Pabrik Penyulingan asal Kentucky Buat Whiskey di Metaverse

Bagikan Artikel

Penyuling whiskey berbasis di Kentucky bernama Angel’s Envy, yang dimiliki oleh Bacardi Limited, telah resmi memasuki industri metaverse. Mulai sekarang, Anda dapat minum banyak “whiskey” tanpa khawatir tiba-tiba terbangun di kamar mandi orang asing.

Langkah inovatif ini kemungkinan besar merupakan gebrakan pertama yang direalisasikan ke dunia virtual. Meskipun, perusahaan bir Heineken telah mengklaim bahwa bir virtual merekalah pelopornya.

Penyulingan dan Whiskey di Metaverse

Penyulingan The Angel’s Envy baru saja menyelesaikan perluasan kantor pusat fisiknya senilai US$8,2 juta. Anda tidak perlu khawatir jika Anda tidak dapat mengunjungi kantor baru itu secara langsung, karena mereka telah menyebarkan undangan untuk semua orang yang berminat datang dan bergabung untuk bersenang-senang bersama dengan minuman beralkohol di metaverse. Meski begitu, dalam metaverse ini, Anda mungkin tidak bisa merasakan sensasi mabuk yang hebat.

Kantor pusat baru milik The Angel’s Evny telah berhasil dibuat salinannya di metaverse dan mereka mengadakan acara untuk merayakan National Bourbon Day.

Dari tanggal 14 hingga 20 Juni, penggemar metaverse dapat berpartisipasi dalam serangkaian tantangan untuk memenangkan perangkat NFT gratis yang dapat dikenakan. Token Proof of Attendance Protocol juga diberikan kepada penggemar. Selain itu, Anda juga dapat belajar membuat bourbon, dan membuat cocktail khas tiruan. Pengguna di Amerika Serikat dapat membeli cocktail metaverse yang mereka buat. Ya, sebenarnya mereka dapat membeli kit untuk membuatnya kembali. Kit itu akan diantarkan ke depan pintu rumah Anda oleh Cocktail Courier.

Angel's Envy metaverse

Selain itu, Anda bahkan dapat menanam pohon virtual di metaverse ini. Penanaman pohon virtual tersebut adalah bagian dari program penyulingan ‘Toast the Trees’ di Decentraland. Peserta akan menanam pohon oak putih virtual di sekitar penyulingan. Aktivitas ini bertujuan untuk membawa kesadaran akan pentingnya populasi pohon oak putih. Menariknya, ternyata masa depan minuman bourbon juga bergantung pada tanaman satu ini. Jadi, buat Anda para penggemar minuman bourbon, mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mulai ikut menanam pohon oak.

Pengalaman Gamified di Metaverse Tempat Penyulingan Whiskey

Metaverse penyulingan ini juga menawarkan pengalaman gamified, termasuk personalisasi di ruang barel, tantangan mash bill, dan pencarian bahan untuk membuat meta-cocktail ultra-spesial. Mengapa kita tidak bisa melakukan ini dalam kehidupan nyata, ya? Kedengarannya seperti pesta kuno yang sangat seru di mana Anda bisa bersenang-senang sambil berbaring di semak-semak.

Angel's Envy Metaverse

Bagi orang-orang yang berasal dari AS, Anda harus berusia 21 tahun dulu agar bisa masuk. Sedangkan, bagi pengguna dari negara lain, Anda bisa menyesuaikan berdasarkan batasan usia legal yang diizinkan untuk meminum minuman beralkohol. Ya, kami tahu, mungkin saja ada dari antara kalian yang belum mencapai persyaratan usia itu dan berbohong tentang usia kalian, bukan?

Kabar baiknya adalah Anda tidak memerlukan wallet digital agar bisa mengakses ini. Anda dapat bergabung sebagai guest. Menariknya lagi, Anda juga bisa membuat avatar milik Anda jauh lebih keren daripada diri Anda sebenarnya di kehidupan nyata.

Distillery in the metaverse: You can’t get drunk and make a show of yourself, but you can learn about your favorite tipple.

“Kami sekarang dapat lebih memenuhi permintaan luar biasa dari pengunjung yang ingin mengunjungi fasilitas kami dan merasakan proses penyulingan kami. Selanjutnya, kami juga sangat senang untuk meluncurkan Angel’s Envy Meta Distillery bertepatan pada National Bourbon Day. Kemudian, kami berharap dapat melibatkan dan merayakan bourbon dengan audiens baru dari seluruh dunia melalui pengalaman virtual,” ujar Gigi DaDan, General Manager Angel’s Envy

Peluncuran metaverse penyulingan Angel’s Envy menjadikan whiskey sebagai portofolio merek Bacardi pertama yang muncul di metaverse.

Adam de Cata, seorang Kepala Kemitraan untuk Decentraland Foundation, mengatakan, “Kami sangat senang menyambut penyulingan pertama di Decentraland. Seperti yang telah kita lihat selama beberapa bulan terakhir, mayoritas orang ingin terlibat dalam dunia metaverse dengan aktivitas dan barang yang dapat mereka hubungkan dari realitas dunia nyata ini.”

Tequila Jose Cuervo Juga Ikut Masuk Metaverse

Selain penyulingan whiskey Angel’s Envy, perusahaan minuman keras lainnya juga ingin menjadi yang pertama di metaverse.

Merek tequila Jose Cuervo mengumumkan pada bulan Maret bahwa mereka akan membuka penyulingan meta pertama di Decentraland. Di dunia nyata, Jose Cuervo mengoperasikan penyulingan tertua di Amerika Latin.

metaverse tequila

Mereka mengatakan dalam siaran pers bahwa perusahaannya merencanakan pengalaman virtual, edukasi tequila, hadiah dan penjualan produk edisi terbatas.

Lander Otegui, Wakil Presiden Senior Pemasaran Proximo Spirits, mengatakan, “Cuervo tidak takut membawa tequila ke tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya. Di Tequila, Jalisco, tempat di mana keluarga Cuervo menemukan semangat nasional lebih dari 260 tahun yang lalu, kami diberikan lisensi penyulingan pertama. Dan sampai saat ini, ia masih diproduksi di penyulingan tertua di Amerika Latin. Cuervo pertama kali tiba di Amerika Serikat lebih dari 70 tahun yang lalu dan berperan penting dalam pembuatan cocktail favorit Amerika, yaitu margarita. Dan sekarang, saatnya Cuervo menjelajah ke wilayah baru dan memperkenalkan tequila kepada audiens yang berbeda dengan cara membuka penyulingan pertama di metaverse.”

Meski demikian, belum ada tanda-tanda bahwa tequila akan hadir di metaverse. Kurasa tequila lebih baik tetap di sini saja di dunia nyata bersamaku dan sepanjang waktu.

Punya pendapat yang ingin Anda sampaikan terkait penyulingan di industri metaverse, atau topik lainnya? Sampaikan kepada kami atau bergabunglah dalam diskusi di channel Telegram kami. Anda juga bisa tetap terhubung dengan kami di TikTok, Facebook, atau Twitter.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Nicole Buckler telah menjadi seorang penyunting dan jurnalis selama lebih dari 25 tahun, menulis dari Sydney, Melbourne, Taipei, London, dan Dublin. Sekarang ia menulis dari kota yang sangat luar biasa, Gold Coast di Australia. Nicole membeli Bitcoin di 2013, karena diberitahu bahwa ia dapat menggunakannya untuk membayar kelas yoga di Dublin. Ia membenci yoga, tapi tetap menyimpan Bitcoin. Setahun setelah ia memutuskan bahwa Bitcoin akan menjadi sesuatu, dia mulai membeli kripto lainnya juga. Namun, dia masih berpikir yoga tidak menyenangkan.

Ikuti Penulis