Bitcoin btc
$ usd

Survei Toluna: Indonesia Masuk dalam Jajaran Market Kripto Teratas dalam 6 Bulan ke Depan

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Toluna menggelar survei tentang investasi kripto kepada 10.500 responden dengan rentang usia 18 - 64 tahun dari 4 wilayah dan 19 market.
  • Dari survei Toluna, terungkap bahwa kripto merupakan jenis investasi yang paling terkenal kedua setelah saham.
  • Hasil survei ini turut menjabarkan jajaran market teratas kripto dalam 6 bulan ke depan. Negara-negara tersebut termasuk Thailand, UEA, Indonesia, India, Filipina, dan Brasil.

Ada semakin banyak individu yang tertarik dengan investasi di dunia kripto, meskipun mereka kurang familiar dengan aset digital. Demikian hasil survei yang dibagikan penyedia consumer insights Toluna pada 11 Oktober 2022.

Terdapat 57% orang yang mengatakan bahwa mereka mengetahui kripto. Hal ini menjadikan kripto sebagai jenis investasi paling dikenal kedua setelah saham. Terlepas dari awareness terhadap kripto yang telah cukup tersebar luas, ternyata ada 60% responden yang mengatakan bahwa mereka tidak memahami tentang kripto.

Tingkat awareness terhadap sejumlah instrumen investasi | Sumber: Toluna

Survei ini dilakukan kepada 10.500 responden dengan rentang usia 18 – 64 tahun dari 4 wilayah dan 19 market. Adapun para responden berasal dari negara Amerika Serikat (AS), Brasil, Jerman, Spanyol, Prancis, Italia, Inggris, Uni Emirat Arab (UEA), Arab Saudi, Singapura Indonesia, Filipina, India, Thailand, Hong Kong, Australia, Vietnam, Malaysia, dan Cina. 

Pada Desember 2021, Toluna pertama kali membuat riset untuk memahami kebiasaan investasi konsumen, persepsi, dan niat untuk partisipasi mereka di masa depan terkait dengan kripto. Mengikuti perkembangan market baru-baru ini, mereka kembali melakukan studi pada Juni 2022 untuk membangun pemahaman berkelanjutan tentang prospek market kripto.

Penjelasan Sikap Optimis & Pesimis terkait Investasi Kripto

Meski begitu, 43% individu yang berinvestasi di market kripto memiliki niat untuk meningkatkan proporsi aset yang mereka pegang di kripto selama 6 bulan ke depan.

Terlepas dari volatilitas berkelanjutan di market kripto, menariknya sebanyak 81% responden berniat untuk mempertahankan atau meningkatkan jumlah aset mereka dalam 6 bulan ke depan.

Bagi mereka yang belum berinvestasi di kripto, sebanyak 32% mengaku tidak cukup memiliki pemahaman dan 28% menyebut kripto tidak cukup aman.

Sementara itu, 46% responden mengatakan kripto adalah investasi yang berisiko, volatilitas (30%), atau tidak aman (27%), terlepas dari daya pikat potensi keuntungan jangka pendek dan jangka panjang yang ditawarkan.

Mengikuti berita tentang kehancuran native token Terra (LUNA) dan algorithmic stablecoin TerraUSD (UST), laporan Toluna menyebut bahwa 42% responden telah mengurangi investasi mereka di kripto, tetapi sisanya sebanyak 58% tidak terpengaruh karena kejadian tersebut.

Walau kehancuran sejumlah perusahaan kripto dan crypto winter secara luas mengingatkan investor betapa bergejolaknya market ini, hal tersebut tidak menghilangkan minat mereka secara keseluruhan.

Sikap Umum terhadap Kripto Masih Optimis

Jika dibandingkan dengan responden di market negara maju, orang-orang di wilayah market negara berkembang terus memiliki sentimen yang lebih optimis mengenai kripto. Di sisi lain, opini terhadap kripto lebih skeptis di negara maju.

Para responden memutuskan untuk berinvestasi dalam kripto karena berbagai alasan. Hal itu termasuk, kemungkinan pertubuhan stabil jangka panjang (36%), pertumbuhan cepat jangka pendek (35%), untuk diversifikasi (30%), digunakan sebagai metode pembayaran transaksi online (25%), menghindari kendali pemerintah (11%), melakukan hedging atau lindung nilai terhadap keruntuhan aset konvensional (16%), hingga karena FOMO atau fear of missing out (15%).

Jajaran market teratas terkait kripto dalam 6 bulan ke depan | Sumber: Toluna

Laporan Toluna mengungkapkan bahwa sikap umum terhadap kripto masih berupa optimisme. Ada sejumlah besar calon investor yang tertarik untuk melakukan transisi ke mata uang kripto. Hal ini terutama berlaku di market berkembang seperti di Asia dan Amerika Latin yang ingin tahu, optimis, dan bersemangat.

Penyedia consumer insights ini turut menjabarkan jajaran market teratas kripto dalam 6 bulan ke depan. Negara-negara tersebut termasuk Thailand, UEA, Indonesia, India, Filipina, dan Brasil. Riset ini diharapkan dapat memberi awal yang baik dalam memahami masa depan kripto dan bagaimana lembaga keuangan dapat memainkan peran yang relevan dalam lanskap digital yang terus berubah ini.

Bagaimana pendapat Anda tentang masuknya Indonesia ke dalam jajaran market teratas kripto versi Toluna? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai...
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori