Vitalik Buterin Ungkap Strategi Uang Mudah untuk Prediction Market

  • Co-founder Ethereum Vitalik Buterin memperoleh US$70.000 dengan melawan taruhan paling tidak rasional di Polymarket.
  • Psikologi manusia secara konsisten mendorong peluang di prediction market jauh melampaui apa yang sebenarnya layak secara realitas.
  • Lebih dari 73% pasar di Polymarket menghasilkan jawaban "Tidak," sehingga memberikan keunggulan struktural bagi petaruh kontrarian.
Promo

Prediction market seharusnya menjadi mesin kebenaran di internet. Platform ini menyediakan tempat di mana uang sungguhan menuntut pemikiran jujur. Tapi, prediction market punya kelemahan struktural.

Hype, ketakutan, dan keinginan untuk membenarkan pendapat sendiri sering mendorong peluang hasil-hasil absurd jauh lebih tinggi daripada kenyataan. Karena menyadari hal ini, segelintir contrarian yang berpikiran jernih berhasil menemukan pola yang bisa diprediksi dan dimanfaatkan.

Bertaruh Melawan Mayoritas

Vitalik Buterin merupakan sosok publik pertama yang mengonfirmasi tren ini. Pada Januari lalu, co-founder Ethereum tersebut mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa ia sudah meraih keuntungan sebesar US$70.000 di Polymarket dengan menerapkan taktik ini.

Buterin menjelaskan bahwa ia telah menghabiskan US$440.000 pada serangkaian kontrak event, yang ia sebut sebagai “prediksi gila dan tidak rasional.” Strateginya tersebut berhasil dan memberinya imbal hasil sebesar 16 persen.

Disponsori
Disponsori

Yang menarik adalah proses berpikir sederhana di balik taruhannya. Caranya adalah mencari polling yang paling absurd dan sangat tidak mungkin terjadi, tapi justru mendapat banyak perhatian, lalu bertaruh melawan arus.

Di platform prediction market, kontrak semacam ini sangat mudah ditemukan.

Bahkan, dalam satu tahun terakhir, volume pada prediction market yang irasional sudah meningkat tajam. Lingkaran berita yang semakin politis dan basis pengguna yang terus meluas serta gemar bertaruh spekulatif, mendorong pertumbuhan tersebut.

Di sinilah psikologi manusia berperan. Ketika suatu berita mendominasi siklus pemberitaan, orang-orang secara naluriah menganggap intensitas emosionalnya sebagai bukti kemungkinannya untuk benar-benar terjadi.

Sebuah cuitan mengancam dari seorang presiden, sidang kongres mengenai UFO, atau seorang pakar ekonomi yang berteriak soal kehancuran ekonomi, semuanya menimbulkan sensasi bahwa sesuatu akan segera terjadi, padahal sebenarnya tidak berkaitan dengan probabilitas nyata.

Hasilnya, outcome yang penuh emosi ini secara sistematis jadi terlalu mahal.

Polling yang Menantang Akal Sehat

Polling prediction market bisa berkaitan dengan topik apa saja, mulai dari aset kripto hingga politik, dari olahraga sampai budaya. Sebagiannya sangat jelas, misalnya untuk menebak siapa calon presiden Demokrat selanjutnya atau siapa juara LaLiga tahun ini.

Lainnya justru berada di ranah absurditas. Tahun ini sudah ada cukup banyak contoh seperti itu. Salah satunya muncul di awal tahun ketika Trump sempat berseteru dengan sekutunya di Eropa soal kedaulatan Greenland.

Para bettor berbondong-bondong masuk ke Polymarket untuk memprediksi seberapa cepat Amerika Serikat akan mengakuisisi pulau tersebut. Meski probabilitasnya tetap rendah, tapi pernah mencapai 21 persen, terutama setelah Trump membuat postingan di media sosial dan mengancam akan merebut Greenland dengan paksa.

Disponsori
Disponsori

Meskipun tidak mustahil, skenario Trump menyerbu Greenland sangatlah tidak mungkin. Melakukan aksi semacam ini berarti menyerang negara anggota NATO dan bahkan bisa memecah belah aliansi Barat sepenuhnya. Konsekuensinya pun akan sangat fatal.

Meskipun demikian, besarnya angka polling tersebut sangat mencengangkan. Salah satu polling yang masih aktif, yang memprediksi apakah Trump akan mendapatkan Greenland sebelum 2026 berakhir, telah mencatatkan volume trading hampir US$33 juta.

Polling Polymarket tentang apakah Trump akan mendapatkan Greenland sebelum 2026 berakhir. Sumber: Polymarket.
Polling Polymarket tentang apakah Trump akan mendapatkan Greenland sebelum 2026 berakhir | Sumber: Polymarket.

Polling yang memprediksi Trump bakal memenangkan Nobel Peace Prize juga mengalami lonjakan trading. Di tengah pernyataan publik sang presiden sendiri yang mempromosikan penghargaan tersebut, banyak bettor yang menaruh uang pada outcome itu dan peluangnya sempat menyentuh 14 persen. Buterin bertaruh melawan mereka, dengan argumen bahwa polling tersebut hanya didorong sentimen, bukan logika atau probabilitas nyata.

