Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump secara resmi mengumumkan kenaikan tarif barang masuk ke wilayahnya. Penyesuaian tarif tersebut menyasar ke banyak negara, termasuk Indonesia dan sekaligus menandai perang dagang AS dengan area lain. Merespons hal itu, pasar keuangan, termasuk kripto langsung melempem. Kapitalisasi pasar aset digital berdasarkan data CoinGecko terpantau rontok 2,8% pada saat penulisan, ke level US$2,76 triliun.
Pengamat kripto, Ibrahim Assuaibi dalam sebuah keterangan mengatakan, pengumuman (perang dagang) terbaru Trump tidak sesuai dengan ekspektasi pasar. Kondisi itu membuat pasar menjadi gamang dan mulai mengatur ulang portofolio investasinya.
“Dampak perang dagang terhadap kripto, terutama harga Bitcoin akan membuatnya terus berfluktuasi. Kemungkinan harganya akan menyentuh level terendah di US$75.000,” jelas Ibrahim.
Selain itu lanjutnya, tokoh yang selama ini membuat pasar kripto populer, Elon Musk masuk ke dalam pemerintahan Trump. Situasi itu membuat aktivitas kripto bergerak zig-zag.
Nah pada perdagangan hari ini, harga jawara kripto itu terpantau mengalami koreksi 1,3% di 24 jam terakhir. Sementara, di 7 hari ke belakang, harga Bitcoin berdasarkan CoinGecko sudah terkoreksi 5% ke levell US$83.345.
Aset Berisiko Berguguran, Termasuk Bitcoin
Terlepas dari hal itu, ekonom yang selama ini dikenal vokal terhadap kripto, Peter Schiff mengatakan di X (Twitter) bahwa beberapa aset berisiko mengalami penurunan lantaran tarif Trump lebih buruk dari harapan.
Mulai dari Kontrak berjangka Dow yang sudah turun lebih dari 1.000, atau sekitar 2,5%. Kemudian kontrak berjangka S&P yang juga turun 4% dan kontrak berjangka NASDAQ yang susut 4,5%.
Namun menariknya, Bitcoin hanya mengalami penurunan 3,5%. Meski demikian, lanjut Schiff emas yang selama ini dikenal sebagai safe heaven, mampu membuktikan posisinya sebagai tempat berlindung sebenarnya dan mencapai rekor tertinggi baru.
Sebagai catatan, kebijakan tarif bea masuk sengaja dilakukan AS dengan maksud untuk menciptakan lebih banyak lapangan kerja dalam negeri. Selain Indonesia, terdapat puluhan negara yang akan mendapatkan tarif timbal balik separuh dari tarif yang mereka berlakukan terhadap AS. Termasuk Malaysia, Kamboja, Vietnam dan juga Thailand.
Bagaimana pendapat Anda tentang efek tarif dagang yang berlaku di AS terhadap harga Bitcoin? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!
Penyangkalan
Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.
