Voyager Terkena Eksposur US$660 Juta dari Krisis 3AC, Inikah Alasan SBF Berikan ‘Bailout’?

Bagikan Artikel
Ringkasan
  • Voyager Digital melaporkan bahwa pihaknya bermaksud mengejar tanggung jawab dari 3AC, karena belum membayar kembali pinjaman sekitar US$660 juta.

  • Eksposur Voyager ke 3AC terdiri dari 15.250 BTC dan 350 juta USDC.

  • Saham VOYG turun 52,5%, pada hari Rabu (22/6) waktu setempat, setelah pengumuman ini mencuat ke muka publik.

Trust Project adalah konsorsium organisasi berita internasional berdasarkan standar transparansi.

Voyager Digital Ltd. pada hari Rabu (22/6) melaporkan bahwa pihaknya bermaksud mengejar tanggung jawab dari Three Arrows Capital (3AC), karena belum membayar kembali pinjaman sekitar US$660 juta (Rp9,79 triliun).

Cryptocurrency platform yang telah go public di Toronto Stock Exchange ini dapat mengeluarkan pemberitahuan default atau gagal bayar kepada 3AC. Eksposur Voyager ke 3AC terdiri dari 15.250 BTC (kurang lebih di atas US$300 juta) dan 350 juta USD Coin (USDC).

Bloomberg mencatat bahwa Voyager tidak menyebutkan jumlah jaminan yang diberikan oleh 3AC untuk dapat mengakses pinjaman. Saham VOYG turun 52,5%, pada hari Rabu (22/6) waktu setempat, setelah pengumuman ini mencuat ke muka publik.

Voyager telah mengajukan permintaan awal kepada 3AC untuk pembayaran kembali sebesar 25 juta USDC pada 24 Juni mendatang dan selanjutnya meminta pembayaran seluruh saldo pada 27 Juni 2022.

Tidak satu pun jumlah ini telah dilunasi. Kegagalan untuk membayar kembali salah satu jumlah yang diminta pada tanggal yang telah ditetapkan akan dianggap sebagai default. Voyager sedang berdiskusi dengan penasihatnya mengenai solusi hukum yang tersedia, meskipun tidak jelas berapa banyak yang dapat dipulihkan.

3AC yang merupakan hedge fund kripto berbasis di Singapura dilaporkan bahwa sejumlah posisinya dilikuidasi bulan Juni ini setelah gagal memenuhi margin call. Hedge fund yang didirikan pada tahun 2012 oleh mantan teman sekelas Su Zhu dan Kyle Davies menghadapi kerugian yang signifikan setelah runtuhnya ekosistem Terra-LUNA-UST pada Mei lalu.

Kyle Davies sempat mengatakan kepada WSJ pada 17 Juni 2022 bahwa pihaknya berharap dapat mencapai kesepakatan dengan para kreditur sehingga memberi mereka lebih banyak waktu untuk menyusun rencana.

Sam Bankman-Fried ‘Selamatkan’ Voyager

Tampilan situs Voyager
Tampilan situs Voyager

Pada 17 Juni 2022, Voyager mengumumkan bahwa mereka telah menandatangani perjanjian term sheet tidak mengikat dengan Alameda Research untuk mengamankan fasilitas kredit bergulir yang memberi Voyager akses ke modal lebih lanjut.

Hasil dari fasilitas kredit ini dimaksudkan untuk digunakan untuk melindungi aset pelanggan dalam menghadapi volatilitas market saat ini dan hanya jika penggunaan tersebut diperlukan. Voyager menempatkan fasilitas kredit ini untuk melayani dan melindungi pelanggannya dengan lebih baik.

Sebagai informasi, Alameda Research merupakan perusahaan perdagangan yang memiliki afiliasi dengan founder & CEO FTX, Sam Bankman-Fried (SBF). Alameda saat ini secara tidak langsung memegang 22.681.260 saham biasa Voyager, mewakili sekitar 11,56% dari Common Shares dan Variable Voting Shares yang beredar. Presentase ini menjadikan Alameda sebagai pemegang saham terbesar di Voyager, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Reporter kripto Colin Wu yang memiliki akun Twitter WuBlockchain menjelaskan bahwa alamat crypto wallet yang ditandai sebagai ‘Alameda’ oleh OKLink telah mentransfer lebih dari 1,55 miliar USDC, 200 juta Tether USD (USDT), dan 240 juta Binance USD (BUSD), ke crypto exchange FTX dalam seminggu terakhir, dengan nilai total hampir US$2 miliar.

Sebelumnya muncul banyak rumor bahwa SBF akan memberikan bailout atau pemberian bantuan keuangan ke sejumlah perusahaan kripto yang tengah mengalami masalah baru-baru ini. Faktanya, SBF lewat FTX dan Alameda benar-benar ‘menolong’ BlockFi dan Voyager.

Terima Fasilitas Kredit US$200 Juta & 15.000 Bitcoin

Tampilan situs web Alameda Research
Tampilan situs web Alameda Research

Term sheet dengan Alameda Research menyediakan fasilitas kredit berjangka revolving kepada Voyager. Masing-masing memiliki jangka waktu yang berakhir pada 31 Desember 2024, dan memiliki tingkat bunga tahunan sebesar 5% yang dibayarkan pada saat jatuh tempo. 

Fasilitas kredit pertama berbasis cash dan USDC dengan jumlah pokok keseluruhan sebesar US$200 juta. Fasilitas kredit bergulir kedua untuk 15.000 Bitcoin. Fasilitas kredit hanya akan digunakan oleh Voyager jika diperlukan untuk mengamankan aset pelanggan. Selain dana yang tersedia di bawah fasilitas kredit, Voyager memiliki lebih dari US$200 juta di neracanya.

WuBlockchain melaporkan bahwa Voyager pada 20 Juni 2022 hanya memiliki US$152 juta dalam cash dan kripto, serta sekitar US$20 juta cash yang dibatasi untuk pembelian USDC. Namun, mereka nyatanya meminjamkan angka yang lebih besar kepada 3AC.

Kewajiban Alameda untuk menyediakan dana tunduk pada kondisi tertentu. Meliputi, tidak lebih dari US$75 juta dapat ditarik selama periode 30 hari bergulir. Utang corporate ke Voyager harus dibatasi hingga sekitar 25% dari aset pelanggan di platform atau kurang dari US$500 juta. Serta, sumber pendanaan tambahan harus diamankan dalam waktu 12 bulan. 

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.
Share Article

Ahmad Rifai adalah seorang jurnalis yang meliput sektor startup, khususnya di Asia Tenggara, dan penggila open source intelligence (OSINT). Dia bersemangat mengikuti berbagai cerita tentang perang, tetapi percaya bahwa medan pertempuran saat ini adalah di dunia kripto.

Ikuti Penulis