Lihat lebih banyak

Ternyata Hanya 12% Gamer yang Tertarik dengan Web3, Apa Penyebabnya?

3 mins
Diperbarui oleh Lynn Wang
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Survei Coda Labs bersama dengan Laguna Games, BGA, dan DappRadar mengungkapkan bahwa hanya 12% gamer yang tertarik untuk masuk dan mencicip platform game berbasis kripto.
  • Kurangnya pemahaman tentang game berbasis kripto dan bagaimana web3 bekerja menjadi alasan utama bagi mereka belum memasuki industri ini.
  • Namun, bagi co-founder Animoca Brands, transisi game tradisional ke web3 bisa dicapai kurang dari 2 tahun lagi.
  • promo

Roadmap adopsi game berbasis blockchain tampaknya masih cukup panjang. Pasalnya, dari survei Coda Labs bersama dengan Laguna Games, BGA, dan DappRadar, terungkap bahwa hanya 12% gamer yang tertarik untuk masuk dan mencicip platform game berbasis kripto dan web3.

Kurangnya pemahaman tentang game berbasis kripto dan bagaimana web3 bekerja menjadi alasan utama bagi mereka belum memasuki industri ini. Selain itu, terdapat faktor berupa tingginya biaya yang dibutuhkan untuk bisa merasakan sensasi memainkan game dengan teknologi blockchain. Melihat sejumlah fakta tersebut, rasanya cukup ironis bila melihat nilai investasi yang masuk ke industri game berbasis kripto.

Terkait hal ini, co-founder sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Coda Labs, Sekip Can Gokalp, mengatakan bahwa dalam 6 bulan pertama pada tahun 2022, total investasi yang masuk untuk pengembangan blockchain gaming mencapai US$5 miliar atau lebih dari Rp60 triliun.

“Bagi gamer yang sudah familiar dengan web3, adanya risiko penipuan masih menjadi kekhawatiran bagi banyak pemain,” jelas Sekip Can Gokalp.

Selain itu, adopsi web3 gaming juga diprediksi akan berjalan lambat, karena sampai saat ini, terdapat 52% gamer yang masih tidak familiar dengan istilah dan aturan yang ada di dalam dunia web3. Artinya, dapat dibilang bahwa saat ini yang banyak bermain dalam web3 gaming bukanlah para gamer.

Dalam riset itu turut disebutkan, saat ini gamer yang banyak beraktivitas dalam web3 gaming adalah mereka yang berasal dari komunitas kripto. Baik itu yang masuk dalam kategori gamer atau non-gamers, dengan jumlah persentase mencapai 65%.

Para gamer konvensional mengaku mereka tidak begitu menyukai kripto ataupun non-fungible token (NFT). Padahal, 2 hal tersebut menjadi ‘pemanis dan membedakan game berbasis kripto dengan game konvensional.

Bila melihat angka literasi kripto berdasarkan survei yang digelar Cryptoliteracy pada 2021, angka pemahaman tentang kripto memang masih sangat rendah di hampir semua tempat. Sebanyak 96% orang Amerika Serikat (AS) gagal mengikuti tes dan 99% orang Meksiko juga bernasib sama.

Dari survei itu terlihat bahwa mayoritas investor kripto tidak memiliki pengetahuan yang cukup mengenai aset investasi mereka. Namun, sebenarnya hal ini bisa menjadi jalan untuk memperkuat tingkat literasi kripto. Pasalnya, mereka yang memiliki kripto umumnya memiliki pengetahuan yang lebih baik daripada mereka yang sama sekali belum bersentuhan dengan dunia kripto.

Hanya 3% Gamer yang Memiliki NFT

Kemudian, dalam survei tersebut juga disebutkan bahwa dari 51% gamer yang pernah mendengar tentang NFT, ternyata hanya 3% yang memilikinya. Sementara itu, 62% investor kripto non-gamer mengaku sudah memiiliki NFT, dan ada 46% crypto gamer yang memiliki NFT.

“Baik gamer ataupun crypto gamer masing-masing memiliki pengeluaran untuk mendukung permainan favorit mereka lewat in-app purchase (IAP). Bahkan, 67% gamer mengaku mengeluarkan dana untuk pembelian token dalam permainan,” ungkap riset tersebut.

Artinya, sebenarnya terdapat kesepakatan baik itu gamer ataupun crypto gamer, bahwa token atau istilah apapun yang ada di dalam game untuk menunjang permainan dibutuhkan sebagai pengalaman yang unik.

Transisi ke Dunia Web3 Bakal Terjadi Kurang dari 2 Tahun

Terlepas dari itu semua, co-founder & Executive Chairman Animoca Brands, Yat Siu, menganggap bahwa masa transisi dari dunia tradisional ke web3 tidak lama lagi akan terjadi. Bahkan, dia percaya diri fase tersebut bisa dicapai kurang dari 2 tahun lagi.

Adapun hadirnya metaverse diprediksi akan membuka ruang yang lebih lebar bagi adopsi web3. Pasalnya, saat ini terdapat 3,2 miliar orang yang bermain di berbagai video game yang beroperasi dalam mode ‘metaverse tertutup’.

“Mereka telah menciptakan identitas virtual dan mendapatkan barang digital yang sebenarnya disewakan, bukan dimiliki. Dengan adanya web3, kepemilikan digital akan berpindah dari platform ke para gamer,” kata Yat Siu.

Dengan konsep seperti itu, dia menilai para gamer akan lebih menghargai kebebasan yang ditawarkan sehingga bisa mempercepat adopsi.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Sampaikan pendapat Anda kepada kami. Jangan lupa follow akun Instagram BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

BIC_userpic_sb-49-profil.jpg
Adalah seorang penulis dan editor yang pernah berkiprah di banyak media ekonomi dan bisnis. Memiliki pengalaman 7 tahun di bidang konten keuangan, bursa dan startup. Percaya bahwa blockchain dan Web3 akan menjadi peta jalan baru bagi semua sektor kehidupan
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori