Kevin Warsh Hadapi Ujian Perdana di Jackson Hole dengan Pasar Terbagi soal Kenaikan Suku Bunga September

  • Warsh menyampaikan pidato Jackson Hole pertamanya pada hari Jumat sebagai Ketua The Fed.
  • Futures mengindikasikan peluang 38% kenaikan suku bunga pada bulan September, menurut FedWatch.
  • Yield Treasury 30-tahun baru-baru ini mencapai level tertinggi sejak 2007.
Promo

Kevin Warsh sedang bersiap untuk menyampaikan pidato pertamanya di Jackson Hole sebagai Ketua The Fed pada hari Jumat, dan ekspektasi yang hadir jauh lebih luas daripada sekadar apakah suku bunga akan dinaikkan atau tetap pada bulan September.

Simposium Jackson Hole yang diadakan dari 27 hingga 29 Agustus ini mengusung tema resmi “Inovasi Keuangan: Implikasi terhadap Pembayaran dan Kebijakan.” Meskipun begitu, investor kemungkinan akan lebih fokus pada apa yang akan diucapkan Warsh, atau justru tidak ia ucapkan, terkait inflasi, suku bunga, serta volatilitas yang meningkat di pasar obligasi AS belakangan ini.

Sejak mengambil alih pucuk pimpinan The Fed pada bulan Mei, Warsh berupaya mengurangi ketergantungan pasar terhadap arahan kebijakan ke depan (forward guidance). Tujuannya adalah agar data ekonomi dan pasar bisa lebih berperan dalam membentuk ekspektasi suku bunga, bukan hanya mengandalkan pidato pejabat kebijakan moneter.

Tetapi, strategi ini memiliki konsekuensi: Investor kini kesulitan memahami dengan pasti bagaimana sebenarnya pola respon The Fed yang baru. Maka, fokus di Jackson Hole sepertinya tidak hanya soal kenaikan suku bunga berikutnya, melainkan juga tentang kredibilitas Warsh.

Mengapa Pidato Warsh di Jackson Hole Sangat Penting

Jackson Hole tidak selalu menghasilkan perubahan kebijakan moneter. Meski demikian, beberapa ketua The Fed pernah menggunakan simposium ini untuk menyampaikan pesan yang memberikan pengaruh besar pada pasar keuangan.

Disponsori
Disponsori

Pada tahun 2010 dan 2012, Ben Bernanke membuka peluang pelonggaran kuantitatif lebih lanjut. Jerome Powell menggunakan pidatonya di 2022 untuk menegaskan prioritas memerangi inflasi, sebelum kemudian mempersiapkan pasar menghadapi dimulainya siklus pelonggaran moneter dua tahun setelahnya.

warsh jackson hole
Sumber: Moomoo

Kevin Warsh datang ke Wyoming dengan filosofi yang berbeda. Pada konferensi pers bulan Juli, ia mengaku belum menentukan apakah pidatonya akan menyoroti isu struktural yang lebih luas atau mengusung pendekatan tradisional yang berfokus pada keputusan kebijakan moneter antara September hingga Desember.

Deutsche Bank memperkirakan opsi pertama bisa membuat Warsh membahas lima kelompok tugas (task force) yang dibentuk The Fed atau dampak ekonomi dari Artificial Intelligence (AI). Jika mengambil format tradisional, ia kemungkinan akan menyinggung beberapa hal yang masih mengambang dari konferensi pers Juli dan meluruskan pandangannya terkait inflasi maupun kondisi keuangan.

Pertaruhan kali ini begitu tinggi karena pasar saat ini masih terpecah soal langkah The Fed berikutnya. Berdasarkan alat FedWatch, peluang kenaikan suku bunga pada bulan September sekitar 38%.

fed rate odds
Sumber: CME Group FedWatch Tool

Strategi Komunikasi Warsh Mulai Menjadi Risiko Pasar

Paradoksnya, upaya Warsh agar pasar tidak terlalu tergantung pada The Fed justru bisa membuat arah kebijakan moneter semakin sulit dipahami, setidaknya dalam jangka pendek. Forward guidance biasanya membuat investor dapat mengantisipasi keputusan bank sentral, sehingga bisa meminimalisir risiko perubahan ekspektasi secara tiba-tiba.

Sebaliknya, Warsh meyakini bahwa The Fed yang terlalu komunikatif malah bisa menghambat pasar dalam menjalankan perannya secara maksimal. Perbedaan dengan pendekatan lama inilah yang kini menjadi inti perdebatan. Philip Wee, ahli strategi dari DBS Bank, menilai Jackson Hole adalah ujian penting bagi ketua yang baru:

“Pasar membutuhkan kerangka kebijakan yang padu.” Ia menambahkan, “Tanpa itu, pengurangan forward guidance bukan kembali ke mekanisme penentuan harga pasar, melainkan dapat menjadi sumber ketidakpastian,” papar Philip Wee.

Warsh tidak harus memberitahu pasar apa yang akan dilakukan The Fed pada bulan September. Tapi, ia mungkin perlu menjelaskan lebih detail faktor-faktor apa saja yang bisa membuat bank sentral mengambil tindakan.

Disponsori
Disponsori

Bisakah Warsh Meyakinkan Pasar Tanpa Janji Naikkan Suku Bunga?

Ujian utama sepertinya terkait inflasi. The Fed masih mempertahankan target inflasi 2%, namun tekanan harga masih cukup tinggi sehingga perdebatan tentang kenaikan suku bunga tetap terjadi.

Sejumlah pembuat kebijakan juga mengkhawatirkan, jika inflasi bertahan di atas target terlalu lama, hal itu bisa mengganggu ekspektasi inflasi di kalangan rumah tangga maupun pelaku usaha.

Permasalahan bagi Warsh, sekadar menegaskan kembali target 2% sepertinya tidak cukup. Standard Chartered menilai Ketua The Fed perlu, antara lain, memulihkan kepercayaan atas komitmen bank sentral untuk meredam inflasi dan meyakinkan investor bahwa The Fed yang lebih sedikit intervensi tidak akan mengancam stabilitas ekonomi makro.

Pernyataan tegas mengenai kemungkinan naiknya suku bunga dapat membantu memulihkan kredibilitas. Warsh sepertinya harus menegaskan bahwa Federal Open Market Committee (FOMC) siap menaikkan suku bunga apabila inflasi tidak melandai dengan cukup signifikan.

Namun, MUFG berpendapat bahwa proyeksi inflasi saat ini belum sejalan dengan nada pernyataan hawkish yang makin sering terdengar dari beberapa anggota FOMC. Meski inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) inti meningkat di paruh pertama tahun ini, tekanan harga diperkirakan akan mereda pada kuartal berikutnya seiring berkurangnya dampak guncangan pasokan.

MUFG mencatat bahwa proyeksi inflasi dalam Survei Profesional Forecasters dari Philadelphia Fed hanya mengalami sedikit perubahan dalam beberapa bulan terakhir.

Bank ini juga menyoroti bahwa sejumlah indikator alternatif inflasi yang disukai Warsh, seperti Trimmed-Mean dan Median PCE, menunjukkan inflasi sudah jauh lebih dekat pada target 2% milik The Fed. Ini mengindikasikan tingkat suku bunga acuan Federal Funds Rate (FFR) saat ini pun masih cukup ketat.

Pasar Obligasi AS Membuat Tugas Warsh Makin Rumit

Tantangan Warsh kini tidak lagi terbatas pada suku bunga kebijakan. Volatilitas yang meningkat di obligasi Treasury AS, terutama pada bagian ujung panjang kurva, telah menjadi sumber ketegangan baru. Imbal hasil Treasury 30 tahun baru-baru ini mencapai level tertinggi sejak 2007 karena kekhawatiran tentang inflasi, arah utang publik, dan besarnya kebutuhan pembiayaan pemerintah AS.

Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS 30 Tahun
Imbal Hasil Obligasi Pemerintah AS 30 Tahun. Sumber: TradingView

The Fed secara langsung mengendalikan suku bunga jangka sangat pendek. Tapi Fed tidak mengendalikan premi tambahan yang diminta investor untuk meminjamkan uang ke pemerintah AS dalam jangka waktu sepuluh, dua puluh, atau tiga puluh tahun.

Inilah titik di mana masalah menjadi sama politisnya dengan moneter. Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, baru-baru ini mengumumkan peningkatan pembelian kembali sekuritas berjangka panjang untuk meningkatkan likuiditas pasar. Intervensi ini bertolak belakang dengan keinginan Warsh agar pasar lebih banyak berperan dalam menentukan imbal hasil secara alami.

Respon The Fed terhadap langkah Departemen Keuangan ini menjadi salah satu isu utama yang akan diperhatikan pada hari Jumat. Strategis BNY, Geoff Yu, menulis:

“Untuk suku bunga, pertanyaannya sederhana: Apakah Warsh mendukung, menantang, atau menghindari dorongan pembelian kembali Departemen Keuangan baru-baru ini dan dampaknya terhadap kurva?”

