksi kepada Juan Gabriel Rivas Nunez, salah satu pimpinan senior TdA yang terhubung dengan pertambangan emas ilegal.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Keterkaitan Wallet yang Disanksi dengan Jaringan Pencucian Uang Lebih Besar
Menurut TRM Labs, masing-masing dari 7 alamat tersebut merupakan rekening deposit pada exchange terpusat. Mulai Maret 2022, akun-akun ini menerima sekitar US$6,1 juta, meski TRM menekankan tidak semua dana tersebut pasti berasal dari hasil jackpotting.
Alamat-alamat ini juga mengirim dana ke wallet lain yang terhubung dengan TdA. Selanjutnya, wallet tersebut memindahkan sekitar US$35 juta ke jaringan yang menurut otoritas AS terkait dengan Jorge Figueira. Figueira, warga negara Venezuela, didakwa mencuci sekitar US$1 miliar dan belum dinyatakan bersalah oleh pengadilan.
Secara terpisah, Chainalysis menemukan bahwa pihak terkait wallet-wallet ini juga memiliki keterkaitan dengan jaringan pencucian uang yang digunakan oleh kartel Kolombia dan Meksiko. Kaitlin Martin, Senior Intelligence Analyst di Chainalysis, menggambarkan polanya.
“Temuan on-chain menunjukkan organisasi kriminal memanfaatkan infrastruktur yang sama untuk pencucian uang,” papar Martin .
Chainalysis menambahkan bahwa jaringan-jaringan ini sangat bergantung pada stablecoin. Tether sebelumnya telah membekukan saldo Tether (USDT) di beberapa wallet yang terhubung ke alamat yang kini dijatuhi sanksi.
Karena OFAC menggunakan Executive Order (E.O.) 13224, institusi keuangan asing yang dengan sadar menangani transaksi signifikan untuk pihak-pihak yang ditunjuk berisiko kena sanksi sekunder. Sementara itu, TRM menyebut exchange yang menampung semua 7 alamat tersebut mungkin saja dapat mengidentifikasi siapa pemilik asli tiap akun tersebut.
Langganan channel YouTube kami untuk menyimak wawancara pakar dan jurnalis terbaik