Kontrak lainnya juga sama-sama dipicu oleh hype, mulai dari prediksi apakah pemerintah AS akan mengonfirmasi keberadaan alien hingga apakah dolar AS benar-benar akan hancur total sebelum tahun ini berakhir. Walau peluangnya kecil, masih banyak yang memberi dukungan dengan taruhan positif di kisaran dua digit.

Bagaimana Berita Membelokkan Penilaian

Perilaku seperti ini sudah dikenal dalam ilmu ekonomi perilaku sebagai narrative bias.

Bila dihubungkan dengan psikologi prediction market, narrative bias adalah kecenderungan memperlakukan cerita yang dramatis dan emosional sebagai ukuran peluang terjadinya suatu peristiwa.

Semakin sering sebuah skenario muncul di headline, semakin terasa masuk akal, tak peduli fakta utamanya mendukung atau tidak.

Eric Zitzewitz, profesor ekonomi di Dartmouth College sekaligus peneliti prediction market, menerangkan dalam sebuah wawancara bersama Ipsos pada Oktober lalu bahwa politik dan olahraga sangat subur untuk distorsi seperti ini.

Bahkan, ia juga menegaskan bahwa faktor ini memang dibutuhkan agar industri prediction market tetap berjalan. Tanpanya, para trader yang paham – seperti Buterin – tidak punya lawan untuk berdagang.

“Agar prediction market berfungsi, Anda membutuhkan orang-orang yang terlalu percaya diri atau mau merugi untuk bersenang-senang,” papar Zitzewitz.

Konfirmasi bias (confirmation bias) membuat masalah ini menjadi lebih parah.

Para bettor yang sudah yakin bahwa Trump adalah disruptor yang tidak biasa, cenderung lebih mudah percaya dengan kemungkinan invasi Greenland. Sementara itu, mereka yang terbiasa dengan wacana UFO selama bertahun-tahun, lebih mudah menganggap sidang kongres sebagai sebuah terobosan.

Saat peluang di sebuah market mulai naik, pergerakan itu sendiri menjadi sebuah sinyal.

Seperti meme coin yang terjebak dalam siklus hype, para pendatang baru mengartikan antusiasme banyak orang sebagai kebijaksanaan bersama dan ikut masuk, sehingga menaikkan peluangnya lebih tinggi. Di titik ini, market tidak lagi mencerminkan probabilitas, melainkan mencerminkan momentum.

Pola ini memang konsisten dan cukup bisa diulang sehingga sekelompok kecil trader yang disiplin telah membangun strategi khusus untuk memanfaatkannya. Buterin adalah yang paling dikenal, tapi dia bukan satu-satunya.

Ilmu di Balik Taruhan Membosankan

Domer, salah satu bettor besar di Polymarket sekaligus mantan pemain poker profesional, telah memenangkan US$400.000 di platform tersebut dengan menggunakan cara berpikir kontrarian yang serupa.

Kemenangannya yang paling menarik terjadi saat ia memasang US$100.000 bahwa Kardinal Robert Francis Prevost akan menjadi paus berikutnya. Pada saat itu, market hanya memberi Prevost peluang 5 persen.

Domer juga pernah melakukan langkah serupa sebelumnya, misalnya saat dia berhasil memprediksi hukuman penjara 25 tahun untuk Sam Bankman-Fried dan pemecatan Sam Altman sebagai CEO OpenAI pada tahun 2023.

Di ratusan taruhan, keunggulan ini tetap bertahan — dan ada data yang mendukungnya.

Polymarket merilis di halaman akurasinya sendiri bahwa 73,3 persen dari semua market yang sudah selesai di platform tersebut berakhir dengan hasil “No.”

Kebanyakan pertanyaan difokuskan pada peristiwa spesifik yang harus terjadi sebelum tenggat waktu tertentu, sehingga status quo memiliki keunggulan secara default.

Seorang engineer bernama Sterling Crispin membuktikan kecenderungan ini dengan membuat bot yang secara otomatis membeli ‘No’ di setiap market non-olahraga yang ditemukannya. Tingkat keberhasilannya hampir persis sama dengan data milik Polymarket. Berdasarkan temuannya, 73,4% dari seluruh taruhan di platform tersebut tidak terjadi.

Jadi, keunggulan kontrarian ini bukanlah rahasia yang tersembunyi. Keunggulan ini hanya ada karena ketidakrasionalan manusia merupakan sifat permanen di market-market seperti ini, bukan bug yang harus diperbaiki.


Untuk membaca analisis pasar kripto terbaru dari BeInCrypto, klik di sini.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi. Selain itu, sebagian artikel di situs ini merupakan hasil terjemahan AI dari versi asli BeInCrypto yang berbahasa Inggris.

Disponsori
Disponsori