Terra Tambah Cadangan Aset Bitcoin Senilai US$176 Juta

11 April 2022, 18:39 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
11 April 2022, 18:42 WIB
Ringkasan
  • Setelah sebelumnya mengumumkan kerja sama dengan Avalanche dan membeli token AVAX untuk mendukung TerraUSD, Luna Foundation Guard (LFG) kembali menambah cadangan Bitcoin mereka kemarin (10/4).
  • Di minggu lalu dan 2 minggu sebelumnya, LFG juga sudah membeli ribuan BTC.
  • Saat ini, jumlah Bitcoin yang ditampung pada alamat dompet milik LFG sebanyak 39.897,98 BTC dengan estimasi nilai sekitar US$1,65 miliar.

Terra, perusahaan blockchain publik terus menambah cadangan aset untuk stablecoin mereka. Bersama dengan Luna Foundation Guard (LFG), keduanya kembali menambah pasokan Bitcoin.

Menurut informasi dari block explorer, proyek Terra dan LFG mengakuisisi 4.130 Bitcoin senilai US$176,1 juta pada transaksi penyelesaian Minggu (10/4).

Data dari Blockchain.com menunjukkan bahwa transaksi pembelian pada tanggal 10 April 2022 kemarin terbagi ke dalam 5 transaksi. Masing-masing jumlah pembeliannya sebesar 0.01 BTC, 1.482 BTC, 492 BTC, 1.174,99 BTC, dan 981 BTC.

Dua hari sebelumnya, Luna Foundation Guard (LFG) mengumumkan kemitraan dengan Avalanche Foundation dan berencana membeli token Avalanche (AVAX) senilai US$100 juta dalam pertukaran over-the-counter (OTC). 

Token AVAX senilai US$100 juta itu dimaksudkan untuk mendiversifikasi cadangan yang dimiliki untuk proyek cadangan valas terdesentralisasi untuk TerraUSD (UST).

UST adalah stablecoin algoritmik Terra, yang mana LFG juga telah mendukung cadangan valas dengan Bitcoin (BTC).

Sementara, pada Rabu (6/4), LFG mengakuisisi 5.040 Bitcoin yang mendorong simpanan hingga 35.767,98 Bitcoin. Adapun untuk tambahan cadangan 4.130 Bitcoin senilai US$176 juta yang terakhir, dibagi menjadi beberapa transaksi. 

Transaksi pertama adalah 1.482 BTC, kemudian yang kedua adalah 492 BTC, transfer ketiga adalah 1.174,99 BTC, dan transaksi terakhir yang dikirim ke dompet LFG adalah 981 BTC.

Selain deposit Bitcoin besar yang berasal dari pembelian Terra, alamat tersebut menerima segudang transfer BTC setiap hari.

LFG Memegang US$1,65 Miliar Cadangan Bitcoin

Bitcoin.com melansir, sebelum dompet bitcoin LFG melakukan deposit tersebut, alamat transaksi perusahaan nirlaba Gnosis menarik 183.515.000 Tether (USDT) dari alamat tersebut. Menurut metrik on-chain, alamat Ethereum LFG hanya memiliki 164,17 juta Tether yang tersisa. 

Namun, alamat tersebut menyimpan sejumlah besar koin USD (USDC) karena saat ini memiliki 398,95 juta USDC pada 10 April. Ini berarti proyek Terra (LUNA) memiliki 563,12 juta stablecoin.

Menurut statistik Blockchair, setelah menyetorkan 4.130 Bitcoin, dompet LFG sekarang menampung 39.897,98 Bitcoin. Dompet tersebut telah melihat menerima 66 transaksi atau setoran dan dompet belum mengirimkan Bitcoin apa pun sejak dibuat. Perubahan saldo pertama terjadi dua bulan lalu.

Jika menggunakan nilai tukar Bitcoin hari ini (11/4), maka nilai BTC yang sekarang LFG miliki senilai kurang lebih US$1,65 miliar.

Beli BTC dan AVAX untuk Tingkatkan Kemampuan

Terra telah menambah pembelian Bitcoin guna membantu meningkatkan kemampuan UST untuk tetap dipatok terhadap dolar AS. Algoritma stablecoin, meskipun tidak didukung oleh mata uang fiat, telah berhasil mempertahankan patokan dolarnya dengan mengeluarkan dan “menghancurkan” token Luna, mata uang kripto asli Terra.

Do Kwon, pendiri Terraform Labs mengatakan Luna Foundation Guard memilih Avalanche di antara cryptocurrency lainnya untuk cadangan UST-nya karena pertumbuhannya yang cepat dan basis penggemar yang luas.

Menurut data dari CoinGecko, Avalanche adalah mata uang kripto terbesar ke-10 berdasarkan kapitalisasi pasar, sementara Luna berdiri di tempat ke-7.

Baik Avalanche dan Terra adalah blockchain layer-1, mirip dengan Ethereum. Dalam blockchain layer-1, pengguna dapat menulis kode dan membangun proyek yang beragam, mulai dari token yang tidak dapat dipertukarkan (non-fungible token/NFT) hingga aplikasi keuangan terdesentralisasi.

“Avalanche masih merupakan ekosistem yang berkembang. Sebagian besar didorong oleh loyalitas terhadap token AVAX dan pengguna merasakan banyak kedekatan dengan aset yang sejalan dengan AVAX. Sedangkan untuk rata-rata pengguna Ethereum, menyelaraskan diri dengan Ether tidak terlalu berarti,” kata Kwon.

Ia menambahkan, Bitcoin akan tetap menjadi “dukungan utama” dari stablecoin UST. Namun, kesepakatan dengan Avalanche dianggap sebagai “membeli” kedekatan dengan pengguna untuk UST dan Terra dari Avalanche.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.