Penolakan terhadap data center telah menghambat atau menunda 45 proyek di Amerika Serikat senilai US$68 miliar antara bulan April dan Juni, menurut kelompok riset Data Center Watch.
Sentimen publik semakin memburuk, sedangkan lembaga legislatif negara bagian kini mulai memberlakukan moratorium konstruksi baru dan aturan yang lebih ketat.
30 Legislatif Negara Bagian Bergerak Atur Data Center
Sekitar 30 lembaga legislatif negara bagian memperkenalkan atau mengadopsi langkah terkait lokasi pembangunan, listrik, dan air, terang Watch. Banyak komunitas kini bergerak duluan sebelum pengembang mengajukan izin.
Laju gangguan sudah menurun dibanding awal tahun ini. Perusahaan tersebut mencatat ada 75 proyek yang terhambat atau tertunda dengan nilai sekitar US$130 miliar antara Januari dan Maret.
Meski begitu, 45 proyek tersebut sudah mencakup lebih dari separuh semua pengembangan besar baru yang tercatat pada kuartal tersebut. Kondisi ini justru menjadikan para Bitcoin miner sebagai tuan tanah yang tidak terduga karena lokasi listrik yang sudah berizin milik mereka termasuk salah satu dari sedikit tempat di mana pengembang artificial intelligence (AI) dapat langsung beroperasi tanpa harus menunggu bertahun-tahun untuk terhubung ke jaringan listrik.
Menariknya, jumlah kelompok penentang aktif kini mencapai 843 di 49 negara bagian, hanya Hawaii yang tidak termasuk. Aksi organisasi daring makin memperbesar tekanan. Salah satu petisi di Tennessee bahkan mendapat lebih dari 500.000 tanda tangan di Change.org.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Analis utama Miquel Vila menuturkan gerakan ini terus meluas.
“Kelompok baru terus bermunculan, penolakan muncul di berbagai negara bagian dan yurisdiksi, serta jumlah tanda tangan petisi daring terus meningkat,” ujar Vila.
Gerakan Penolakan Menyebar ke Luar Negeri
Perusahaan juga mencatat protes di luar AS untuk pertama kalinya dalam dua tahun pemantauan. Kampanye penolakan sudah bermunculan di Eropa, Australia, dan Afrika Selatan. Para penggeraknya memperjuangkan isu yang sama dengan komunitas di Amerika.
Gedung Putih menganggap perlawanan ini sebagai masalah politik, bukan sekadar soal perencanaan. Presiden Donald Trump mengatakan kepada komunitas bahwa menolak data center justru akan membuat mereka tertinggal dan tetap miskin.
Pada 14 September, ia bahkan menyebut peringatan tentang artificial intelligence sebagai tipuan. Tekanan tersebut kini juga mulai tercermin di dokumen perusahaan kepada investor.
Anthropic akan menyebut permusuhan publik terhadap AI dan data center sebagai salah satu risiko dalam prospektus IPO-nya, menurut laporan media. Data pada kuartal selanjutnya akan menjawab satu pertanyaan penting: apakah semakin sedikit komunitas yang melawan, atau memang semakin sedikit proyek yang lolos ke tahap di mana warga bisa menolak.
Langganan kanal YouTube kami untuk mendapatkan pandangan mendalam dari pemimpin dan jurnalis ahli









