Lihat lebih banyak

StarkWare Akan Buat Sistem Penskalaan Ethereum StarkNet Prover Jadi Open Source

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • StarkWare, solusi penskalaan layer-2 Ethereum, berencana membuat teknologi StarkNet Prover yang mereka kembangkan menjadi open source.
  • Menjadikan StarkNet Prover open source akan memungkinkan proyek atau jaringan lain meninjau dan mengedit kode, mendeteksi bug, hingga meningkatkan transparansi.
  • Teknologi StarkNet termasuk Sequencer, Prover, dan Verifier, dirilis pada Juni 2020 dan sudah digunakan oleh sejumlah pihak seperti ImmutableX, Sorare, hingga dYdX.
  • promo

StarkWare, solusi penskalaan layer-2 (L2) di jaringan Ethereum, pada hari Minggu (5/2) mengumumkan rencana untuk membuat teknologi StarkNet Prover yang mereka kembangkan menjadi open source di bawah lisensi Apache 2.0. Kabar ini disampaikan selama acara StarkWare Sessions 2023 di Tel Aviv, Israel, yang berlangsung dari 5 sampai 6 Februari 2022.

StarkNet Prover disebut telah memproses 327 juta transaksi dan mencetak 95 juta non-fungible token (NFT) hingga saat ini. StarkNet Prover dinilai merupakan teknologi penting yang digunakan StarkWare untuk menggulung ratusan ribu transaksi dan mengompresnya menjadi bukti kriptografi kecil yang ditulis di blockchain Ethereum.

Sebagai informasi, StarkWare memiliki setidaknya 2 platform, yaitu mesin penskalaan StarkEx dan StarkNet yang menempatkan teknologi di tangan develpper untuk membangun aplikasi terdesentralisasi (decentralized application / dApp).

“Kami menganggap Starknet Prover sebagai tongkat ajaib dari teknologi Stark. Ini secara menakjubkan menghasilkan bukti yang memungkinkan penskalaan yang tidak terbayangkan,” jelas Eli Ben-Sasson, co-founder dan presiden StarkWare.

Keuntungan Menjadikan StarkNet Prover Jadi Open Source

Sebagai catatan, StarkWare menghadapi sejumlah kritik dari komunitas kripto dan bersaing dengan proyek seperti ZK Sync dan Polygon karena mereka mempertahankan kekayaan intelektual (IP) dari teknologinya, yang dinilai bertentangan dengan open source blockchain dan etika interoperabilitas.

Menjadikan StarkNet Prover open source di bawah lisensi Apache 2.0 akan memungkinkan proyek atau jaringan lain, atau bahkan pengembang game atau basis data, untuk memanfaatkan teknologi itu, meninjau dan mengedit kode, mendeteksi bug, hingga meningkatkan transparansi.

Avihu Levy, head of product di StarkWare, disebut enggan berkomitmen mengenai kerangka waktu untuk meng-open source-kan StarkNet Prover. Namun, dia mengatakan bahwa itu akan terjadi setelah peluncuran token dan desentralisasi dari StarkNet itu sendiri. Diperkirakan, hal itu akan terjadi pada tahun ini.

Teknologi StarkNet termasuk Sequencer, Prover, dan Verifier, dirilis pada Juni 2020 dan sudah digunakan oleh sejumlah pihak seperti ImmutableX, Sorare, hingga dYdX.

Keputusan untuk membuat StarkNet Prover menjadi open source membuktikan bahwa StarkWare semakin percaya diri dengan teknologi mereka dan mengatakan itu juga akan memungkinkan sejumlah proyek untuk lebih percaya diri menggunakannya sebagai bagian penting dari protokol mereka.

Deretan Investor Pendukung StarkWare

Pada Mei 2022, StarkWare mengumumkan bahwa mereka telah menerima suntikan dana segar senilai US$100 juta (Rp1,4 triliun) dengan valuasi perusahaan mencapai US$8 miliar (Rp116,9 triliun)

Jajaran para investornya termasuk Ethereum Foundation, Paradigm, Sequoia Capital, Coatue, Tiger Global, Alchemy, hingga Alameda Research yang didirikan oleh Sam Bankman-Fried (SBF). Total pendanaan yang telah diterima StarkWare sejauh ini mencapai sekitar US$282,5 juta.

Kala itu, co-founder & CEO StarkWare, Uri Kolodny, mengatakan bahwa pendanaan terbaru merupakan mosi percaya untuk tumpukan teknologi yang dibuat StarkWare, sehingga blockchain dapat diskalakan untuk penggunaan masal dan memotong biaya transaksi yang dikeluarkan oleh para pengguna.

Sementara itu, Eli Ben-Sasson mengatakan bahwa teknologi dan ekonomi ‘yang akan datang’ sangat didasarkan pada blockchain, dan semua orang yang mengembangkannya membutuhkan solusi untuk kemacetan dan biaya transaksi tinggi yang ada hari ini.

“Kami membangun dan terus meningkatkan StarkNet dengan harapan akan memberdayakan para developer mana pun untuk membangun aplikasi blockchain yang sangat efisien,” kata presiden StarkWare itu.

Seiring perkembangannya, siapa saja yang pernah membuat situs web diharapkan dapat menggunakan StarkNet untuk membangun aplikasi blockchain yang akan menjadi bagian dari revolusi web3.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Mei 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori