Lihat lebih banyak

Perusahaan Gim Asal Korea Wemade Rambah Afrika lewat Investasi di Metaverse Magna

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Wemade, perusahaan gim asal Korea Selatan, baru saja melakukan investasi strategis di Metaverse Magna (MVM).
  • Dalam pendanaan tahap awal ini, MVM sukses meraup dana segar sebesar US$3,2 juta dengan valuasi mencapai US$30 juta.
  • ebelumnya, di awal tahun ini, induk usaha dari MVM, yaitu Nestcoin, juga baru mendapatkan pendanaan tahap awal sebesar US$6,5 juta.
  • promo

Seakan tidak gentar menghadapi crypto winter, di saat banyak perusahaan kripto yang menahan laju ekspansinya, industri gim berbasis kripto malah terus tancap gas untuk mengembangkan bisnisnya. Kali akselerasi bisnis dilakukan oleh perusahaan gim asal Korea Selatan, yaitu Wemade. Mereka baru saja melakukan investasi strategis di Metaverse Magna (MVM), yang merupakan proyek play-to-earn asal Afrika.

Wemade ikut dalam putaran pendanaan tahap awal untuk pengembangan decentralized autonomous organization (DAO) dalam proyek MVM. Meskipun tidak menyebutkan besaran injeksi modal yang mereka berikan, namun dalam pendanaan tahap awal ini, MVM sukses meraup dana segar sebesar US$3,2 juta dengan valuasi mencapai US$30 juta.

Pendanaan ini bukanlah kali pertama yang didapatkan oleh perusahaan secara kelompok. Sebelumnya, di awal tahun ini, induk usaha dari MVM, yaitu Nestcoin, juga baru mendapatkan pendanaan tahap awal sebesar US$6,5 juta.

Dengan mengantongi modal tersebut, Nestcoin berambisi untuk menjadikan Metaverse Magna sebagai DAO dalam gim pertama dan terbesar di Afrika. Wemade tidak seorang diri, masuk juga permusahaan modal ventura yang menaruh fokus pada blockchain asal Jepang, Gumi Cryptos Capital, HashKey, Tess Ventures, LD Capital, Taureon, AFF, Polygon Studios, Casper Johansen (Spartan), dan IndiGG.

Tingginya minat akan konsep gaming DAO di Afrika menjadi salah satu alasan perusahaan-perusahaan tersebut masuk dan ikut mengembangkan ekosistem gim di wilayah tersebut. Chief Executive Officer (CEO) Nestcoin, Yele Bademosi, mengatakan nantinya MVM akan membantu para gamer di Afrika untuk bisa mengembangkan komunitas dan aplikasinya secara mandiri lewat Hyper.

Perusahaan juga bakal melebarkan sayap bisnisnya dengan menyediakan alat untuk pengembangan operation system (OS), perangkat lunak untuk pengembang gim play-to-earn dan layanan keuangan terdesentralisasi (DeFi).

Dengan investasi strategis ini, Wemade bermaksud untuk memperluas ekosistem WEMIX3.0 dan memulai bisnis di Afrika sebagai strategi jangka panjang.

“Afrika memilki populasi pemuda tertinggi secara global dan hal itu bisa menjadi potensi pertumbuhan bagi industri gim di Afrika,” jelasnya.

Sementara itu, CEO Wemade, Henry Chang, menambahkan guild game yang dikembangkan melalui metaverse Magna akan menjadi salah satu DAO yang berperan penting dalam tokenomics gim.

Negara Berkembang Berkontribusi 30% untuk Pembelian Aplikasi Gim

Secara global, terdapat 3 miliar gamer yang menghabiskan sekitar US$200 miliar per tahun untuk pembelian konsol dan juga aplikasi gim, termasuk di dalamnya aset digital alias non-fungible token (NFT).

Menariknya, 30% dari total dana tersebut berasal dari transaksi pembelian negara berkembang, termasuk didalamnya Afrika. Bademosi, yang dulunya menjabat sebagai Direktur untuk wilayah Afrika di Binance Labs, menambahkan saat ini 60% dari total pemuda yang ada di Afrika menganggur.

Hadirnya metaverse Magna bisa menjadi angin segar bagi para generasi muda untuk meningkatkan taraf kehidupannya lewat koin kripto yang bisa didapatkan saat bermain gim.

Mata Uang Digital Dorong Adopsi Gim Lebih Tinggi

Pasar Afrika merupakan pasar yang sangat menarik bagi perusahaan gaming. Betapa tidak, dengan jumlah populasi gamer yang mencapai 186 juta di akhir tahun lalu, menjadi ceruk pasar tersendiri bagi perusahaan gim untuk masuk dan menawarkan konsep yang mereka usung.

Padahal, pada tahun 2015, jumlah pemain gim di Afrika masih berada di kisaran 77 juta gamer. Dimulainya implementasi mata uang digital menjadi katalis positif bagi adopsi gim di sana. Dari total pemain gim yang ada di Afrika, 63 juta orang rela membayar untuk gim, karena mudahnya transaksi lewat mata uang digital.

Seperti diketahui, beberapa negara di wilayah Afrika sudah secara resmi mengadopsi mata uang digital. Mulai dari Nigeria yang mengadopsi eNaira yang didukung oleh bank sentral Afrika dan Afrika Tengah yang tengah memperkenalkan Sango Coin. Oleh karena itu pula, diprediksi dalam 5 tahun ke depan, jumlah pemain gim di Afrika akan mencapai kisaran 1 miliar pengguna.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram Be[In]Crypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori