Exploit Stake DAO Tunjukkan Mengapa “Audited” Tidak Selalu Berarti Aman di Decentralized Finance

  • Attacker mencetak 5,4 triliun vsdCRV setelah mengambil alih key deployer Arbitrum Stake DAO.
  • Peer bridge LayerZero diarahkan ulang ke kontrak Ethereum berbahaya sebelum mint.
  • Insiden mencerminkan eksploitasi Wasabi, Drift, dan KelpDAO yang didorong oleh kontrol single-key.
Promo

Eksploitasi Stake DAO pada hari Rabu membahayakan kunci deployer Arbitrum milik protokol tersebut. Seorang penyerang mencetak sekitar 5,4 triliun token Vote-Boosted sdCRV (vsdCRV) palsu sebelum menukarkannya menjadi ether melalui public router.

Pelanggaran ini berhasil melewati semua pengamanan smart-contract yang sudah ada. Satu kunci pribadi dengan hak istimewa telah menyebabkan kerugian ratusan juta di dunia DeFi tahun ini.

Bagaimana Eksploitasi Stake DAO Terjadi

Notifikasi on-chain dari Blockaid melacak pelanggaran ini ke wallet deployer milik Stake DAO. Penyerang memakai kunci tersebut untuk mengatur ulang peer bridge LayerZero v2 untuk vsdCRV.

Disponsori
Disponsori

Sekitar 25 detik kemudian, pesan lintas chain palsu telah mencetak 5,4 triliun vsdCRV di Arbitrum.

Penyerang melakukan dump token tersebut menjadi ether melalui public router MetaMask. Tidak ditemukan celah pada smart-contract.

Yang menarik, eksploitasi LayerZero terbaru di KelpDAO juga terjadi lewat penyalahgunaan konfigurasi peer yang serupa.

Pola Kompromi Kunci yang Sudah Sering Terjadi

Eksploitasi Stake DAO mengikuti pola seperti pembobolan Wasabi Protocol pada bulan April. Wallet deployer yang berhasil diretas menarik sekitar US$4,5 juta dari vault di empat chain.

Pada bulan yang sama, Drift Protocol kehilangan US$285 juta di Solana. Pembekuan KelpDAO di Arbitrum terjadi setelah bridge terkena eksploitasi sebesar US$292 juta beberapa minggu kemudian.

Setiap protokol sudah lolos audit. Permasalahannya ternyata bukan di kode, tapi di kunci yang mengatur setup bridge peer atau upgrade. Kasus pencetakan dana US$80 juta Resolv tahun ini juga menunjukkan pola yang sama.

“Pertanyaan yang harus dijawab DeFi pada 2026 bukan lagi soal apakah protokol sudah diaudit, karena hampir semuanya sudah. Pertanyaannya adalah apakah sekumpulan kecil kunci operasional di balik kontrak-kontrak audit tersebut… masih dibiarkan hanya berada di satu objek di satu laptop,” ujar co-founder Sodot Shalev Keren kepada BeInCrypto, seraya menambahkan bahwa audit kini tidak lagi menjawab pertanyaan utamanya.

Bagi Stake DAO dan protokol lain, perlindungan wallet multisig harus menjadi lapisan antara deployer key dan mint palsu. Jika tidak, kompromi DeFi berikutnya tetap akan bermula dari satu laptop, dan bukan dari kode yang buruk.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori