Lihat lebih banyak

Pertumbuhan Jumlah Investor Kripto di Indonesia Diramal Bakal Makin Tinggi

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • CEO Indodax, Oscar Darmawan, memaparkan sejumlah sentimen positif yang dinilai dapat mendorong pertambahan jumlah investor kripto tanah air.
  • Pemerintah Indonesia juga memberikan dukungan dengan mengupayakan membentuk bursa kripto resmi yang akan berada di bawah naungan Kemendag.
  • promo

Pertumbuhan tren investasi kripto di Indonesia berkembang pesat. Tingginya minat masyarakat terhadap aset investasi yang aman dan adanya dukungan dari pemerintah, membuat angka investor dunia kripto di tanah air diprediksi mampu melaju lebih kencang lagi.

Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa teknologi blockchain seperti kripto, DeFi, dan NFT semakin dibutuhkan. Bukan hanya untuk investasi, tetapi juga untuk referensi pengembangan bisnis yang memanfaatkan teknologi blokchain.

“Bukan tidak mungkin, kenaikan investor juga akan terus naik kembali di tahun ini,” ungkap CEO Indodax dalam keterangan resmi.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, “Pemerintah juga sudah sangat terbuka dengan adopsi kripto sebagai komoditas digital yang sangat dipertimbangkan,” imbuh Oscar Darmawan.

Chainalysis mencatat Indonesia menempati posisi ke lima di kawasan Asia Tenggara setelah Vietnam, Thailand, Filipina, dan Malaysia dan menempati posisi ke 25 dunia terkait adopsi kripto di tahun 2021.

Data tersebut juga mengungkapkan bahwa Indonesia sudah menempatkan kripto sebagai komoditas yang kian mainstream. Adopsinya pun bahkan mengalahkan negara Singapura yang berada di urutan kedelapan di kawasan Asia Tenggara. 

Angin Segar Dunia Kripto

Sentimen positif yang memengaruhi tren investasi kripto dipicu oleh adanya dukungan nyata dari pemerintah. Salah satunya, melalui pembentukan bursa kripto yang targetnya akan terealisasi di tahun 2022.

Jika hal itu terjadi, Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang memiliki bursa berjangka khusus memfasilitasi perdagangan aset kripto.

Memang, rencana Kementerian Perdagangan (Kemendag) meluncurkan bursa kripto, telah mundur beberapa kali. Awalnya, Kemendag akan meluncurkan bursa kripto pada akhir 2021, namun harus mundur menjadi akhir Maret 2022. Akan tetapi, sampai saat ini hal tersebut urung terjadi.

“Kami melihat prosesnya panjang, ini bentuk komitmen kami kepada perlindungan konsumen jangan sampai ada kesan yang terburu-buru atau tergesa-gesa. Sehingga [nanti] ada proses yang kelewatan,” ujar Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga.

Kehadiran bursa kripto juga akan meningkatkan kepercayaan investor, sekaligus mempercepat proses pelaporan dengan BAPPEBTI.

Apalagi ditambah dengan adanya lembaga kustodian dan kliring, diyakini akan semakin membuat jumlah investor kripto meningkat pesat. Hal ini disebabkan akan muncul level of confidence bagi para masyarakat awam untuk melakukan investasi.

“Tentu kita tidak mau kehilangan potensi industri kripto dalam negeri, karena masyarakat lebih memilih untuk melakukan transaksi perdagangan di exchanger luar negeri,” ungkap Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO), Teguh Kurniawan Harmanda.

Pelonggaran Kebijakan Penggunaan Kripto

Lampu hijau juga terlihat dari negara lain yang sudah melakukan pelonggaran kebijakan penggunaan kripto.

Seperti ibu kota Brasil, Rio de Janeiro yang bakal mengizinkan warganya untuk membayar pajak memakai kripto, dan memiliki rencana untuk mengijinkan pembayaran lainnya untuk menggunakan kripto.

Kemudian, wakil perdana menteri Vietnam yang sedang menginstruksikan penciptaan rancangan undang-undang (RUU) terkait kripto.

Selanjutnya, pemerintah Inggris pun berencana untuk merilis aturan baru yang berfokus pada stablecoin, karena pertumbuhannya yang masif beberapa waktu terakhir.

Lalu, negara bagian Colorado dan Florida, juga segera menerima kripto untuk pembayaran pajak dan modernisasi aturan seputar aset digital oleh presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

“Bukan hanya itu, investor Terraform Labs pun dilaporkan baru saja membeli Bitcoin dengan jumlah yang fantastis. Hal itu akan memberikan katalis positif untuk para investor,” tambah Oscar.

Dengan tren regulasi yang terjadi di beberapa negara di atas, memperlihatkan bahwa negara di dunia semakin banyak berlomba mengadopsi kripto.

Mengacu kepada data CoinMarketCap, pada Senin, 4 April 2022 pukul 14:43 WIB, aset kripto Bitcoin (BTC) kini berada di US$46,171.41 mengalami penurunan tipis sebesar 0,50% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan terjadi pada Ethereum (ETH) sebesar 0,31% ke level US$3,501.94. Tether (USDT) mengalami nasib yang sama dengan BTC yang turun 0,1% hingga bertengger di US$1.00, Binance Coin (BNB) terapresiasi 0,61% yang membuatnya naik ke US$446,62.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori