Lihat lebih banyak

Polisi Norwegia Sita US$6 Juta Aset yang Terhubung dengan Peretasan Ronin Network

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Penegak hukum Norwegia mengaku berhasil melakukan sita aset hampir US$6 juta yang berhubungan dengan peretasan di Ronin Network.
  • Fakta tersebut menunjukkan bahwa Norwegia juga lihai dalam melacak dana di blockchain yang menggunakan teknik canggih untuk menghindari deteksi.
  • Walau tidak dijelaskan secara detail oleh aparat penegak hukum Norwegia, tapi kuat dugaan bahwa aset yang disita berasal dari akun yang terdapat pada crypto exchange Binance.
  • promo

Perang terhadap aktivitas peretasan masih terus berlangsung. Lembaga pemerintah, selaku otoritas yang memiliki kekuatan penuh untuk menangkal dan mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan, juga senantiasa melakukan berbagai upaya untuk mencegah atau memulihkan peristiwa gelap di industri kripto. Dalam perkembangan terbaru, otoritas penegak hukum Norwegia mengaku berhasil melakukan sita aset hampir US$6 juta atau sekitar Rp91,22 miliar yang berhubungan dengan peretasan di Ronin Network.

Peretasan yang menimpa sidechain milik proyek game play-to-earn (P2E) Axie Infinity itu merupakan salah satu peretasan terbesar yang terjadi pada tahun lalu. Sebanyak US$620 juta (sekitar Rp8,8 triliun dengan nilai saat itu) lenyap digondol oleh penjahat.

Peristiwa yang terjadi pada 23 Maret lalu itu juga memberikan kekhawatiran tersendiri bagi para investor. Pasalnya, Axie Infinity dikenal sebagai pelopor game P2E yang memiliki banyak pemain dan aset digital, termasuk kripto dan NFT, di dalamnya.

Meskipun Sky Mavis, selaku developer Axie Infinity, sudah memberikan ganti rugi terhadap korbannya, namun ternyata proses investigasi terus dilakukan. Unit Kejahatan Ekonomi Nasional Norwegia, yang dikenal dengan sebutan Okorim, mengaku berhasil menyita sebanyak 60 juta krona Norwegia (NOK) atau sekitar US$5,8 juta dari akun yang terhubung dengan Lazarus Group.

Sebagai informasi, Lazarus Group disebut-sebut sebagai aktor di belakang peretasan Ronin Network.

Dalam melancarkan aksinya, unit yang berada di bawah Lembaga Kepolisian Norwegia itu bekerja sama dengan Biro Investigasi Federal (FBI) untuk melacak transaksi yang digunakan oleh pelaku kejahatan. Untuk diketahui, terdapat 750 orang Norwegia yang juga menjadi korban dalam peretasan tersebut.

Jaksa Penuntut Umum Senior, Marianne Bender, mengungkapkan Okorim ahli dalam mengikuti dan melacak uang. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Norwegia juga lihai dalam melacak dana di blockchain yang menggunakan teknik canggih untuk menghindari deteksi.

“Ini adalah dana yang dapat mendukung Korea Utara dan juga program nuklirnya. Sehingga, penting untuk melacak seluruh aset kripto yang dicurinya dan menghentikan aksinya ketika mereka mencoba mengeluarkannya dalam bentuk fisik,“ jelas Bender.

Pelaku Peretasan Ronin Network Gunakan Akun Binance

Walau tidak dijelaskan secara detail oleh aparat penegak hukum Norwegia, tapi kuat dugaan bahwa aset yang disita berasal dari akun yang terdapat pada crypto exchange Binance.

Dalam utas di akun Twitter pribadinya, co-founder sekaligus Chief Operating Officer (COO) Sky Mavis, Aleksander Leonard Larsen, mengungkapkan terima kasihnya pada Binance dan juga sang CEO, Changpeng Zhao (CZ), karena bertindak cepat dan melakukan pembekuan dana.

Unggahan tersebut disambut hangat oleh CZ. Ia mengatakan bahwa sudah menjadi tugas perusahaannya untuk menjaga ekosistem tetap aman.

Sebelumnya, tak lama setelah insiden peretasan Ronin Network, Binance sendiri sempat memberikan sejumlah dana bagi para pengguna Axie Infinity yang terdampak dan membantu proses pemulihan dananya.

Di samping kasus Ronin Network, Binance pun mengaku sudah membekukan akun yang terhubung dengan peretasan Harmony.

Uang yang Disita Akan Dikembalikan ke Sky Mavis

Sky Mavis Mengaku Akan Butuh Waktu Tahunan untuk Pengembalian Dana yang Dicuri dalam Kasus Peretasan Axie Infinity | Ronin Bridge

Mengingat pihak Sky Mavis sudah memberikan kompensasi pada pengguna yang terdampak dalam peretasan, maka uang yang disita dan dikembalikan pada kami akan dikembalikan pada perusahaan, sebagaimana dituturkan oleh Aleksander Larsen.

Kurang dari 1 bulan setelah peretasan berlangsung, Lazarus Group diketahui segera melakukan pemindahan dana rampasannya. BeInCrypto melaporkan bahwa peretas mentransfer sebanyak 1.000 ETH ke alamat tertentu dan 200 ETH ke Tornado Cash, platform crypto mixer yang kerap digunakan oleh para pelaku kejahatan untuk mencuci dananya.

Proses pemindahan dananya sendiri dilakukan selama 24 kali transaksi dan hanya menyisakan saldo sebesar 0,109 ETH di alamat yang sudah ditandai sebagai Ronin Bridge Exploiter 8. Secara total, peretas berhasil merampok aset dalam bentuk kripto sebanyak 173.600 Ether (ETH) dan 25,5 juta stablecoin USDC.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori