Bitcoin, Obligasi, dan Saham Masuk Pola September yang Berbahaya

  • Sejak 1986, rata-rata tahun pemilu paruh waktu telah mencapai titik terendah pada 2 September, empat hari lagi.
  • Warsh menempatkan harga di urutan pertama di Jackson Hole karena PCE enam bulan mencapai 4,1%.
  • Trader memperkirakan peluang 33% The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September dan 1% untuk penurunan suku bunga.
Promo

September punya reputasi buruk di Wall Street, terutama saat tahun pemilihan paruh waktu AS. Dalam 10 siklus pemilu paruh waktu terakhir, rata-rata titik terendah pasar saham tiba pada 2 September.

Ketika saham mencapai titik terendah itu, rata-rata mereka sudah turun sebesar 16,77% dari titik tertinggi sebelumnya.

Bitcoin kini juga memasuki periode yang sama di kisaran US$77.500, sedangkan saham AS tetap dekat rekor tertinggi dan imbal hasil obligasi jangka panjang tetap tinggi secara tidak biasa. Sekarang pertanyaannya adalah apakah tahun 2026 akan mengikuti pola lama itu.

Disponsori
Disponsori

Titik Terendah Pemilu Paruh Waktu Berkumpul di Awal September

Hartford Funds meneliti 10 tahun pemilu paruh waktu AS antara 1986 dan 2022. Pada setiap tahun itu, saham-saham mengalami penurunan besar dari titik tertinggi tahunan mereka.

Penurunan Saham di 10 Siklus Pemilu Paruh Waktu dari 1986 hingga 2022. Sumber: Hartford Funds
Penurunan Saham di 10 Siklus Pemilu Paruh Waktu dari 1986 hingga 2022 | Sumber: Hartford Funds

Besarnya kerugian sangat bervariasi. Saham turun 33,75% pada 2002, sedangkan penurunan terbesar tahun 2014 hanya 7,40%. Titik terendahnya pun terjadi di waktu-waktu berbeda dalam setahun.

Jadi, tanggal 2 September hanyalah rata-rata sejarah, bukan tenggat waktu untuk crash berikutnya. Dan sampai sekarang, tahun 2026 sepertinya tidak mengikuti pola biasanya.

Kinerja S&P 500 (SPX). Sumber: TradingView
Kinerja S&P 500 (SPX) | Sumber: TradingView
Disponsori
Disponsori

The Fed Bahas Kenaikan Suku Bunga, Bukan Pemotongan

Situasi makro berubah sejak musim semi lalu, dengan Ketua The Fed Kevin Warsh memakai pidato perdananya di Jackson Hole hari Jumat untuk menegaskan prioritas ke harga-harga.

Angka-angkanya sendiri juga memperlihatkan alasannya, karena ketua The Fed mengatakan indeks harga PCE naik 3,7% dalam 12 bulan, sementara laju 6 bulannya bahkan lebih tinggi di 4,1%. Inflasi bukan hanya tinggi, tapi malah makin cepat.

Obligasi memperkuat prospek itu, karena imbal hasil Treasury 30 tahun sempat menyentuh 5,28% pada 21 Agustus dan ditutup di 5,17% pada 26 Agustus. Pada waktu publikasi, imbal hasilnya ada di 5,20, sedangkan efektif suku bunga dana The Fed hanya di angka 3,63%.

Imbal Hasil Treasury AS 30 Tahun. Sumber: TradingView
Imbal Hasil Treasury AS 30 Tahun | Sumber: TradingView

Presiden The Fed Hammack, Kashkari, dan Logan sudah memilih kenaikan suku bunga pada bulan Juli lalu. Risalah pertemuan menunjukkan para pejabat khawatir guncangan pasokan yang berulang akan terus menunda kembalinya inflasi ke target.

Trader Kalshi sekarang memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed di bulan September sebesar 53%, dibanding peluang sekitar 48% untuk tetap bertahan.

Bitcoin Bertemu Kalender di US$80.000

Bitcoin baru saja mencatatkan kenaikan mingguan dalam dolar terbesar sepanjang sejarah, menambah US$14.775 karena pembelian ETF spot berlangsung paling cepat sejak Oktober 2025. Reli tersebut kemudian berhenti di level US$80.000 Bitcoin.

BTC masih diperdagangkan 37% di bawah puncak US$126.080 pada 6 Oktober 2025. Pasar aset kripto secara keseluruhan turun 0,80% pada hari Jumat ke level sekitar US$2,66 triliun.

Pergerakan Harga Bitcoin. Sumber: TradingView
Pergerakan Harga Bitcoin | Sumber: TradingView

Data sebelumnya sebaiknya membuat kita waspada, karena terakhir kali The Fed mengetatkan kebijakan di musim gugur pemilu paruh waktu, siklus kenaikan suku bunga Bitcoin sebelumnya menyeret harganya turun sekitar 65% hingga menyentuh US$15.500 pada November 2022.

Sementara itu, dealer yang melakukan hedging hanya memberikan support tipis, karena SPY, dana yang melacak S&P 500, diperdagangkan di US$770,20 terhadap titik gamma flip di US$767. Di bawah level itu, hedging tidak lagi menahan penurunan, melainkan justru memperburuknya.

Meski begitu, rekor ini bersifat dua arah karena dalam 10 siklus mid-term yang sama, S&P 500 rata-rata naik sebesar 27,80% dalam setahun setelah mencapai titik terendah.

Pertanyaannya adalah apakah Bitcoin harus menemukan titik terendahnya lebih dulu.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori