Presiden Donald Trump meminta masyarakat Amerika untuk berhenti menolak proyek data center. Dalam tulisannya di Truth Social pada hari Senin, ia memperingatkan bahwa kota-kota yang menolak proyek tersebut akan menjadi tertinggal dan miskin.
Partai Republik kini menghadapi kemarahan pemilih yang meningkat terkait pembangunan data center menjelang pemilu paruh waktu bulan November.
Trump Sebut Data Center sebagai Emas Bertelur
Trump menggambarkan pembangunan data center ini sebagai hadiah ekonomi nasional. Kota-kota yang menerima fasilitas tersebut akan mendapatkan lapangan kerja dan pajak yang lebih rendah, tutur dia. Daerah pesaing siap menyerap proyek yang ditolak itu.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Sementara itu, berbagai proyek artificial intelligence (AI) kini menghadapi penolakan di wilayah yang dipimpin baik oleh Partai Republik maupun Demokrat. Penduduk menyebut kenaikan tagihan listrik, konsumsi air, dan beban pada jaringan listrik lokal sebagai alasan utama.
Pejabat pemerintah sudah mengambil langkah berupa penghentian sementara izin dan bahkan pelarangan. Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro memperketat aturan peninjauan untuk proyek besar.
Gubernur Texas Greg Abbott menghentikan sementara sambungan grid baru sambil menunggu audit. Negara bagian New York menetapkan pembekuan data center hyperscale secara nasional pada bulan Juli.
Sebuah ulasan Heatmap Pro menemukan bahwa lebih dari 500 wilayah dan kota telah membatasi atau bahkan memblokir gedung data center baru hingga akhir Juli. Trump menyebut perlawanan itu sebagai hadiah untuk Beijing.
“Kabar baiknya, masih banyak tempat lain yang menginginkannya. Jika kita membunuh Emas Bertelur, kalian hanya bisa menyalahkan diri sendiri. Cina sangat bahagia dengan gerakan anti-Data Center ini. Sebenarnya, mereka tidak percaya ini benar-benar terjadi!” ucapnya.
Sanders Tolak Cara Pandang Trump saat Kekhawatiran GOP Meningkat
Senator Bernie Sanders menanggapi di X. Politisi independen dari Vermont itu menuturkan para penolak data center hanyalah membela komunitasnya, bukan memilih kemiskinan.
“Tidak, Pak Presiden, 75% masyarakat Amerika yang menolak data center di komunitasnya tidak ingin menjadi ‘tertinggal dan miskin.’ Mereka hanya ingin masa depan yang layak bagi diri mereka, anak-anak mereka, dan komunitasnya… Mereka sangat berhak untuk merasa khawatir,” tuturnya .
Partai milik presiden pun ikut gelisah. Sebuah memo rahasia dari Komite Senator Republik Nasional, yang diperoleh oleh Axios, memperingatkan bahwa kampanye penolakan data center bisa meluas jauh di luar Ohio jika persepsi pemilih tak lekas berubah.
Senator Jon Husted akan berhadapan dengan Demokrat Sherrod Brown di sana. Brown menjadikan penolakan data center sebagai tema utama kampanyenya.
“Jika dia kalah dan data center dianggap sebagai penyebabnya, politisi di seluruh negeri akan memperhatikan — dan mereka akan menghindari proyek data center berikutnya…Isu ini kini jadi sleeper issue sepanjang siklus pemilu,” terang memo itu.
Apakah janji Trump tentang lapangan kerja dan pajak akan diterima publik akan membuktikan apakah Gedung Putih bisa memperlambat gerakan yang sudah melampaui batas partai itu.
Berlangganan channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan pakar









