Lihat lebih banyak

TVL Aset Kripto Ini Tembus US$600 Juta dalam Seminggu

2 mins
Oleh Zerelik Maciej
Diterjemahkan Zummia Fakhriani
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Blast Network, platform yield staking baru di Ethereum, melejit US$400 juta, mayoritas dalam bentuk deposit staking, empat hari setelah peluncurannya.
  • Dalam waktu 7 hari, layer-2 ini berhasil menarik investasi sebesar US$600 juta, dengan DeFiLlama mencatat jumlah dana yang terkunci saat ini mencapai US$722 juta.
  • Jarrod Watts mengkritik desainnya karena hanya bergantung pada satu wallet tunggal, yang mana bila kuncinya diretas dapat memungkinkan penjahat untuk mengubah kontrak.
  • promo

Minggu lalu, dunia decentralized finance (DeFi) menyambut baik kedatangan Blast Network. Hal yang mengejutkan, total value locked (TVL) protokol ini dengan cepat mengukir tonggak sejarah sebesar US$400 juta dalam kurun waktu empat hari, dan US$600 juta dalam tujuh hari.

Sejak saat itu, total value locked protokolnya telah meningkat menjadi US$722 juta. Tentunya, ini menjadi sebuah prestasi yang cukup mengejutkan. Pasalnya, ada sejumlah kritik yang dilayangkan terhadap sifat terpusat proyek ini.

Blast Raih TVL US$600 Juta, Sebagian Besar dari Deposit Staking

Kisah sukses Blast ini tecermin dalam angka-angka yang mereka ukir. Hanya dalam waktu empat hari, mereka berhasil membukukan TVL sebesar US$400 juta, dan US$600 juta dalam tujuh hari. Prestasi ini membuat mereka menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan dalam ekosistem DeFi. Sebagai informasi, TVL adalah metrik yang mengukur nilai aset yang terkunci, terutama melalui staking, dalam protokol DeFi.

Total Value Locked (TVL) di Blast Network | Sumber: DefiLlama
Total Value Locked (TVL) di Blast Network | Sumber: DefiLlama

Blast Network menawarkan yield pada Ethereum dan sejumlah stablecoin. Adapun kesuksesan protokol ini sendiri sebagian besar berkat yield yang tinggi yang diperuntukkan bagi pengguna yang mengunci aset mereka dalam jangka waktu yang lama. Selain itu, tingginya TVL ini juga mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap keamanan dan daya tahan jaringan ini.

Tuduhan Terkait Sentralisasi

Peluncuran yang mengesankan rupanya tidak menghentikan kritik yang menyebut bahwa Blast Network terlalu terpusat. Jarrod Watts, seorang pengembang di Polygon Labs, menyampaikan pandangannya melalui cuitan pada awal bulan ini. 

Watts berpendapat bahwa kemampuan untuk melakukan upgrade smart contract (bit kode yang menjalankan fungsi-fungsi penting dalam decentralized finance) dengan menggunakan wallet menimbulkan risiko keamanan. Private key yang dicuri dapat memberikan akses kepada para peretas ke aset senilai lebih dari US$400 juta dalam jaringan tersebut.

Menurut pandangan Watts, Blast bukanlah layer 2 (L2) sejati. Pasalnya, layer-2 adalah jaringan yang memberikan peningkatan kecepatan dan throughput transaksi pada blockchain lain. Sebaliknya, Blast lebih mirip sebuah platform yang menerima token untuk proses staking

Blast kemudian membantah kritik tersebut dengan mengatakan bahwa pihaknya tengah berupaya mewujudkan desentralisasi. Di situs web mereka, para penciptanya mengeklaim Blast sebagai “Layer-2 satu-satunya dari Ethereum dengan tingkat pengembalian yang menguntungkan untuk ETH dan stablecoin.”

Pengguna Blast dapat secara otomatis menginvestasikan kembali aset kripto mereka. Ketika pengguna mendepositkan stablecoin, itu akan dikonversi menjadi USDB, yakni stablecoin yang secara otomatis diinvestasikan kembali dalam protokol MakerDAO, sebuah decentralized autonomous organization (DAO). Pada bulan September, MakerDAO mengumumkan bahwa mereka akan menjaminkan stablecoin DAI mereka dengan obligasi pemerintah AS.

Bagaimana pendapat Anda tentang lonjakan TVL Blast Network? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Februari 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

Zummia.jpg
Zummia Fakhriani
Zummia adalah seorang penulis, penerjemah, dan jurnalis dengan spesialisasi pada topik blockchain dan kripto. Ia mengawali sepak terjang di industri kripto sebagai trader kasual sejak 2015. Kemudian, mulai berkiprah sebagai penerjemah profesional di industri sejak 2018 sembari mengenyam tahun ketiganya di program studi Sastra Inggris kala itu. Menyukai topik terkait DeFi, koin privasi, dan web3.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori