Lihat lebih banyak

Sanksi dari Uni Eropa Dorong Binance Terapkan Pembatasan terhadap Rusia

2 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Binance mulai menerapkan pembatasan terhadap akun warga negara Rusia, demi mematuhi sanksi putaran kelima dari Uni Eropa.
  • Mereka akan membatasi akun milik warga negara Rusia atau warga naturalisasi yang tinggal di Rusia, atau entitas legal yang berdiri di Rusia.
  • Sebelumnya, CEO Binance sempat menyatakan bahwa penerapan pembatasan secara luas terhadap warga Rusia bukan sesuatu yang etis.
  • promo

Binance telah memulai pembatasan terhadap warga negara Rusia, demi mematuhi putaran kelima sanksi dari Uni Eropa atas Rusia.

Menurut sebuah pengumuman dalam situs resminya, Binance akan membatasi layanan bagi “warga negara rusia atau warga negara naturalisasi yang tinggal di Rusia, atau entitas legal yang didirikan di Rusia”. Adapun pembatasan tersebut berlaku bagi pengguna yang memiliki aset kripto lebih dari 10.000 EUR.

Binance mengatakan bahwa layanan deposit dan trading tidak lagi diizinkan bagi akun yang terkena pembatasan. Mereka hanya dapat mengakses mode penarikan saja. Pembatasan ini berlaku pula terhadap layanan spot, futures, dompet kustodian, dan deposit staking dan earning. Binance juga menegaskan bahwa seluruh deposit yang dilakukan ke akun-akun tersebut akan ikuti dibatasi.

Dalam pengumuman itu, para pengguna juga diminta untuk melengkapi verifikasi proof-of-address. Bagi warga negara Rusia yang berhasil memverifikasi bahwa mereka tinggal di luar Rusia, akun Binance miliknya masih akan tetap aktif dan tidak dikenakan pembatasan. Namun, mereka harus tetap menjaga agar nilai aset dalam akunnya berada di bawah 10.000 EUR.

Apabila akun-akun yang terkena pembatasan sedang memiliki posisi di pasar futures atau derivatif, maka mereka memiliki waktu 90 hari untuk menutup posisinya tersebut.

Binance Sebut Mereka Harus Memimpin dengan Contoh

Meski Binance mengakui bahwa “langkah ini berpotensi restriktif bagi warga Rusia biasa”, mereka mengatakan jika perusahaan harus terus memimpin dengan memberikan contoh. Mereka meyakini pula bahwa “seluruh exchange besar harus mengikuti aturan yang sama segera”.

Uni Eropa memulai putaran sanksi baru di awal bulan ini. Mereka menyasar dompet kripto, bank, mata uang, dan perusahaan trust. Pembatasan nilai aset kripto maksimal sebesar €10.000 yang dilakukan oleh Binance tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menutup celah potensial yang memungkinkan orang Rusia memindahkan uang ke luar negeri. Walaupun, studi terbaru dari Chainalysis menunjukkan bahwa crypto exchange tidak memiliki likuiditas yang cukup untuk membantu para oligarki Rusia menghindari sanksi dengan aset kripto.

Sebelumnya, CEO Binance, Changpeng ‘CZ’ Zhao pernah mengatakan bahwa penerapan sanksi secara luas terhadap warga negara Rusia “tidaklah etis“. Meski demikian, CZ menambahkan pula jika pihak-pihak yang menjadi target spesifik sanksi sudah dibatasi. Di samping itu, di bulan lalu, Binance sudah menghentikan dukungan layanan terhadap kartu-kartu dari institusi perbankan Rusia yang terkena sanksi. Kartu-kartu tersebut tak lagi bisa digunakan dalam platform Binance.

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

photo_Nick.jpg.optimal.jpg
Nicholas Pongratz
Nick adalah seorang ilmuwan data yang mengajar ekonomi dan komunikasi di Budapest, Hungaria, tempat di mana ia menerima gelar BA dalam Ilmu Politik dan Ekonomi dan MSc di Analitik Bisnis dari CEU. Dia telah menulis tentang mata uang kripto dan teknologi blockchain sejak 2018. Ia tertarik dengan potensi dari kedua hal tersebut dari segi penggunaan ekonomi maupun politik.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori