Bitcoin btc
$ usd

Usai Akuisisi Twitter, Elon Musk Jalani Investigasi dari 2 Lembaga Regulator AS

2 mins
13 Mei 2022, 04:09 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
13 Mei 2022, 04:09 WIB
Ringkasan
  • SEC tengah menginvestigasi keterlambatan Elon Musk dalam menyerahkan formulik publik terkait pembelian saham Twitter yang ia lakukan.
  • Sementara itu, FTC sedang menyelidiki apakah Musk melanggar aturan yang ada dengan kelalaiannya melaporkan pembelian dalam jumlah besar.
  • Meski demikian, investigasi dari lembaga-lembaga regulator ini nampaknya tak akan menghentikan proses akuisisi Twitter.

Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) dan Komisi Perdagangan Federal (FTC) tengah menginvestigasi Elon Musk atas kepemilikan sahamnya di Twitter.

SEC sedang menyelidiki keterlambatan sang miliarder dalam mengajukan dokumen yang harus diserahkan ketika seorang investor membeli saham perusahaan lebih dari 5%.

Sementara itu, FTC memeriksa apakah Musk melanggar hukum dengan kelalaiannya melaporkan transaksi skala besar, yang harus dilakukan kepada lembaga penegak antipakat (antitrust-enforcement).

Hukum yang berlaku mengharuskan seorang investor untuk menunggu 30 hari sebelum membeli lebih banyak saham dari perusahaan tersebut. Mengacu pada aturan tersebut, regulator menentukan apakah pembelian itu bisa merugikan persaingan.

Apakah Tindakan Elon Musk Sesuai dengan Hukum?

Formulir publik yang diselidiki oleh SEC bersifat penting, karena adanya alasan terkait pengungkapan. Selain itu, formulir tersebut juga menginformasikan kepada pemegang saham dan publik bahwa investor yang bersangkutan mungkin berusaha atau memengaruhi perusahaan, sebagaimana dilansir The Wall Street Journal.

Musk mengklaim bila alasannya membeli Twitter adalah untuk melindungi kebebasan berbicara. Keputusannya membeli Twitter dan berniat menjadikan jejaring sosial ini go private menggemparkan dunia. Beberapa pihak ada yang mendukung langkah Musk, mereka berpendapat bahwa hal itu dapat membawa perubahan yang sangat diperlukan oleh Twitter. Namun, ada pula pihak lain yang justru khawatir.

Salah satu ikrar Musk jika ia resmi menjadi pemegang saham Twitter terbesar adalah menghapus bot dari Twitter.

Elon Musk sering menggunakan Twitter untuk menyuarakan opininya terhadap aset kripto. Tak jarang cuitannya bisa mengakibatkan goncangan besar pada harga aset yang tengah dibahas. Dogecoin adalah salah satu aset kripto yang paling diuntungkan dari kebiasaan bos Tesla ini. Oleh karena itu, tidak heran jika beberapa penggemar kripto pun menjadi sangat antusias terhadap prospek Twitter yang kelak akan dinahkodai oleh Musk.

Ini bukanlah kali pertama SEC mengamati aksi Elon Musk. Ia pernah diperintahkan untuk mematuhi penyelesaian atas cuitannya di tahun 2018. Di samping itu, Musk juga terkenal dengan penghinaannya kepada SEC pada masa lampau.

Akuisisi Twitter oleh Musk masih bergulir. Langkah dari para regulator ini bisa saja menghentikannya, walau terlihatnya tidak mungkin.

Sambil menunggu, SEC akan terus melihat apa yang sekiranya dapat mereka lakukan. Mungkin saja bakal timbul “drama” baru di tahun 2022 yang penuh kejutan bagi industri kripto.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.