Lihat lebih banyak

Misteri Vitalik Buterin Transfer Ether (ETH) Senilai US$1 Juta ke Coinbase

3 mins
Diperbarui oleh Ahmad Rifai
Gabung Komunitas Trading Kami di Telegram

Ringkasan

  • Vitalik Buterin mengirim 600 Ether (ETH), bernilai US$1 juta (Rp15,3 miliar), ke crypto exchange Coinbase.
  • Sampai saat ini masih belum jelas mengapa salah satu pendiri Ethereum itu mentransfer ETH ke Coinbase.
  • Saat FTX hancur pada November 2022, Vitalik Buterin menjual 3.000 ETH atau sekitar US$3,75 juta lewat Uniswap.
  • promo

Vitalik Buterin, co-founder Ethereum, mendepositkan 600 Ether (ETH), yang bernilai sekitar US$1 juta (Rp15,3 miliar), ke crypto exchange Coinbase pada hari Senin (21/8).

Temuan itu dapat dipantau secara langsung di Etherscan. Sampai saat ini belum terungkap alasan mengapa salah satu pendiri Ethereum itu mentransfer ETH ke Coinbase.

Di sisi lain, Vitalik Buterin pada hari Minggu (20/8) melunasi 250.000 RAI dan menarik ETH senilai US$1,6 juta. RAI adalah stablecoin yang didukung oleh ETH.

Berdasarkan data CoinGecko, harga ETH saat ini turun sekitar 0,2% dalam 1 jam terakhir; turun sekitar 0,4% dalam 24 jam terakhir; dan turun sekitar 9,8% dalam 7 hari terakhir.

Vitalik Jual ETH Saat Kehancuran FTX

Mundur ke belakang, Vitalik Buterin pernah menjual ETH miliknya beberapa kali. Saat kehancuran FTX pada November 2022, Vitalik menjual sebanyak 3.000 ETH atau sekitar US$3,75 juta lewat decentralized exchange (DEX) Uniswap.

Lalu pada Mei 2023, Ethereum Foundation, organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk mendukung Ethereum, bersama Vitalik Buterin mentransfer sekitar US$30 juta dalam bentuk ETH ke crypto exchange Kraken. Saat itu terjadi, harga ETH sempat turun sekitar 4,8%.

Adapun itu bukan satu-satunya Ethereum Foundation menjual kepemilikan ETH mereka. Selama siklus bull run 2020 dan 2021, sejumlah ETH juga telah dijual Ethereum Foundation.

Market Kripto Alami Likuidasi US$1 Miliar

Aksi terbaru dari Vitalik Buterin dilakukan saat ETH mengalami penurunan dan di tengah anjloknya market kripto yang luas.

Menjelang akhir pekan kemarin, harga Bitcoin tiba-tiba ambruk ke sekitar level US$26.000 pada hari Jumat (18/8) pagi. Hal ini terjadi setelah rumor SpaceX jual Bitcoin miliknya dan berita pengajuan kebangkrutan perusahaan properti Evergrande.

Menurut data Coinglass, para trader kripto menderita kerugian sekitar US$1 miliar dalam likuidasi selama 24 jam terakhir. Market kripto dinilai mengalami salah satu aksi jual terburuk pada tahun 2023.

Dalam 24 jam terakhir pada momen itu, sekitar US$822 juta posisi beli pada kontrak berjangka (futures) di sejumlah aset kripto kripto dilikuidasi. Likuidasi pada posisi beli Bitcoin (BTC) mencapai senilai US$488 juta, diikuti Ether (ETH) sekitar US$303 juta.

Menariknya, penurunan harga Bitcoin justru juga datang ketika Grayscale kirim sinyal optimis terkait potensi memenangkan gugatan terhadap Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC) Amerika Serikat (AS); dan bocornya informasi bahwa SEC berpotensi merestui kehadiran exchange-traded fund (ETF) Ethereum futures.

Potensi Persetujuan ETF Ethereum Futures

Pada hari Jumat kemarin, Bloomberg dan WSJ sama-sama membuat berita yang pada intinya memperkirakan SEC siap mengizinkan ETF Ether futures pertama diperdagangkan untuk investor Negeri Paman Sam.

Bila benar terjadi, hal ini dinilai kemenangan besar untuk sejumlah perusahaan yang telah berusaha menawarkan produk ETF Ether futures dan bagi dunia kripto secara luas.

SEC kemungkinan tidak akan memblokir peluncuran produk ETF Ether futures, yang didasarkan pada kontrak berjangka (futures) aset kripto terbesar kedua di dunia itu.

Saat ini, masih belum dapat dipastikan berkas ETF Ether futures dari perusahaan mana yang akan mendapat lampu hijau terlebih dahulu dari SEC. Diperkirakan, beberapa berkas ETF Ether futures akan mendapat restu dari SEC pada bulan Oktober mendatang.

Setidaknya, para perusahaan seperti Volatility Shares, Bitwise, Roundhill, VanEck, ProShares, Grayscale, Direxion, dan Valkyrie, telah mengajukan berkas untuk dapat menawarkan produk ETF Ether futures kepada klien mereka.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Platform kripto terbaik di Indonesia | Juni 2024

Trusted

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.

userpic_14-1.jpg
Ahmad Rifai
Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.
READ FULL BIO
Disponsori
Disponsori