Lihat lebih banyak

Putra Mahkota Dubai Punya Strategi Metaverse untuk Tambah 40.000 Pekerjaan Virtual & US$4 Miliar bagi Ekonomi

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid al-Maktoum, Putra Mahkota Dubai, mengumumkan strategi metaverse bagi Dubai.
  • Strategi itu disebut akan menciptakan 40.000 pekerjaan virtual baru dan menambah US$4 miliar bagi PDB emirat itu dalam 5 tahun ke depan.
  • Rincian tentang bagaimana strategi ini akan dilakukan masih sedikit, tetapi pilar dari rencana tersebut di antaranya mencakup mendorong inovasi metaverse dan kontribusi ekonomi.
  • promo

Putra Mahkota Dubai, Sheikh Hamdan bin Mohammed bin Rashid al-Maktoum, mengumumkan strategi metaverse bagi Dubai yang disebut akan menciptakan 40.000 pekerjaan virtual baru dan menambah US$4 miliar bagi produk domestik bruto (PDB) emirat itu dalam 5 tahun ke depan.

Rincian tentang bagaimana strategi ini akan dilakukan masih sedikit, tetapi pilar dari rencana tersebut termasuk mendorong inovasi metaverse dan kontribusi ekonomi, menumbuhkan para bakat metaverse, dan mengembangkan kasus penggunaan dan aplikasi metaverse dalam pemerintah Dubai.

“Strategi ini menekankan pada pembinaan bakat dan investasi pada kemampuan masa depan dengan memberikan dukungan yang diperlukan dalam pendidikan metaverse yang ditujukan untuk para developer, content creator, hingga pengguna platform digital di komunitas metaverse,” jelas kantor berita resmi Uni Emirat Arab (UEA), WAM, pada hari Senin (18/7).

Sampai saat ini, masih belum jelas berapa banyak dana yang akan diinvestasikan oleh pemerintah Dubai untuk mendukung strategi mereka. Departemen keuangan serta departemen ekonomi dan pariwisata Dubai tidak segera menanggapi permintaan komentar terkait kabar ini.

Ingin Jadi Kota Tercepat dalam Adopsi Metaverse

“Kami meluncurkan Strategi Metaverse Dubai yang bertujuan untuk mendorong inovasi dalam teknologi baru. Dubai adalah rumah bagi lebih dari 1.000 perusahaan yang beroperasi di sektor metaverse dan blockchain, yang menyumbang US$500 juta untuk ekonomi nasional kami,” jelas Putra Mahkota Dubai.

Sejalan dengan strategi metaverse ini, Museum of the Future di Dubai akan menjadi tuan rumah Dubai Metaverse Assembly pada September 2022. Acara global ini mengumpulkan lebih dari 300 pakar dan 40 organisasi khusus untuk membahas peluang tak terbatas yang ditawarkan oleh metaverse untuk melayani umat manusia.

Dubai Metaverse Assembly disebut sebagai platform global bagi para inovator yang menempa masa depan metaverse.

“Para partisipan akan merasakan teknologi yang luar biasa canggih. Kami memanfaatkan dunia digital yang menjanjikan ini untuk menjadi kota tercepat dalam mengadopsi aplikasinya dan memanfaatkan potensinya,” tulis Hamdan bin Mohammed.

Inisiatif Metaverse di Dubai

Sejumlah pihak di Dubai mengaku bahwa mereka semakin tertarik untuk mengadopsi teknologi metaverse ke dalam bisnis mereka. Misalnya, maskapai penerbangan Emirates pada April lalu menyatakan bahwa mereka akan memperluas penggunaan metaverse dan non-fungible token (NFT).

Damac Group, konglomerat bisnis termasuk perusahaan pengembang properti Damac Properties dan rumah mode Roberto Cavalli, pada April lalu mengklaim akan menginvestasikan US$100 juta untuk membangun kota digital di metaverse.

Kemudian, Otoritas Pengatur Aset Virtual atau Virtual Asset Regulatory Authority (VARA) pada Mei lalu dilaporkan telah mengakuisisi lahan di platform metaverse The Sandbox dan mendirikan kantor pusat virtual di sana. Konon, mereka menjadi lembaga regulator pertama di dunia yang memulai debutnya di metaverse.

Tidak hanya itu, perusahaan perawatan kesehatan UEA Thumbay Group dilaporkan berencana merilis rumah sakit di metaverse pada Oktober mendatang. Hal ini membuat para pasien dapat berkonsultasi dengan dokter secara virtual.

UEA yang Ramah Kripto Menarik Minat Para Pelaku Industri

Pengumuman strategi metaverse terbaru dari pemerintah Dubai disebut-sebut sejalan dengan ambisi mereka untuk menarik lebih banyak perusahaan teknologi dan kripto yang sedang berkembang.

Dubai telah mengesahkan undang-undang pertama yang terkait dengan aset virtual dan mendirikan VARA pada 28 Februari 2022. Setidaknya, VARA telah memberikan lisensi kepada sejumlah crypto exchange kelas dunia. 

Secara umum, hingga saat ini sudah ada 5 raksasa crypto exchange yang telah mengantongi izin operasi di 2 emirat UEA, baik itu di Dubai maupun di Abu Dhabi. Pada akhir Maret lalu, Crypto.com mengumumkan akan mendirikan basis kantor pusat regional, sementara Bybit akan memindahkan kantor pusat ke Dubai.

Sebelum itu, Binance telah lebih dulu mengantongi lisensi dari VARA yang menjadikan dasar untuk melakukan ekspansi ke Dubai. Namun, FTX menjadi raksasa crypto exchange pertama yang mendapat persetujuan untuk beroperasi dan mendirikan kantor pusat regional di Dubai.

Sedangkan Kraken pada April ini menerima lisensi dari Abu Dhabi Global Market (ADGM) yang telah mengadopsi kerangka kerja pengaturan aset virtual sejak 2018. Crypto exchange yang dipimpin Jesse Powell ini akan mendirikan kantor pusat regional dan mengoperasikan bisnis mereka di Abu Dhabi. Binance pun dikabarkan telah menerima persetujuan secara prinsip dari ADGM untuk beroperasi sebagai broker-dealer dalam aset digital.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori