Bitcoin (BTC) sudah turun lebih dari 40% dari level tertingginya pada Oktober 2025 di dekat US$126.000, dan investor institusi memegang peran utama untuk pemulihan lewat exchange-traded fund (ETF) Bitcoin. Jawabannya mungkin ada pada sinyal yang sering diabaikan para trader.
Grafik milik BeInCrypto yang menunjukkan korelasi BTC-NASDAQ, jika digabungkan dengan data arus ETF spot bulanan, memperlihatkan pola yang konsisten. Ketika pergerakan Bitcoin seirama dengan saham teknologi (indeks NASDAQ), uang institusi pun masuk melalui ETF. Saat hubungan itu terputus, likuiditas mengering.
Mengapa Wall Street Memantau NASDAQ sebelum Membeli Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Spot
Bitcoin tidak memberikan yield. Tidak ada laporan pendapatan, tidak ada dividen, dan tidak ada metrik arus kas yang bisa digunakan manajer portofolio tradisional untuk membuat model. Untuk institusi yang menempatkan dana melalui ETF Bitcoin spot, aset ini menempati kategori risiko yang sama seperti saham teknologi.
Geoff Kendrick, Global Head of Digital Asset Research di Standard Chartered, menggambarkan hubungan ini dalam sebuah sesi BeInCrypto Expert Council. Ia menerangkan bahwa kripto diperdagangkan seperti versi kuat saham teknologi pada 2024 saat mendekati pemilihan umum AS. Tapi setelah itu, Bitcoin bergerak layaknya saudara yang lebih lemah dari saham teknologi, dengan aksi harga relatif yang mengecewakan. Ia juga memaparkan BTC sedang membentuk base di sekitar US$60.000, bahkan US$50.000 bisa saja terjadi.
Pendekatan ini menjelaskan kenapa korelasi NASDAQ lebih penting dibanding S&P 500 atau Dow Jones untuk Bitcoin. NASDAQ Composite, yang dikenal sebagai representasi saham teknologi AS, kemungkinan menjadi patokan yang diamati oleh institusi sebelum mereka masuk ke ETF Bitcoin.
Meja institusi yang mengelola alokasi pada sektor teknologi biasanya juga yang memutar modal ke ETF Bitcoin. Model risiko mereka menganggap kedua aset ini sebagai posisi bertipe beta tinggi dan sensitif terhadap pertumbuhan.
Pola Korelasi di Balik Arus Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin Sebesar US$90 Miliar
Data dari SoSoValue menunjukkan, ETF Bitcoin spot AS sekarang punya total aset bersih di atas US$90 miliar. Jika kita membandingkan arus dana bulanan dengan korelasi BTC-NASDAQ, kembali muncul pola yang berulang.
Pada akhir 2023, korelasi memasuki fase hijau yang bertahan pada November. Beberapa minggu kemudian, ETF Bitcoin spot pertama diluncurkan pada Januari 2024 dan menarik sekitar US$1,5 miliar.
Ingin mendapatkan insight token seperti ini? Daftar untuk menerima Daily Crypto Newsletter dari Editor Harsh Notariya di sini.
Februari dan Maret 2024 mencatatkan US$6 miliar dan US$4,6 miliar secara berurutan, karena korelasi tetap tinggi dengan beberapa puncak yang menyentuh angka 0,81.
Contoh paling mencolok terjadi pada Mei 2024. Korelasi mencapai puncak siklus di 0,93, dan dana masuk ETF menembus US$2,08 miliar setelah April yang merah dengan arus keluar sebanyak US$346 juta. Ketika korelasi jatuh ke minus 0,89 di Juni 2024, arus masuk turun hanya menjadi US$667 juta. Itu adalah bulan inflow terlemah sejak peluncuran ETF, meski pada bulan-bulan lain di sekitarnya tetap miliaran dolar.
Pola ini berlangsung sampai akhir 2024. Rentang lima bulan korelasi positif yang kuat dari Agustus 2024 hingga Januari 2025 beriringan dengan arus dana masuk yang konsisten.
September sampai Januari secara total menarik dana lebih dari US$22 miliar, dengan November saja menyumbang US$6,5 miliar.
Kebalikan pola ini juga terbukti valid. Saat korelasi menurun tajam pada Februari dan Maret 2025, aliran dana ETF pun langsung berubah menjadi negatif.
Antara April hingga Juli 2025, pita korelasi kembali berubah dominan hijau.
Arus masuk ETF melonjak lagi, dan pada Juli 2025 mencatatkan US$6 miliar.
