Terima Respon Positif di DEX, NanoByte Token Berencana Listing di Crypto Exchange Indonesia

8 Maret 2022, 18:14 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
15 Maret 2022, 21:24 WIB
Ringkasan
  • NanoByte adalah salah satu proyek kripto lokal yang didukung dan terafiliasi dengan Sinar Mas Group.
  • Mereka mendapatkan sambutan positif saat diluncurkan di decentralized exchange.
  • Dalam waktu dekat, NanoByte berencana akan listing di sejumlah crypto exchange resmi Indonesia.

NanoByte Token (NBT), token aset kripto dari marketplace investasi aset digital NanoVest yang didukung oleh Sinar Mas Financial Services Group, akan melakukan listing di beberapa centralized exchange (CEX) di Indonesia.

Inisiasi dari entitas terafiliasi Sinar Mas Group ini merupakan perkembangan terbaru dari adopsi crypto yang semakin populer di tanah air, sehingga membuat banyak perusahaan mencari peluang dengan membuat dan menerbitkan token kripto

Token NBT berada di atas jaringan Binance Smart Chain dan menggunakan standar BEP-20. Total suplai maksimal token NBT yang beredar sebanyak 10 miliar token.

Sebelum listing di crypto exchange lokal, NBT telah melakukan public sale atau listing di decentralized exchange (DEX) PancakeSwap pada 25 Februari 2022. Tim NanoByte Project mengklaim listing tersebut berlangsung sukses. Antusiasme investor terhadap NBT pun sangat tinggi. Terlihat jumlah perdagangan (trading volume) sebesar lebih dari US$7 juta pada saat public sale.

Kinerja NanoByte Token (NBT) | CoinMarketCap

Berdasarkan pantauan pada saat berita ini ditulis, NBT kini menempati peringkat 3.328 dari 9.562 aset kripto yang terdaftar di CoinMarketCap. Jumlah fully diluted market cap NBT sekitar US$350,2 juta. 

NanoByte Tuai Respon Positif di Decentralized Exchange

Dari sisi harga pada saat public sale di PancakeSwap, NBT disebut-sebut mengalami kenaikan yang sangat signifikan hingga 13 kali lipat dari harga Initial DEX Offering (IDO) di KrystalGO, yakni dari harga US$0,003 menjadi US$0,043 per token NBT.

CEO NanoByte Project, Hutama Pastika, mengatakan bahwa tanggal 23 Februari 2022 lalu mereka sukses melangsungkan initial DEX offering (IDO) di KrystalGO yang merupakan multi-chain platform untuk mengakses layanan decentralized finance (DeFi).

“100% NanoByte Token (NBT) berhasil terjual ke seluruh partisipan yang mengikuti IDO,” ungkap Hutama Pastika pada 5 Maret 2022.

Selain melalui public sale, NanoByte juga melaksanakan metode pemasaran airdrop dengan membagikan token kripto gratis ke lebih dari 20.000 orang partisipan yang diselenggarakan di akun Telegram mereka sejak Oktober 2021. Adapun jumlah airdrop terbesar sebanyak 100.000 NBT diterima oleh 10 orang terpilih.

Tim NanoByte Project mengklaim jumlah partisipan private sale dalam kegiatan community building mencapai 5 kali lipat melebihi ekspektasi.

Lalu, pada bulan November 2021, saat peluncuran aplikasi investasi NanoVest versi beta, turut mendapat apresiasi tinggi dengan ada lebih dari 2 juta unduhan dalam waktu kurang dari satu bulan sejak peluncuran pertama.

Setelah melakukan public sale dan IDO, NanoByte Token (NBT) akan kembali melakukan listing di beberapa centralized exchange (CEX) yang ada di Indonesia.

Ingin Jadi Perantara yang Menghubungkan Aset Kripto ke Produk Financial Services Konvensional

NanoByte Token (NBT)

Tim NanoByte Project mengaku akan terus mengembangkan utilitas NBT agar tidak hanya menjadi solusi bagi layanan keuangan, tapi juga untuk berbagai bidang lainnya.

Dalam jangka panjang, seiring meningkatnya permintaan token, NanoByte Token (NBT) ke depannya dapat menjadi platform bagi pertukaran token dalam trading, airdrop entitlement, dan lain sebagainya.

“Kami berharap NanoByte Token (NBT) bisa memberikan akses keuangan ke seluruh lapisan masyarakat baik di Indonesia maupun global,” kata CEO NanoByte Project, Hutama Pastika, pada 25 Februari 2022.

Mereka berkomitmen menjadikan NanoByte Token (NBT) sebagai token multi-fungsi serta membuat aset kripto menjadi lebih dikenal di Indonesia.

Adapun NanoByte Token (NBT) adalah proyek token kripto utama berafiliasi dengan NanoVest yang memungkinkan pengguna berinvestasi di saham luar negeri dan aset kripto serta memiliki fitur transfer uang secara gratis.

NanoByte Project juga bertujuan menjadi perantara yang menghubungkan aset kripto ke produk financial services konvensional.

Sementara dompet kripto mereka bertujuan dapat diaktivasi untuk mengakses produk seperti kartu kredit, asuransi, dan produk financial services lainnya.

Sebelumnya pada 22 Februari 2022, NanoByte menyelenggarakan acara Nanoverse Summit 2022 bertajuk Rumble in the Crypto, NFT, and Metaverse Jungle yang menghadirkan berbagai pembicara. Mereka membahas tentang industri kripto dan blockchain di Indonesia, serta mendiskusikan berbagai isu seputar investasi dan uang digital, hingga peluncuran IDO NanoByte Token.

Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh penting di industri kripto tanah air, antara lain Wakil Kementerian Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, Teguh Kurniawan Harmanda (Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia / ASPAKRINDO), Asih Karnengsih (Chairwoman of Asosiasi Blockchain Indonesia), dan Fuganto Widjaja (CEO of Sinarmas Financial Services Group).

Selain itu, beberapa selebriti dan influencer ternama seperti Uya Kuya, Jeffry Jouw, dan Arnold Poernomo juga turut hadir dalam acara itu. Masih ada panelis lainnya yang ikut menghadiri dan menjadi panelis pada acara NanoByte kemarin.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.