Lihat lebih banyak

Pembiayaan Oasis Pro Alami Oversubscribe, Sukses Kumpulkan Lebih dari US$27 Juta

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Oasis Pro Inc., perusahaan fintech dan blockchain, baru saja merampungkan putaran pembiayaan Seri A senilai lebih dari US$27 juta.
  • Putaran pembiayaan tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe).
  • UDHC menjadi investor utama dalam putaran pembiayaan tersebut.
  • promo

Oasis Pro Inc., perusahaan fintech dan blockchain, baru saja merampungkan putaran pembiayaan Seri A senilai lebih dari US$27 juta. Putaran pembiayaan tersebut mengalami kelebihan permintaan.

UDHC menjadi investor utama dalam putaran pembiayaan tersebut. Investor lain yang terlibat yakni Avalanche Fund, Inveniam, Redwood Trust, TrustLabs, Mirae Asset Venture Investment, Gate Ventures, dan LedgerPrime. StableNode, modal ventura untuk perusahaan blockchain tahap awal, pun ikut serta.

Perusahaan akan menggunakan dana itu untuk membangun tim manajemen senior, memperluas pengembangan bisnis global, menskalakan platform teknologi secara global melalui aliran pendapatan baru, dan melengkapi teknologi blockchain.

Dana baru itu juga akan dipakai untuk mengakselerasi platform Digital Asset Security ATS multi-aset Oasis Pro Markets, yang merupakan anak usahanya.

Pendiri dan CEO Oasis Pro Inc. dan Oasis Pro Markets., Pat LaVecchia, mengatakan fokus perusahaan saat ini mempercepat pertumbuhan dengan mitra-mitranya dan timnya yang berpengalaman di Wall Street dan DeFi maupun blockchain.

“Kami telah memenangkan dukungan dari beberapa investor strategis paling cerdas dari Amerika, Asia, dan Eropa, baik di TradFi maupun DeFi, Ini adalah validasi dari strategi, fokus, dan misi global jangka panjang Oasis Pro,” katanya.  

Lewat putaran pendanaan tersebut, Redwood Trust akan menerbitkan sekuritas berbasis hipotek di platform Oasis Pro.

“Kami percaya bahwa kami sekarang berada di posisi yang baik untuk mendorong transformasi pasar modal menuju perdagangan aset digital di blockchain,” ujar LaVecchia.

CEO UDHC, Steven Becker, berharap pendanaan yang diperoleh Oasis Pro dapat mendukung upaya mereka untuk menjembatani kesenjangan antara keuangan tradisional dan terdesentralisasi.

Pengembangan Sistem Perdagangan Alternatif

Oasis Pro Market mengoperasikan sistem perdagangan alternatif (ATS), yaitu OATSPRO, yang memungkinkan penerbit dan pelanggan untuk membeli, menjual, dan menawarkan berbagai aset alternatif di pasar sekunder.

OATSPRO menyediakan pasar primer dan sekunder untuk perdagangan sekuritas aset digital, termasuk ekuitas, pendapatan tetap (fixed income), dan sekuritas beragun aset. Pembayaran sekuritas digital dapat dilakukan melalui fiat dan mata uang digital termasuk stablecoin dan mata uang digital bank sentral melalui kustodian.

OATSPRO pertama kali diluncurkan di blockchain Ethereum dan rencananya akan mendukung protokol blockchain yang lain. Mereka juga merupakan ATS multi-aset pertama yang teregulasi di Amerika Serikat.

Tahun lalu, Oasis Pro Markets bersama Anchorage Digital mengumumkan kemitraan strategis. Lewat kemitraan itu, Oasis Pro akan menggunakan Anchorage untuk penyimpanan dan penyelesaian on-chain untuk aset digital yang diperdagangkan di OATSPRO. Cara ini membuat aktivitas perdagangan dan investasi para investor institusi lebih efisien dari sebelumnya.

Pertumbuhan Pasar Blockchain

Kesuksesan Oasis Pro mengantongi pembiayaan puluhan juta dolar juga didukung dengan perkembangan pasar blockchain.

Baru-baru ini Market Research Future (MRFR) merilis laporan penelitian yang menyebut pasar blockchain hingga 2030 diprediksi mencapai 137,59 miliar dolar AS, dengan pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 67,54%.

Penelitian itu juga menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 telah berdampak pada pendapatan pasar teknologi blockchain dalam waktu yang singkat.

Blockchain akan mengambil bagian penting dalam mendorong tranformasi digital selama krisis ini. Teknologi ini dapat dipakai untuk mengecek informasi kesehatan masyarakat, manajemen krisis, dan keamanan rantai pasokan medis.

Laporan Quadintel menyebut Amerika Utara memiliki tingkat adopsi tertinggi teknologi blockchain, didukung jumlah transaksi keuangan yang tinggi dan perhatian besar pada keamanan siber.

Sementara, Asia Pasifik diperkirakan menjadi pasar yang sangat potensial untuk teknologi blockchain, didorong oleh China, Jepang, dan Korea Selatan. Adapun, pasar blockchain di Timur Tengah dan Afrika disebut masih sangat dini.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Desember 2023

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori