Kembali

Pendiri Wikipedia Jimmy Wales: Bitcoin Turun di Bawah US$10.000 pada 2050

Pilih kami di Google
author avatar

Ditulis oleh
Lockridge Okoth

editor avatar

Diedit oleh
Zummia Fakhriani

27 Februari 2026 14.18 WIB
  • Jimmy Wales memprediksi Bitcoin akan bertahan, tetapi gagal sebagai uang.
  • Ia memperingatkan Bitcoin bisa jatuh di bawah US$10.000 pada 2050.
  • Analis menyoroti volatilitas, lemahnya adopsi, dan krisis narasi store of value.
Promo

Co-founder Wikipedia, Jimmy Wales, memberikan prediksi tajam untuk Bitcoin, menyatakan bahwa aset kripto perintis ini kemungkinan akan tetap bertahan sebagai sebuah network, tapi masih jauh dari berhasil sebagai alat pembayaran maupun penyimpan nilai.

Pernyataan ini sejalan dengan sentimen banyak analis, yang menyoroti kegagalan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap penurunan nilai mata uang.

Disponsori
Disponsori

Co-Founder Wikipedia Yakin pada Bitcoin — tapi Prediksi Harga Tahun 2050-nya Akan Mengejutkan Anda

Wales memperingatkan bahwa Bitcoin bisa turun ke “level hobi”, bahkan berpotensi jatuh di bawah US$10.000 (dalam nilai hari ini) pada tahun 2050.

“Orang-orang yang berpikir Bitcoin akan menjadi nol kemungkinan besar keliru,” ujar Wales. “Desainnya cukup tangguh sehingga akan terus ada selamanya, kecuali terjadi kerusakan kriptografi yang belum terbayangkan sekarang atau serangan 51% yang mengejutkan. Bahkan jika itu terjadi, fork akan membuatnya tetap berjalan. Namun, yang bisa terjadi adalah nilainya turun ke harga yang sesuai dengan kalangan penghobi saja. Karena sepenuhnya gagal sebagai mata uang, sebagai penyimpan nilai, dan sebagainya, Bitcoin tidak akan menjadi uang utama di masa depan.”

Bitcoin diperdagangkan di harga US$67.736 pada waktu publikasi. Jika prediksi harga Bitcoin dari Wales menjadi kenyataan, maka aset kripto perintis ini bisa turun lebih dari 80% dalam 24 tahun ke depan.

Prediksi Harga Bitcoin
Prediksi Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Petinggi Wikipedia ini menggambarkan Bitcoin sebagai “spekulatif, bahkan di kondisi terbaik,” sambil menyoroti bahwa adopsi oleh sistem AI hampir tidak ada.

Ia juga membantah argumen bahwa akumulasi institusional atau ETF bisa menjamin stabilitas harga.

“Hampir tidak ada alasan untuk berpikir bahwa akumulasi akan meningkat… para penggemar sebaiknya siap-siap jika harganya turun ke level hobi,” tulis dia.

Disponsori
Disponsori

Bahkan dalam skenario di mana pemerintah otoriter mendorong alternatif pelarian digital, Wales tetap ragu.

“Sulit digunakan, volatil, tidak diterima sebagai mata uang di mana pun. Memang cocok untuk penghobi/penggemar, tetapi saya pikir emas, perak, perhiasan, properti, dan karya seni mahal akan tetap dominan sebagai penyimpan nilai yang aman,” papar Wales.

Analis Soroti Masalah Struktural Bitcoin yang Belum Terpecahkan

Kritik dari Jimmy Wales mencerminkan skeptisisme yang lebih luas di tengah koreksi harga Bitcoin baru-baru ini. Beberapa pengguna menyatakan bahwa sang raja aset kripto telah berulang kali gagal memenuhi janji awalnya.

“Bitcoin dulu dimulai sebagai uang P2P. Ketika BTC gagal dalam misi itu, mereka mempromosikan Lightning; saat Lightning pun gagal, mereka mempromosikan penyimpan nilai. Sekarang itu juga gagal, dan BTC terjebak di tengah-tengah,” ujar seorang pengguna.

Pihak lain melihat Bitcoin hanya sebagai sarana spekulasi antar penjudi, bukan penyimpan nilai. Sementara itu, Jacob Kinge dari SwanDesk mengingatkan bahwa gelembung Bitcoin sudah berakhir.

Bahkan unggahan meme yang menyinggung “kematian” Bitcoin dalam waktu dekat mendapat perhatian besar, menunjukkan betapa kuatnya narasi negatif yang beredar.

Di sisi lain, analis teknikal juga menyuarakan kehati-hatian meskipun prediksi mereka tidak se-ekstrem target harga US$10.000 dari Wikipedia.

Meskipun begitu, tidak semua suara bernada pesimistis. Ada juga yang mengingatkan agar tidak bereaksi berlebihan terhadap penurunan harga sementara.

“Mereka melihat volatilitas dan langsung menganggap Bitcoin gagal… Orang-orang ini hanyalah turis,” komentar CFA Rajat Soni.

Pandangan jangka panjang Wales berada di antara dua kutub ini. Ia melihat Bitcoin sebagai aset yang teknikalnya tangguh, namun sangat terbatas dari sisi adopsi, kegunaan, dan fungsinya sebagai penyimpan nilai.

Kesimpulannya, meski Bitcoin mungkin bertahan sebagai jaringan selama beberapa dekade, perannya sebagai uang, aset lindung nilai, maupun sebagai aset arus utama masih sangat tidak pasti.

Menurut Anda, apakah investor dan penggemar harus bersiap menghadapi skenario di mana aset kripto pertama dunia ini hanya bertahan sebagai mainan para penghobi alih-alih menjadi fondasi utama keuangan global?

Berikan pendapat Anda melalui media sosial BeInCrypto, termasuk X (Twitter), LinkedIn, atau ikuti newsletter kami untuk dapatkan berbagai update lainnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang pandangan Jimmy Wales terkait masa depan Bitcoin dan potensi penurunan harganya? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori