Babak Baru Drama Pencurian Dana di Harmony Protocol: Peretas Mulai Pindahkan Dana lewat Tornado Cash

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Menurut pantauan dari PeckShield, pelaku peretasan Horizon Bridge di Harmony Protocol mulai memindahkan dana curian mereka secara bertahap.

  • Padahal, pihak Harmony Protocol sudah menawarkan imbalan sebesar US$1 juta kepada para peretas agar mengembalikan dana yang mereka curi.

  • Selain itu, Harmony Protocol juga berupaya meminta bantuan dari FBI dan tenaga ahli terkait untuk membantu masalah yang sedang dihadapinya.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Drama peretasan kripto di Horizon Bridge milik Harmony Protocol berlanjut. Setelah perusahaan menawarkan hadiah senilai US$1 juta kepada para peretas, para pelaku kejahatan sepertinya memilih untuk tidak menggubris tawaran tersebut. Mereka malah mengambil langkah untuk melakukan transfer dana lewat Tornado Cash. Tujuannya adalah untuk mengaburkan transaksi menjadi anonim.

Langkah Harmony Protocol untuk menempuh jalur damai sembari memberikan apresiasi kepada kelompok atau perorangan yang telah membobol sistem keamanannya tidak berakhir mulus. Para peretas telah memindahkan dananya dari dompet kripto yang dicurigai secara bertahap.

Perusahaan keamanan blockchain Peckshieldalert, dalam sebuah utas Twitter, mengatakan pada hari Rabu (27/6), pukul 06.46 pagi waktu setempat, peretas telah memindahkan sekitar 6.000 ETH atau sekitar US$7,1 juta ke Tornado Cash.

Sebelumnya, para peretas juga sudah mulai melakukan transfer dana ke Tornado Cash sejak kemarin. Mulai dari 18.000 ETH (US$22 juta), kemudian 6.000 ETH (US$7,3 juta), barulah 6 ribu ETH lainnya; dengan nilai sebesar US$7,1 juta.

Tim Harmony Protocol Minta Bantuan FBI dan Tenaga Ahli Lainnya

Melihat hal tersebut, tim Harmony Protocol mengatakan bahwa selain berkolaborasi dengan FBI, perusahaan juga bekerja sama dengan dua mitra lain yang memiliki teknik pelacakan dan analisis blockchain yang mumpuni.

Saat ini, perusahaan tengah melakukan penjajakan dengan melakukan beberapa opsi bagi para pengguna dan mitra untuk mengamankan ekosistem.

“Transparansi penting dalam blockchain dan perusahaan akan transparan dengan komunitas. Tetapi, kami meminta komunitas untuk bersabar selama penyelidikan berlangsung,” tulis keterangan perusahaan.

Harmony Protocol juga berkomitmen untuk terus memberikan informasi terkini, sambil tetap melindungi informasi yang sekiranya membahayakan penyelidikan.

“Kami masih berkeinginan untuk bekerja dengan peretas, tetapi kami juga akan melanjutkan penyelidikan secara penuh hingga dana dikembalikan,” tutur tim Harmony Protocol.

Developer Gim Ikut Buka Suara

Harmony Protocol sendiri merupakan sebuah platform blockchain yang didesain agar bisa digunakan oleh banyak dApps. Melihat perkembangan terbaru kasus pembobolan Horizon Bridge, beberapa perusahaan gim pun mulai menyatakan sikapnya.

Rocket Monster Universe, misalnya. Melalui sebuah utas Twitter, perusahaan gim berbasis play-to-earn itu mengatakan dalam utas twitternya bahwa perusahaan akan tetap melanjutkan proyek yang dibangun diatas Harmony Protocol.

“Ini bukan hanya proyek, ini adalah kehidupan bagi kami,” tulisnya.

Sementara itu, perusahaan gim lainnya, Knight and Peasant mengakui bahwa platform gim miliknya mengalami gangguan likuiditas akibat peretasan tersebut. Karena beberapa jam setelah peretasan, USDC kehilangan pasaknya.

Di Horizon Bridge, 1 USDC hanya dihargai 1/5 USDC. Dengan kata lain, seluruh aset Harmony terpangkas hingga 80%. Akan tetapi, masih tersisa sekitar US$50 ribu dalam USDC di farm perusahaan, yang artinya hanya bernilai US$10 ribu di chain lainnya.

“Ini adalah kenyataan yang pahit. Memindahkan proyek ke chain lain tidak akan mengubah kenyataan ini menjadi hilang,” tulisnya.

Kendati demikian, perusahaan mengungkapkan bahwa sejak likuiditas Knight and Peasant berkurang, platform gim play-to-earn itu mengaku bakal tetap mengembangkan proyeknya di Harmony Protocol untuk saat ini. Tetapi untuk rencana cadangan, Knight and Peasant menjelaskan, jika Harmony tidak berhasil menyelesaikan kejadian ini, maka perusahaan akan mencari “rumah baru” untuk pengembangan proyek.

“Kami tidak memiliki likuiditas untuk mengembalikan dana yang ada di farm sebelum peristiwa hack yang mencapai kisaran US$250 ribu. Pun jika kami tetap melakukan injeksi dana ke pool baru, itu hanya akan menjadi exit strategy bagi kebanyakan pengguna karena kejadian ini,” pungkasnya.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Adalah seorang pecinta kuliner yang pernah berkiprah di beberapa media ekonomi dan bisnis . Berpengalaman di bidang konten keuangan sebagai penulis dan editor artikel di startup. Gemar mendengarkan musik Britpop dan suka memasak di waktu senggang. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan

Ikuti Penulis