Keputusan suku bunga The Federal Reserve jadi perhatian utama hari ini, bersamaan dengan laporan pendapatan kuartal pertama (Q1) Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta setelah pasar tutup. Gabungan peristiwa ini membawa kebijakan moneter dan debat belanja modal AI dalam satu waktu yang tak bisa trader aset kripto abaikan.
Bitcoin (BTC) diperdagangkan dekat support jangka pendek sementara Wall Street menanti konferensi pers Ketua Jerome Powell dan proyeksi belanja infrastruktur AI gabungan tahun 2026 mendekati US$600 miliar dari keempat perusahaan raksasa itu.
Tahan Suku Bunga Terakhir Powell dan Implikasinya untuk Bitcoin
FOMC diperkirakan akan tetap mempertahankan kisaran target suku bunganya di 3,50% hingga 3,75%, menandai penahanan suku bunga untuk ketiga kalinya berturut-turut. Tanpa dot plot ataupun Ringkasan Proyeksi Ekonomi, setiap kalimat dalam pernyataan Powell akan sangat berpengaruh hingga Juni nanti.
Secara historis, Bitcoin lebih sering bereaksi pada pernyataan Powell dibandingkan keputusan tingkat suku bunganya sendiri. Risalah FOMC terbaru bahkan sudah mendorong ekspektasi penurunan suku bunga hingga pertengahan 2026.
Jika Powell cenderung hawkish terkait inflasi, aset berisiko termasuk Bitcoin akan mendapat tekanan baru. Sementara, pengakuan yang lebih seimbang atas risiko pertumbuhan bisa meredakan aksi jual dan mendongkrak altcoin.
Laporan Pendapatan Raksasa AI Uji Minat Risiko Kripto
Setelah pasar tutup, Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta melaporkan hasil Q1. Keempatnya menargetkan belanja modal gabungan sekitar US$600 miliar untuk tahun 2026. Sebagian besar dana ini mengalir ke data center AI, chip, dan energi.
Memang, investor ingin satu jawaban: Apakah pendapatan cloud tumbuh cukup cepat untuk membenarkan pengeluaran sebesar itu? Azure milik Microsoft, AWS-nya Amazon, dan pertumbuhan Google Cloud akan memengaruhi harga saham—dan harga aset kripto biasanya mengikuti siklus laba perusahaan besar ini.
“Pasar bisa bergerak liar saat Alphabet, Amazon, Meta, dan Microsoft merilis laporan dan investor fokus pada rencana belanja modal, proyeksi arus kas bebas, serta hasil dari AI,” ujar Kyle Rodda, analis pasar senior di Capital.com kepada BeInCrypto.
Pada bulan Januari lalu, aksi jual besar saham Microsoft akibat kekhawatiran capex AI sempat menyeret Bitcoin mendekati US$83.460. Kini narasi keduanya sering bergerak searah.
“Microsoft rugi US$440 miliar dalam satu hari. Penurunan saham tunggal terbesar kedua dalam sejarah… Kripto disalahkan atas gejolak harga. Sementara itu: MSFT rugi 22X lebih banyak dalam 24 jam. Ini adalah deleveraging multi-aset: Teknologi (MSFT -11%), Logam (gold -13%, silver -15%), Kripto (BTC -5%)—semuanya dijual,” papar seorang analis saat itu.
Token bertema AI seperti Bittensor (TAO), Render (RNDR), dan Fetch.ai (FET) sering mengikuti sentimen pada sektor AI secara umum.
Jika The Fed stabil dan panduan AI serta pertumbuhan cloud juga mengesankan, maka selera risiko akan meningkat. Bitcoin berpeluang kembali ke rentang harga terbaru, bahkan bisa breakout dan bertahan di atas US$80.000.
Komentar negatif tentang belanja modal AI ataupun kejutan hawkish dari The Fed bisa memicu penurunan cepat baik di saham maupun kelompok altcoin AI.





