Yahoo Bakal Luncurkan Konser di Metaverse Decentraland & Pameran NFT di Hong Kong

16 Juni 2022, 19:21 WIB
Diperbarui oleh Lynn Wang
17 Juni 2022, 06:38 WIB
Ringkasan
  • Yahoo dikabarkan akan meluncurkan serangkaian aktivitas di metaverse Decentraland.
  • Selain itu, Yahoo juga berencana untuk mengadakan pameran NFT di Hong Kong.
  • Sebelum Yahoo, Meta sudah terlebih dulu mengumumkan rencana implementasi metaverse mereka pada beberapa titik di Hong Kong.

Yahoo pada hari Rabu (15/6) dikabarkan akan meluncurkan serangkaian aktivitas terkait metaverse dan non-fungible token (NFT) di Hong Kong. Kabar ini datang sehari setelah Meta menguraikan rencana metaverse mereka untuk wilayah tersebut.

Yahoo, perusahaan teknologi multinasional Amerika Serikat (AS) yang berfokus pada media dan bisnis online, mengungkapkan bahwa mereka akan menyelenggarakan serangkaian acara virtual dan konser untuk penduduk Hong Kong di metaverse Decentraland.

Metaverse Yahoo di Decentraland

Head of Audience Yahoo Hong Kong, Lorraine Cheung, mengatakan perusahaannya melihat metaverse sebagai alternatif yang menarik bagi penduduk Hong Kong yang ingin terlibat dalam kegiatan sosial sementara pembatasan pandemi Covid-19 tetap berlaku.

“Yahoo Hong Kong selalu menyediakan berbagai layanan online yang relevan dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, termasuk menggunakan teknologi terbaru untuk meningkatkan dan menambah pengalaman pengguna,” jelas Lorraine Cheung.

Sebagai informasi, mandat nasional di Hong Kong diperkenalkan pada 9 Juni 2022 yang mengharuskan hasil tes Covid-19 harus negatif untuk memasuki semua tempat umum seperti bar dan restoran. “Kami berharap dapat menggunakan metaverse untuk menghubungkan orang-orang terlepas dari waktu dan lokasi fisik,” kata Head of Audience Yahoo Hong Kong itu.

Pintu depan metaverse Yahoo di Decentraland

Minggu ini, Yahoo juga berencana meluncurkan pameran NFT yang disebut The Abyss of Kwun Tong, bekerja sama dengan para kreator lokal tentang lingkungan ikonis Hong Kong untuk menciptakan kembali kawasan bersejarah Kwun Tong.

Menurut ​Senior Director of Ad Creative di Yahoo Creative Studios kawasan Asia-Pacific, Roger Li, sekitar 86% Gen Z atau orang-orang berusia 20-an hingga awal 30-an mengharapkan pengalaman dan interaksi digital mereka berjalan mulus dengan dunia nyata.

Sementara itu, lebih dari 80% warga Hong Kong tertarik atau sudah terlibat dalam pengalaman yang imersif. “Gelombang daya beli digital berikutnya ada di sini,” jelas Roger Li.

Meta Platforms Buat Inisiatif Metaverse di Hong Kong

Aksi terbaru Yahoo dari bidang metaverse hingga NFT bisa saja mencuat lantaran perusahaan teknologi lain juga telah memilih Hong Kong sebagai tempat pengujian untuk mengejar berbagai aktivitas terkait metaverse. Pada hari Selasa (14/6), Meta Platforms dilaporkan berencana menggunakan Hong Kong sebagai tempat uji coba untuk meluncurkan beberapa inisiatif metaverse.

Perusahaan yang dipimpin oleh Mark Zuckerberg ini mengajukan strategi untuk bekerja sama dengan sejumlah bisnis dan organisasi lokal seperti kafe, sekolah, dan galeri seni, dalam rangka menciptakan pengalaman metaverse yang berpotensi mencakup sekitar 7,4 juta penduduk.

Ini akan mencakup pameran virtual reality (VR) di kafe-kafe lokal dan lokakarya pelatihan augmented reality (AR) terbuka bagi para pendidik dan siswa sekolah menengah. Selain itu, Meta Platforms juga akan bekerja dengan para creator lokal di Hong Kong serta membagikan proyek NFT di Instagram.

Samsung Luncurkan ETF Blockchain, Metaverse Bisa Bernilai US$5 Triliun

Awal pekan ini, lengan bisnis Samsung Electronics di bidang manajemen aset meluncurkan exchange-traded fund (ETF) pertama yang berfokus pada teknologi blockchain di bursa di Hong Kong.

Samsung Asset Management dikabarkan telah mengumpulkan US$12 juta dari para investor institusi untuk ETF Samsung Blockchain Technologies yang akan diperdagangkan mulai 23 Juni mendatang.

Head of ETF distribution di Samsung Asset Management (HK), Terence Ling, menjelaskan bahwa penerapan teknologi blockchain sangat luas dan tidak terbatas hanya pada cryptocurrency. “Kami percaya bahwa adopsinya akan meluas hingga 80% dari populasi dunia pada tahun 2030 dari kurang 1% pada saat ini,” tegasnya.

Adapun menurut laporan McKinsey, pengeluaran global yang terkait dengan metaverse dapat mencapai US$5 triliun pada tahun 2030. e-Commerce, virtual learning, periklanan, hingga game akan menjadi salah satu sektor teratas yang berkontribusi pada market metaverse.

Penyangkalan

Seluruh informasi yang terkandung dalam situs kami dipublikasikan dengan niat baik dan bertujuan memberikan informasi umum semata. Tindakan apa pun yang dilakukan oleh para pembaca atas informasi dari situs kami merupakan tanggung jawab mereka pribadi.