Lihat lebih banyak

Roxe Bakal Bentuk Perusahaan Baru lewat Goldenstone dengan Valuasi US$3,6 Miliar, Backdoor Listing?

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Goldenstone Acquisition Limited baru saja mengumumkan aksi anorganiknya melalui penandatanganan perjanjian merger dengan Roxe Holding, Inc.
  • Kedua perusahaan berencana membentuk perusahaan baru yang diharapkan 100% saham Roxe bakal disuntikkan ke perusahaan tersebut.
  • Jika mekanisme itu terjadi, maka Roxe akan menjadi pemilik saham utama atas perusahaan anyar itu.
  • promo

Goldenstone Acquisition Limited, perusahaan yang memiliki model bisnis blank check company, baru saja mengumumkan aksi anorganiknya. Perseroan sudah menandatangani perjanjian merger dengan perusahaan pembayaran berbasis blockchain, Roxe Holding, Inc.

Dalam rencana strategisnya, kedua perusahaan berencana membentuk perusahaan baru, yang diharapkan 100% saham Roxe bakal disuntikkan ke perusahaan tersebut. Jika mekanisme itu terjadi, maka Roxe akan menjadi pemilik saham utama atas perusahaan anyar itu.

Sebagai catatan, Goldenstone bakal menuntaskan aksi mergernya lewat salah satu entitas usaha yang 100% dimiliki oleh perusahaan. Nantinya, begitu transaksi sudah rampung dilakukan, maka Goldenstone akan berubah nama menjadi Roxe Holding Group, Inc., yang dibarengi dengan melonjaknya valuasi perusahaan menjadi US$3,6 miliar.

Tidak hanya itu, perusahaan anyar tersebut juga akan langsung terdaftar di Nasdaq. Aksi strategis tersebut tidak menggunakan uang tunai dalam penyelesaian transaksinya, sehingga besar kemungkinan perusahaan akan mengambil strategi share swap atau equity swap, yang mana 100% saham dari Roxe akan dikonversi menjadi ekuitas di Goldenstone.

Merger Roxe dan Goldenstone Bakal Rampung di Kuartal I 2023

Kesepakatan ini juga akan menguntungkan pemegang saham lama. Pasalnya, mereka berpotensi mendapatkan pendapatan dari tambahan saham, apabila target harga bisa terpenuhi dalam perjanjian merger.

Chief Business Officer Roxe, Josh Li, mengatakan, perusahaan senang bisa bekerjasama dengan Goldenstone untuk membawa Roxe ke Nasdaq. Perusahaan optimistis bahwa lewat langkah tersebut bakal bisa mengakselerasi pertumbuhan dan juga ekosistem pembayaran yang inovatif.

“Kami percaya, melalui tim dan keahlian tim gabungan perusahaan, Roxe akan mampu menyederhanakan pembayaran transaksi keuangan dan juga pertukaran nilai di seluruh dunia,” katanya dalam keterangan resmi.

Transaksi strategis ini ditargetkan baru akan rampung di kuartal pertama tahun 2023 mendatang. Perusahaan masih menunggu persetujuan dari pemegang saham dari kedua belah pihak. Selain itu, restu dari Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat juga perlu didapatkan untuk bisa memastikan mulusnya transaksi.

Kedua perusahaan masih dalam tahap akan mengajukan pendaftaran untuk mendapatkan pernyataan efektif.

Chief Executive Officer (CEO) Goldenstone, Eddie Ni, menjelaskan perusahaan perccaya terhadap peluang yang bakal tercipta dengan masuknya Roxe yang merupakan jaringan pembayaran terbuka berbasis blockchain.

“Kami percaya pada kepatuhan dan kekuatan strategi Roxe untuk menjadi pemimpin di bisnis ini,” tambahnya.

IPO Goldenstone Sukses Raup Dana US$57,5 Juta

Sebagai informasi, Goldenstone baru saja menggelar penawaran perdana saham alias initial public offering (IPO) pada Maret lalu. Perseroan menerbitkan 5.750.000 lembar saham dengan harga penawaran di level US$10 per lembarnya.

Lewat aksinya, Goldenstone sukses meraup dana segar sebesar US$57,50 juta dan mencatatkan dirinya di salah satu bursa saham terbesar di dunia NASDAQ dengan ticker GDST.

Goldenstone sendiri sejak awal pendiriannya memang mengkhususkan diri untuk menjadi perusahaan “cangkang”. Artinya, pembentukan perusahaan dimaksudkan untuk aksi merger, pembelian saham, reorganisasi, ataupun kombinasi bisnis serupa dengan satu atau lebih entitas bisnis.

Kendati demikian, perusahaan sudah menetapkan tujuan utamanya untuk tidak melakukan sinergitas di awal bisnis dengan perusahaan manapun yang berbasis atau menjalankan sebagian besar bisnisnya di Cina, termasuk Hong Kong dan Makau.

Backdoor Listing bagi Roxe?

Dengan adanya transaksi ini bakal memungkinkan Roxe untuk menjadi perusahaan listed di Nasdaq lewat “pintu belakang” (backdoor listing).

Roxe sendiri merupakan jaringan pembayaran yang menghubungkan lembaga keuangan tradisional seperti bank, perusahaan pembayaran, dan perusahaan pengiriman uang untuk memfasilitasi pembayaran lintas batas menggunakan token blockchain pribadi dan tidak menggunakan aset kripto yang fluktuatif.

Mengutip Reuters, beberapa orang yang mengetahui perjanjian tersebut mengaku tidak ada satupun investor Roxe yang berencana menjual saham perusahaan.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024
Platform kripto terbaik di Indonesia | Juli 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori