SEBI Imbau agar Publik Figur Setop Endorse Produk Kripto di India

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Dewan Sekuritas dan Bursa India (SEBI) ingin agar para publik figur setempat membatasi dirinya dalam kegiatan endorse untuk aset kripto.

  • SEBI juga dilaporkan telah meminta kepada pemerintah India untuk memperluas kuasanya ke platform media sosial.

  • Kementerian Urusan Konsumen India diperkirakan bakal merilis panduan iklan kripto yang telah diperbarui dalam waktu dekat.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Dewan Sekuritas dan Bursa India (SEBI) mengimbau agar “figur publik ternama” harus membatasi diri dalam kegiatan endorse aset kripto.

Narasumber memberi tahu Business Line bahwa lembaga pengawas di India itu telah mengajukan imbauannya tersebut kepada Komite Tetap Parlemen untuk Keuangan. Hal ini mencakup pendapat SEBI terhadap iklan kripto dan kemungkinan pelanggaran atas aturan pengungkapan, walau belum ada panduan spesifik dalam sektor kripto.

“Karena ini adalah kategori berisiko (aset digital virtual), selebritas atau figur ternama yang tampil dalam iklan-iklan seperti itu harus berhati-hati untuk memastikan bila mereka telah melakukan uji tuntas [due diligence] tentang pernyataan dan klaim yang dibuat oleh iklan tersebut, sehingga tidak menyesatkan pelanggan,” bunyi kutipan dari imbauan SEBI.

Imbauan dari SEBI Mengamandemen Panduan Iklan Kripto ASCI

Februari lalu, pemerintah India mengakui sektor aset virtual. Namun, hal tersebut dilakukan semata-mata hanya untuk memberlakukan kerangka penerapan pajak atas kelas aset tersebut di negaranya.

Kini, menteri keuangan India telah meminta pandangan SEBI terhadap panduan dari ASCI, sebagaimana yang diungkapkan oleh narasumber.

Dari 1 April, Advertising Standards Council of India (ASCI), lembaga pengawas iklan di India, menerapkan rangkaian 12 pedoman seputar promosi aset digital virtual (VDA). Lembaga ini memerintahkan agar iklan-iklan kripto memuat penyangkalan (disclaimer) yang memperingatkan bahwa produk tersebut “tidak diregulasi dan bisa berisiko tinggi.”

Berdasarkan informasi terkini, SEBI telah menganjurkan agar kata-kata dalam bagian disclaimer dalam iklan kripto diganti menjadi: “Mengingat produk kripto tidak diregulasi, figur publik ternama termasuk selebritas, atlet, dll. atau suara mereka tidak boleh digunakan untuk iklan/endorsement produk kripto.”

Panduan baru tersebut tidak hanya bertujuan menyoroti risiko kripto dan kekhawatiran mengenai penipuan, tetapi juga menempatkan tanggung jawab kepada figur selebritas maupun atlet.

Imbauan SEBI pun membuat mereka bertanggung jawab atas UU Perlindungan Konsumen atau undang-undang lainnya. Oleh karena itu, disclaimer yang diperbarui juga menambahkan kalimat: “Transaksi dalam produk kripto dapat mengakibatkan penuntutan atas kemungkinan pelanggaran hukum India, seperti FEMA, UU BUDS, PMLA, dsb.”

Di bawah imbauan ini, UU Perlindungan Konsumen 2019 juga dapat memungut denda dari para endorser, bila mereka terbukti “menyesatkan konsumen.”

Meski demikian, para figur publik ini tidak akan bertanggung jawab terhadap hal tersebut, jika “ia telah melakukan uji tuntas untuk memverifikasi kebenaran klaim yang dibuat dalam iklan mengenai produk atau layanan yang ia endorse.”

Aturan dari SEBI Datang di Waktu yang Tepat?

Selain panduan iklan kripto, SEBI menyampaikan kepada pemerintah India untuk memperluas kuasa mereka di platform media sosial.

The Economic Times melansir bahwa lembaga regulator sekuritas ini ingin “memotong dan mendekripsi data” pada platform seperti WhatsApp dan Telegram demi mengendalikan kasus trading oleh orang dalam, serta melacak channel trading kripto dan aset-aset lainnya.

Laporan tersebut menyatakan pula bila Kementerian Urusan Konsumen India diperkirakan akan merilis pembaruan panduan iklan kripto di bawah UU Perlindungan Konsumen dalam waktu dekat.

Perkembangan regulasi terbaru dari India ini datang bertepatan dengan momen ketika aktor Matt Damon kembali ditegur akibat mempromosikan aset digital. Terlebih lagi, saat ini pasar kripto terus mengalami penurunan.

Damon diketahui bermitra dengan Crypto.com untuk mengembangkan jangkauan promosi platform crypto exchange itu. Namun, saat ini ia sedang diolok-olok oleh warganet karena iklan “keberuntungan berpihak pada pemberani” yang mengajak orang-orang untuk berinvestasi pada kelas aset ini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Topik Terkait

Shraddha adalah seorang jurnalis di India yang telah bekerja di berita bisnis dan finansial sebelum menyelami dunia kripto. Sebagai seorang penggemar investasi, dia juga memiliki ketertarikan dalam memahami kripto dari pendirian finansial pribadi.

Ikuti Penulis