Aset kripto memasuki minggu dengan dua keputusan bank sentral diiringi volume trading yang lebih sepi dan pasokan stablecoin yang menyusut. The Federal Reserve akan mengambil keputusan pada 28 Oktober, lalu Bank of Japan (BoJ) menyusul pada 30 Oktober.
Pelaku pasar memperkirakan kedua bank akan mempertahankan suku bunga. Tapi, para trader juga memperhitungkan potensi kenaikan pada bulan Desember di kedua bank. Itu sebabnya, arahan dari Ketua The Fed, Kevin Warsh dan Gubernur BoJ, Kazuo Ueda, akan jadi pusat perhatian.
Pasokan Stablecoin Turun Saat Trading On-Chain Melambat
Laporan mingguan Lookonchain untuk periode 19–25 Oktober menunjukkan total market cap stablecoin turun sebesar US$2,19 miliar.
Di jaringan Ethereum (ETH), total saldo Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) menurun sebesar US$1,17 miliar dalam 7 hari. Tron (TRX) kehilangan US$495 juta, merupakan arus keluar kedua terbesar di antara 15 chain teratas. Arc justru mencatat kenaikan terbesar sebesar US$294 juta.
Ikuti kami di X untuk memperoleh kabar terbaru secara langsung
Aktivitas trading di decentralized exchange (DEX) juga melambat selama minggu yang sama. Volume spot turun 12,21% dibanding pekan sebelumnya ke US$44,09 miliar. Volume perpetual futures turun 8,59% menjadi US$142,54 miliar.
Hyperliquid, DEX perp terbesar di peringkat Lookonchain, mencatat penurunan volume sebesar 8,50% ke US$51,68 miliar. Pendapatan mingguan mereka turun 10,17%, dan saldo USDT serta USDC di chain tersebut berkurang US$184 juta.
Perusahaan publik tetap menambah portofolio aset kripto meski aktivitas on-chain mereda. Strive membeli 6.182 Bitcoin (BTC), sehingga total kepemilikannya naik menjadi 43.000 BTC. BitMine juga menambah 10.452 ETH senilai US$24,13 juta.
Ekspektasi Kenaikan Bulan Desember Arahkan Sorotan ke Warsh dan Ueda
Alat FedWatch milik CME Group menunjukkan peluang 89,5% The Fed — yang mengambil keputusan lebih dulu — tetap menahan di 3,75% hingga 4%. Alat yang sama memperkirakan kemungkinan kenaikan pada 9 Desember mencapai 82,3%.
Ekspektasi kenaikan pada Desember sempat goyah, di mana peluang tidak ada perubahan naik dari 7,3% sebulan lalu menjadi 17,7% sekarang. Konferensi pers Warsh pada hari Rabu akan memperjelas apakah The Fed masih mengikuti jalur Desember itu.
Dua hari setelahnya, BoJ menghadapi kondisi serupa dengan ekspektasi menahan suku bunga di 1,25% pasca kenaikan September. Lebih dari 80% ekonom dalam survei Bloomberg memperkirakan langkah selanjutnya pada Desember.
Daiwa Securities mengemukakan, jika inflasi inti resmi diumumkan mencapai 2%, maka peluang kenaikan bulan Desember terbuka. Trader juga akan mencermati kata-kata Ueda untuk petunjuk terkait bulan Desember.
Bitcoin menghadapi kedua pengumuman ini dalam posisi di bawah US$80.000, turun 0,27% dalam sehari terakhir. Peristiwa bulan September menyajikan preseden.
Pada bulan itu, The Fed menaikkan suku bunga dan Bitcoin melonjak dari sekitar US$75.350 menjadi di atas US$76.100 hanya dalam hitungan menit. Jika pola ini berulang, keputusan menahan yang sudah diantisipasi mungkin berlalu tenang, sedangkan sinyal pasti kenaikan Desember dapat membebani harga.
Pasokan stablecoin akan menjadi sinyal apakah pembeli aset kripto akan kembali setelah Warsh berbicara pada Rabu dan Ueda pada Jumat. Sikap hawkish dari keduanya akan menguji pasar yang sudah bertransaksi dengan volume ringan dan basis stablecoin yang menyusut.
Berlangganan ke YouTube kami untuk menonton wawancara para pemimpin industri dan jurnalis membagikan insight ahli