Pertanyaan itu melampaui soal pembelian kembali itu sendiri. Jika investor mulai yakin bahwa The Fed menyesuaikan kebijakan moneter demi menekan biaya pinjaman pemerintah, maka kredibilitasnya dalam memerangi inflasi bisa terganggu.

Di sisi lain, mengabaikan ketegangan pada imbal hasil jangka panjang berisiko meningkatkan volatilitas dan memperketat kondisi keuangan tanpa keputusan apapun dari FOMC.

Warsh Bisa Sampaikan Banyak Hal Tanpa Memberi Sinyal September

Meski Jackson Hole mendapat banyak perhatian, beberapa bank justru mengingatkan bahwa investor bisa kecewa jika mereka mengharapkan sinyal jelas terkait pertemuan bulan September.

“Warsh sejauh ini belum membeberkan reaksi jangka pendeknya, dan kami rasa ia tidak akan mengubah taktik itu hanya beberapa bulan setelah menjabat,” ujar Wells Fargo.

Société Générale juga memperkirakan Ketua The Fed akan lebih memprioritaskan agenda reformasinya dan pekerjaan lima gugus tugas, dibandingkan memberi indikasi jelas soal arah suku bunga.

MUFG, sementara itu, melihat tiga kemungkinan besar: pidato yang utamanya membahas keuangan digital, pesan yang seimbang antara tema struktural dan komentar ekonomi makro, atau presentasi yang jauh lebih ambisius tentang kerangka kebijakan moneter baru dari Warsh.

Skenario tengah nampaknya paling konsisten dengan strategi Warsh sejauh ini, yaitu membagikan cukup informasi untuk menghindari lonjakan volatilitas, namun tidak cukup untuk membuat Jackson Hole jadi ajang pengumuman keputusan September.

Apa yang Perlu Dipantau Pasar pada Hari Jumat

Pertanyaan utama kemungkinan bukanlah apakah Warsh bersikap hawkish atau dovish saja. Investor justru perlu menilai apakah Ketua The Fed bisa mengganti forward guidance dengan sesuatu yang cukup jelas supaya ekspektasi pasar tetap terjaga.

Ada tiga hal yang bisa menjadi perhatian penting. Pertama, Warsh bisa memperjelas kondisi yang membenarkan kenaikan suku bunga lagi tanpa menyebut tanggal pasti. Pernyataan tegas bahwa FOMC tetap siap mengetatkan kebijakan jika inflasi tidak mendekati 2% bisa membuat pasar yakin pada kredibilitas The Fed.

Kedua, investor akan mencermati bagaimana dia menilai kenaikan imbal hasil jangka panjang. Jika dia menganggapnya sebagai proses wajar penemuan harga di pasar, itu sejalan dengan filosofi Warsh, namun mungkin kurang memuaskan bagi investor yang menginginkan respons atas gejolak baru-baru ini.

Terakhir, setiap referensi pada hubungan antara The Fed dan Departemen Keuangan akan diamati dengan saksama untuk mengetahui apakah kedua institusi mengejar tujuan yang saling melengkapi, atau mulai muncul perbedaan pandangan soal pengelolaan kondisi keuangan.

TD Securities menilai dampaknya bisa asimetris terhadap Dolar AS.

“Risiko USD agak condong ke sisi pelemahan. Klarifikasi hawkish tentang kredibilitas inflasi mungkin hanya akan sedikit menopang USD. Sebaliknya, kegagalan mengatasi kredibilitas inflasi bisa memberikan tekanan lebih besar pada Dollar AS,” jelas TD Securities.

Di sinilah bisa jadi letak pertaruhan utama di Jackson Hole. Pidato hawkish yang tegas bisa mengerek imbal hasil dan ekspektasi kenaikan suku bunga berikutnya makin tinggi. Sementara pesan yang lebih dovish bisa menekan Dolar AS dan mendukung aset yang sensitif terhadap suku bunga.

Tapi jika pidatonya terlalu samar, ketidakpastian soal kebijakan moneter akan meningkat dan premi risiko pada obligasi pemerintah AS tetap tinggi.

Warsh menginginkan The Fed yang lebih sulit ditebak. Pada hari Jumat, pasar pada dasarnya ingin melihat apakah ia bisa membuat kebijakan The Fed lebih sulit diprediksi namun tetap kredibel.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori