Pasca Peretasan Hampir US$200 Juta, Nomad Bridge Kembali Mengudara

8 Desember 2022, 21:23 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
9 Desember 2022, 00:41 WIB
Ringkasan
  • Setelah mengalami peretasan dengan nominal fantastis beberapa bulan lalu, tim Nomad Bridge mengumumkan bahwa mereka siap meluncurkan kembali operasionalisasinya.
  • Pihak pengembang Nomad Bridge mengklaim sudah melakukan sejumlah pembaruan diklaim untuk meningkatkan keamanan dan memulihkan sebagian dana korban peretasan.
  • Selain itu, mereka turut melakukan beberapa penyesuaian yang diperlukan agar bisa meluncurkan kembali Nomad Bridge dengan aman.

Hampir 4 bulan setelah protokol lintas rantai (cross-chain) Nomad Bridge diretas sebesar US$190 juta. Kini, pengembang jaringan akhirnya bersiap untuk mengaktifkan kembali operasionalisasinya. Pihak pengembang Nomad Bridge mengklaim sudah melakukan sejumlah pembaruan diklaim untuk meningkatkan keamanan dan memulihkan sebagian dana korban peretasan.

Manajemen Nomad Bridge menjelaskan bahwa sejak terjadinya peretasan, tim telah bekerja keras untuk bisa memulihkan dana. Selain itu, mereka turut melakukan beberapa penyesuaian yang diperlukan agar bisa meluncurkan kembali Nomad Bridge dengan aman.

Setidaknya terdapat 3 langkah yang sudah dan sedang dilakukan oleh perusahaan; antara lain: peningkatan smart contract yang diklaim sudah selesai dilakukan, memulai verifikasi know-your-costumer (KYC) yang sekarang sudah terbuka dalam rangka pemulihan dana nasabah, dan pengujian front-end yang sampai saat ini masih berlangsung.

“Dengan melakukan pemutakhiran di protokol Nomad memungkinkan pengguna untuk kembali menjembatani madAssets juga untuk mengakses secara pro-rata dana yang dipulihkan,” jelas keterangan tim Nomad Bridge.

Proses pembaruan tersebut meliputi perbaikan dalam kerentanan implementasi kontrak dan desain ulang pada Nomad Bridge.

Pemulihan Dana secara Pro-Rata

Sebagai bagian dalam proses pemulihan dana, pengguna yang terdampak diminta untuk menyelesaikan proses verifikasi KYC/anti-money laundering (AML). Setelah diputuskan lolos dari proses tersebut pengguna juga harus menghubungkan dompet yang dimiliki ke akun Coinlist.

Hal itu diklaim tim Nomad Bridge sebagai salah satu cara untuk memastikan bahwa dana yang dipulihkan diakses dengan cara yang seharusnya. Setelah itu, pengguna baru bisa kembali melintasi jembatan madAssets ke Ethereum untuk kemudia mendapatkan NFT.

NFT tersebut akan membuka akses untuk masuk ke sebagian dari aset untuk mendapatkan bagian pro-ratanya. Perusahaan sepertinya akan terus berupaya mengembalikan seluruh dana investor yang terdampak.

Pasalnya, kepemilikan NFT juga akan bisa digunakan untuk mengakses dana pemulihan tambahan di masa yang akan datang.

“Verifikasi KYC diperkirakan akan membutuhkan waktu 1-7 hari untuk investor individu dan 1-3 minggu untuk entitas. Setelah itu selesai, baru kemudian pengguna bisa kembali menjembatani  madAssets untuk mencetak NFT,” tambahnya.

Total Dana yang Dipulihkan Nomad Bridge sudah Mencapai US$38,8 Juta

Meski tidak menyebutkan secara detail berapa dana yang sudah berhasil di tampung di dalam Official Nomad Recovery Wallet, tetapi sampai dengan 12 November kemarin, Nomad Bridge mengaku sudah memiliki US$38,8 juta di dompet tersebut.

Jumlah tersebut terbagi atas token yang dikembalikan dalam bentuk aslinya, yang mencapai US$29,8 juta. Kemudian, token yang dikonversi ke bentuk lain dan dikembalikan setara dengan US$8,3 juta. Berikutnya, ada pula dana yang didapatkan dari bounty retroaktif yang setara dengan US$610 ribu, serta dana yang berasal dari sumber tak terkait dalam upaya pemulihan pasca peretasan setara US$160 ribu.

Sebagai catatan, serangan yang terjadi pada Nomad Bridge di Agustus lalu merupakan salah satu dari aksi peretasan terbesar yang terjadi di dunia DeFi.

Di samping aksi peretasan Nomad Bridge, ada sederet kasus peretasan lainnya yang juga mencatatkan nominal tak kalah fantastis. Sebelum kasus Nomad Bridge, sebanyak US$625 juta lenyap dari Ronin Bridge yang menggerakkan gim berbasis play-to-earn, Axie Infinity. Beberapa pihak menuduh aksi tersebut dilakukan oleh peretas yang berasal dari Korea Utara, yakni Lazarus Group.

Selain itu, Horizon Bridge milik Harmony Protocol juga berhasil diretas. Pelakunya sukses membawa kabur US$100 juta. Lalu, mundur ke belakang, peretasan fenomenal juga sempat menimpa Wormhole Bridge yang pada akhirnya berdampak luas pada ekosistem DeFi. Jumlah dana yang terkuras mencapai US$326 juta.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.