Kondisi ini mempersiapkan panggung untuk reli Bitcoin menuju all-time high di Oktober 2025 yang mendekati US$126.000.
Likuiditas M2 Menambah Satu Layer Lagi di chain Institusional
Korelasi BTC-NASDAQ tidak berdiri sendiri. Jumlah uang yang beredar secara global (Global M2), yang menghitung semua uang beredar di berbagai ekonomi besar, menjadi bahan bakar utamanya.
Penelitian dari Lyn Alden, peneliti ekonomi makro sekaligus pendiri Lyn Alden Investment Strategy, menunjukkan korelasi historis yang tinggi antara harga Bitcoin dan global M2. Peneliti sudah menyoroti korelasi ini sejak 2024, sehingga menguatkan tesis arus uang tersebut.
VanEck memperkirakan bahwa M2 dapat menjelaskan sekitar 54% variasi harga Bitcoin. Rantai transmisinya bekerja berurutan: likuiditas global tumbuh, saham teknologi ikut reli, korelasi BTC-NASDAQ makin kuat, lalu dana institusi masuk ke ETF Bitcoin.
Namun, rantai ini terputus pada pertengahan 2025. Global M2 bertumbuh lebih dari 10% secara tahunan, tapi Bitcoin justru menunjukkan return tahunan negatif. Kaitan korelasi yang biasanya membuat ekspansi M2 mengalirkan dana ke ETF (dan mendorong harga BTC naik) berhenti berfungsi ketika korelasi BTC-NASDAQ masuk zona negatif berkepanjangan antara September 2025 sampai Februari 2026, dengan sedikit peluang naik.
Pada periode merah ini, arus keluar ETF berlangsung parah. Di November 2025, terjadi arus keluar senilai US$3,5 miliar, kemudian US$1,1 miliar pada Desember dan US$1,6 miliar pada Januari 2026.
Fidelity yakin bahwa hubungan M2 ini akan muncul kembali seiring siklus pelonggaran global makin dalam dan program pengetatan kuantitatif (QT) The Fed berakhir. Pertanyaannya adalah apakah korelasi dengan NASDAQ akan aktif lagi menjadi mekanisme transmisi utama.
Apa yang Arus ETF Bitcoin dan US$70.000 Tunjukkan untuk Harga BTC
Maret 2026 mencatat arus masuk ETF sebesar US$1,48 miliar, menjadi bulan hijau pertama sejak Oktober 2025. Arus keluar di Februari juga turun drastis menjadi US$207 juta dari US$1,6 miliar di Januari. Sekilas, rantai ini nampaknya terhubung kembali karena indikator korelasi sempat menguat hijau di pertengahan Februari.
Namun, indikator korelasi saat ini menunjukkan minus 0,19 dengan sinyal “Correlation Break”. Selama sebulan terakhir, harga Bitcoin naik sekitar 3,6% sementara NASDAQ justru turun dengan persentase serupa. Pergerakan terbalik inilah yang membuat model alokasi institusi tetap pasif. Fase korelasi negatif, seperti yang terlihat pada analisis ini, justru menghambat arus masuk ETF, bukannya menarik dana.
Grafik harga menambah kekhawatiran. Struktur harian Bitcoin di sekitar US$70.600 menunjukkan sebuah channel naik yang mencerminkan fase konsolidasi antara November 2025 dan awal Januari 2026. Pola sebelumnya itu berakhir dengan breakdown yang memperpanjang penurunan dari US$126.000. Saat ini, fractal serupa sedang terbentuk, dengan support krusial di level US$65.700.
Pemisahan antara M2 global masih belum terselesaikan. M2 terus tumbuh lebih dari 10% secara tahunan sedangkan Bitcoin justru mencatatkan imbal hasil negatif per tahun. NASDAQ juga tidak reli untuk menyerap pertumbuhan itu, sehingga korelasi tidak bisa berbalik positif dalam jangka pendek, dan model institusional tetap tidak aktif.
Jika channel naik jatuh di bawah US$65.700, fractal dari Oktober hingga Januari bisa terulang lagi. Geoff Kendrick menandai skenario ini dalam sesi BeInCrypto Expert Council, ia menuturkan bahwa stabilisasi pasar yang lebih luas harus terjadi lebih dulu sebelum aset kripto mulai pulih secara bertahap. Tanpa adanya stabilisasi itu, model waktu institusional yang mendorong reli Bitcoin sebelumnya bisa saja mengonfirmasi pergerakan menuju US$50.000, yakni level yang sempat Kendrick soroti sebelumnya.