100.000 Akun Polymarket Catat Kerugian Empat Digit sejak 2025, Temuan Bloomberg

  • Lebih dari 100.000 wallet Polymarket kehilangan setidaknya US$1.000 masing-masing sejak Januari 2025.
  • Bot hanya membentuk 5% dari wallet tapi berhasil merebut 75% dari seluruh volume trading.
  • Sebuah studi terbaru menemukan 69% trader Polymarket mengalami kerugian sejak 2022.
Promo

Sebuah analisis dari Bloomberg menemukan kebanyakan trader di prediction market justru mengalami kerugian, bahkan seringkali dengan selisih yang besar.

Sejak Januari 2025, lebih dari 100.000 akun Polymarket telah mencatat rugi minimal US$1.000. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari jumlah wallet yang memperoleh untung dalam jumlah yang sama.

Mimpi Side Hustle Polymarket Pupus dalam Investigasi Bloomberg

Berdasarkan laporan tersebut, sebagian besar keuntungan justru mengalir ke sekelompok kecil akun yang nampaknya adalah trading bot otomatis. Dari sekitar dua juta wallet yang aktif di platform sejak awal 2025, hampir setengahnya mencatat untung atau rugi di bawah US$10.

Hal ini mengindikasikan bahwa banyak pengguna hanya sekadar mencoba bentuk taruhan seperti ini. Tapi bahkan di kelompok kasual tersebut, mayoritas tetap mengalami kerugian.

Disponsori
Disponsori

Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real time

Laba Rugi Pengguna Polymarket.
Laba Rugi Pengguna Polymarket | Sumber: Bloomberg

Secara terpisah, peneliti dari University of Toronto, HEC Montréal, dan ESSEC Business School turut menganalisis data Polymarket. Makalah mereka mencakup 2,4 juta pengguna dan volume transaksi sebesar US$67 miliar.

Studi tersebut menemukan bahwa 68,8% pengguna merugi sejak 2022. Sementara itu, 1% trader teratas berhasil meraup 76,5% dari seluruh keuntungan. Bahkan 0,1% trader paling atas saja sudah menyumbang lebih dari setengah total profit di platform.

“Pengguna yang mengalami kerugian biasanya lebih sering melakukan transaksi di harga ekstrem (di bawah 10¢ atau di atas 90¢) daripada yang memperoleh keuntungan: 95% pengguna terbawah melakukan 56% trade mereka di harga ini, sementara 0,1% pengguna teratas hanya 28%,” papar makalah tersebut. “Kami menyarankan agar temuan ini tidak langsung dianggap mewakili skill (atau pengetahuan), karena kami tidak punya alat yang biasa digunakan untuk menilai performa di pasar finansial.”

Bloomberg juga berujar bahwa sekitar 5% wallet mirip bot menghasilkan 75% volume transaksi di Polymarket. Dari akun-akun dengan volume besar ini, sebanyak 823 akun masing-masing memperoleh profit lebih dari US$100.000.

“Akun-akun berorientasi volume tinggi ini secara kolektif membukukan keuntungan sebesar US$131 juta, dengan konsentrasi utama pada 823 pengguna yang masing-masing mengantongi lebih dari US$100.000. Sementara itu, para trader yang lebih sedikit bertransaksi justru merugi dalam jumlah yang sama jika seluruh untung dan ruginya dijumlahkan,” terang laporan tersebut.

Sementara itu, Joshua Della Vedova, profesor dari University of San Diego, menemukan bahwa trader ritel sebenarnya lebih sering memilih hasil yang menang daripada bot. Meskipun begitu, mereka tetap merugi karena masuk ke posisi terlambat dan di harga yang kurang baik.

BeInCrypto telah menghubungi Polymarket untuk meminta tanggapan terkait hasil temuan ini dan akan melakukan pembaruan jika menerima respons nantinya.

Subscribe ke channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis berbagi insight ahli


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori